Sebuah lagu yang sudah akrab di telinga pendengar Indonesia kini menemukan bentuk baru — dan kali ini, ia hadir dengan dua suara dari dua negara yang berbeda.
Tami Aulia dan Kiharu, musisi asal Jepang, resmi memperkenalkan kolaborasi mereka melalui interpretasi baru lagu “Bunga” — karya populer dari Bondan Prakoso & Fade2Black — yang telah dirilis pada 29 Juni 2026 dan kini dapat disaksikan melalui YouTube.

“Bunga” dalam Warna yang Berbeda
“Bunga” adalah lagu yang sudah lama hidup di ingatan pendengar musik Indonesia. Membawanya kembali bukan keputusan yang mudah — ada ekspektasi yang sudah terbentuk, ada kedekatan emosional yang sudah lama terjalin antara lagu itu dan pendengarnya.
Tapi Tami Aulia dan Kiharu tidak datang untuk menggantikan versi aslinya. Mereka datang dengan perspektif yang berbeda — dan perpaduan karakter vokal keduanya menghadirkan “Bunga” dalam warna yang terasa segar tanpa menghilangkan esensi yang sudah dicintai sejak awal.
Dua latar musikal yang berbeda — Indonesia dan Jepang — bukan hambatan dalam kolaborasi ini. Ia justru menjadi elemen yang memperkaya proses kreatif, menunjukkan bagaimana sebuah karya bisa menemukan bentuk baru ketika dipertemukan dengan perspektif yang tidak pernah bertemu sebelumnya.
Dua Musisi, Dua Dunia, Satu Karya
Tami Aulia adalah nama yang sudah tidak asing bagi jutaan pendengar musik digital di Indonesia. Berawal dari kanal Tami Aulia Live Acoustic yang mulai berkembang pada 2019, ia membangun audiensnya secara organik melalui interpretasi personal terhadap lagu-lagu populer Indonesia maupun internasional — dengan karakter vokal yang intim, aransemen akustik, dan pendekatan yang sederhana namun selalu terasa personal.
Angka-angka berbicara sendiri: lebih dari 50 juta views untuk cover “Waktu yang Salah” milik Fiersa Besari, 35 juta views untuk “Sejauh Mungkin” dari Ungu, 31 juta views untuk “Kenanglah Aku” dari NaFF — dan kini kanal Tami Aulia telah memiliki lebih dari 4 juta subscribers. Konsistensi itu menjadikannya bukan sekadar penyanyi cover, melainkan salah satu kreator yang berperan nyata dalam mempertemukan lagu-lagu populer dengan generasi pendengar digital.
Di sisi lain, Kiharu membawa perspektif yang berbeda sepenuhnya. Musisi dan pengusaha asal Jepang ini menemukan musik melalui sebuah CD band THE BLUE HEARTS yang mengubah cara ia mengekspresikan perasaan — dari tulisan menjadi lagu. Sejak remaja ia sudah menciptakan ratusan lagu, dan keyakinannya bahwa musik memiliki kekuatan untuk melampaui batas bahasa dan budaya membawanya tampil di berbagai tempat, termasuk melalui street performance di Indonesia hingga panggung di hadapan ribuan penonton.
Pertemuan keduanya tidak terjadi begitu saja. Kiharu berbagi bagaimana kolaborasi ini bermula:
“Tami diperkenalkan kepada saya oleh seorang produser asal Indonesia yang saya kenal. Saat membuat produksi lagu ini bersamanya, saya menjadi sangat bersemangat untuk berkarya musik bersama orang dari negara lain.”
— Kiharu
Ketika Perbedaan Menjadi Kekuatan
Yang paling menarik dari kolaborasi ini bukan hanya hasilnya, melainkan apa yang ia representasikan. Perbedaan bahasa, latar belakang, dan karakter musikal antara Tami dan Kiharu bukan sesuatu yang harus dinegosiasikan — ia justru menjadi kekuatan yang membuat “Bunga” versi ini terasa unik dan tidak bisa direplikasi oleh siapa pun selain keduanya.
Bagi Kiharu, musik selalu tentang menyampaikan keberanian dan harapan kepada orang-orang yang sedang menghadapi tantangan dalam hidup. Dan bagi Tami, membawa “Bunga” ke dalam konteks kolaborasi internasional adalah cara untuk memperlihatkan bahwa musik Indonesia punya tempat yang relevan di percakapan yang lebih luas.
Keduanya bertemu di satu keyakinan yang sama: bahwa sebuah lagu yang sudah dicintai masih bisa menemukan makna baru ketika dibawa oleh suara-suara yang tepat.
“Bunga” — Tami Aulia ft. Kiharu kini telah tersedia untuk disaksikan melalui YouTube.


