Duovertime Rilis Debut “Ga Pernah End”, Anthem Pekerja yang Terlalu Lama Diam

Duovertime — duo yang lahir dari konten sehari-hari yang paling relatable bagi jutaan pekerja Indonesia — resmi merilis single debut bertajuk “Ga Pernah End” pada 25 September 2026 di bawah naungan Indomusik Records.

Dan dari baris pertama liriknya, sudah jelas: ini bukan lagu yang mencoba memperindah realita.


Gaji Mungil, Banyak Andil

“Ga Pernah End” berbicara tentang sesuatu yang terlalu banyak orang rasakan, namun terlalu jarang diucapkan dengan lantang. Tentang job desc yang tidak ada habisnya dengan gaji yang tidak sepadan. Tentang kerja lembur yang tidak dibayar. Tentang karier yang terasa buntu meski sudah mencurahkan segalanya setiap hari.

Liriknya menyebutnya langsung — dengan bahasa sehari-hari yang tidak bisa lebih jujur dari itu:

“Job desc mayoritas, gajinya minoritas. Hidup high risk, tapi jauh dari high return.”

“Bilangnya dipercaya, tapi diperdaya. Kerja lembur sampai ganggu-ganggu jam tidur. Gak dikasih upah, dapetnya makasih yah.”

Dan momen yang paling menggelitik sekaligus paling menyakitkan — tentang gaji yang “baru dateng udah langsung pergi” — terasa seperti pengakuan kolektif yang selama ini hanya tersimpan di grup WhatsApp kantor.

Hook yang repetitif dan langsung menempel: “Gaji mungil, banyak andil, kerja melulu tapi karirnya buntu” menjadi mantra yang akan sulit keluar dari kepala setelah didengar sekali.


Dari Konten Sehari-hari, Menjadi Lagu

“Ga Pernah End” tidak lahir dari sesi penulisan yang terencana. Ia tumbuh dari sesuatu yang sudah lebih dulu hidup — konten keseharian Duovertime yang sudah akrab di telinga audiensnya jauh sebelum menjadi rekaman resmi.

Devan mengungkapkan dengan cara yang paling jujur:

“Akhirnya rilis juga, debut single Duovertime yang diolah dari konten kami sehari-hari hahahaha biar makin terngiang dah tuuhh.”
— Devan

Sementara Ibong menyampaikan niat yang lebih dalam di balik lagu ini:

“Lagu ini hadir untuk mengajak kita para pekerja bisa lebih berdamai, dan kamu gak sendirian.”
— Ibong

Dua kalimat yang berbeda nadanya, tapi keduanya menggambarkan apa yang membuat Duovertime terasa berbeda: mereka tidak mencoba menjadi lebih dari apa adanya. Hanya jujur, dan itu sudah cukup.


Produksi yang Solid di Balik Kesederhanaan

Ditulis oleh Devan Yulio Setiawan, Muhammad Syaepullah, dan Christian Bong, “Ga Pernah End” diproduksi dan diaransemen oleh Muhammad Haekal dengan Gerald Liu sebagai Co-Producer. Vokal dibawakan bersama oleh Devan dan Ibong, sementara proses mixing dan mastering di tangan Abror Samdya — memastikan energi dan karakter lagu ini tersampaikan dengan tepat ke telinga pendengar.


Untuk Siapa pun yang Pernah Mengetik “Siap Pak Noted”

“Ga Pernah End” bukan lagu yang datang dengan solusi. Ia datang dengan sesuatu yang kadang jauh lebih dibutuhkan dari solusi mana pun: rasa bahwa kamu tidak menjalani ini sendirian.

Untuk siapa pun yang pernah tersenyum di depan atasan sambil menahan napas, yang pernah lembur tanpa kompensasi, yang pernah menatap slip gaji dengan perasaan campur aduk — lagu ini untuk kamu.

Single “Ga Pernah End” dari Duovertime kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital melalui Indomusik Records.

Scroll to Top