Di tengah gemerlap panggung festival, ada satu hal yang hampir tidak pernah terlihat oleh penonton: ke mana sebenarnya uang tiket yang mereka beli itu mengalir. Saykoji memilih untuk membuka itu semua.
Melalui unggahan carousel di akun Instagram pribadinya, rapper bernama asli Igor Saykoji ini membagikan rincian distribusi honor manggungnya di Pestapora — sesuatu yang jarang sekali dilakukan oleh musisi secara terbuka. Dan yang ia ungkapkan memperlihatkan gambaran nyata tentang bagaimana ekosistem musik festival bekerja.

Satu Fee, Banyak yang Merasakannya
Dari total honor yang ia terima untuk penampilan 45 menitnya di Pestapora, sebagian besar langsung berputar ke seluruh tim yang terlibat dalam produksi penampilannya. Dalam screenshot rincian fee yang ia bagikan, terlihat distribusi yang mencakup musisi tambahan, brass section, backing vocal, session player, sound engineer, monitor engineer, fotografer, videografer, hingga roadies dan crew panggung.
“Angka honor yang masuk ke gue sebagai rapper, tidak pernah berhenti di satu rekening. Dari angka tersebut, roda ekonomi berputar cepat,” tulis Igor dalam keterangannya.
Dari total fee yang tercantum dalam screenshot tersebut, yang tersisa untuk Igor sendiri hanya sebagian kecil — sementara sisanya terdistribusi ke seluruh ekosistem yang menopang penampilannya.
Ekosistem di Balik 45 Menit Penampilan
Igor merinci beberapa pos pengeluaran utama dari honornya. Pertama, musisi tambahan dan kolaborator — mulai dari brass section, backing vocal, hingga session player yang menurutnya melipatgandakan energi aransemen. Kedua, pra-produksi dan latihan — termasuk biaya sewa studio, aransemen baru, hingga persiapan instrumen. Ketiga, pekerja panggung dan audio — FOH engineer, monitor engineer, lighting designer, visual jockey, hingga roadies yang memastikan semua berjalan lancar. Keempat, dokumentasi — fotografer, videografer, dan tim konten yang bekerja maraton merekam momen tersebut. Dalam penampilan di Pestapora ini, istri dan anak Igor pun turut terlibat dalam tim dokumentasi.
Tiket yang Kamu Beli Bukan Sekadar Tiket Tontonan
Di balik transparansi ini, ada pesan yang ingin Igor sampaikan kepada penonton festival. Ia menegaskan bahwa tiket konser yang dibeli oleh penonton memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar akses masuk ke venue.
“Tiket yang kamu beli bukan sekadar tiket tontonan — melainkan bahan bakar bagi ekosistem musik lokal untuk terus hidup. Menonton konser bukan cuma tentang bersenang-senang melepas penat di akhir pekan — ini adalah cara langsung mengapresiasi dan menghidupi puluhan profesi kreatif di baliknya,” tulis Igor.
Igor juga mengakui bahwa honor manggung Saykoji pada umumnya tidak sebesar musisi dari genre musik lain. Namun hal itu tidak mengubah komitmennya untuk tetap mengapresiasi seluruh tim yang terlibat sebaik mungkin.
Kejujuran yang Langka
Transparansi seperti yang dilakukan Saykoji ini jarang terjadi di industri musik Indonesia. Tidak banyak musisi yang bersedia membuka rincian keuangan di balik sebuah penampilan — apalagi secara publik di media sosial.
Namun justru karena kejujuran itulah postingan ini mendapat respons luas. Bagi banyak orang, ini menjadi pengingat bahwa di balik satu penampilan yang memukau di atas panggung, ada banyak tangan yang bekerja keras — dan satu tiket yang dibeli adalah cara paling langsung untuk menghargai semua itu.
“One single voice berubah menjadi sebuah simfoni bersama,” tutup Igor.


