Ada lagu yang lahir bukan dari studio, melainkan dari perjalanan hidup yang panjang dan tidak mudah. “Aku Bukan Yang Hilang” adalah salah satunya.
Kartika Ong, musisi asal Medan, Sumatera Utara, resmi merilis karya musik pertamanya pada 18 September 2026 — sebuah lagu pop yang lahir dari pengalaman paling personal yang pernah ia ceritakan: hidup dengan MRKH Syndrome, dan perjalanan panjang untuk memahami, menerima, dan berdamai dengan dirinya sendiri.

MRKH Syndrome dan Pertanyaan yang Tidak Mudah Dijawab
Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) Syndrome adalah kondisi langka yang terjadi pada 1 dari setiap 5.000 bayi perempuan yang lahir — kondisi yang mempengaruhi perkembangan reproduksi, di mana rahim dan sebagian vagina tidak berkembang atau tidak ada sejak lahir. Itulah yang Kartika alami.
Dan dari kondisi yang tidak pernah ia pilih itu, lahirlah pertanyaan-pertanyaan yang tidak mudah dijawab — tentang identitas, tentang keutuhan, tentang apa artinya menjadi seorang perempuan ketika sebagian dari yang diasosiasikan dengan keperempuanan itu tidak ada dalam tubuhnya.
“Aku pernah berada di fase mempertanyakan diri sendiri. Merasa berbeda, merasa kurang, bahkan bertanya-tanya apakah aku masih utuh sebagai seorang perempuan. Tapi perjalanan hidup mengajarkan aku bahwa aku bukan sesuatu yang hilang. Aku tetap aku.”
— Kartika Ong
Bukan tentang Kondisi Medis. Tentang Keutuhan
“Aku Bukan Yang Hilang” tidak ditulis untuk menjelaskan sebuah diagnosis. Ia ditulis untuk sesuatu yang jauh lebih personal dan lebih universal dari itu — tentang proses menerima diri, berdamai dengan keadaan, dan menyadari bahwa nilai seorang manusia tidak ditentukan oleh apa yang ada atau tidak ada dalam tubuhnya.
Satu kalimat yang menjadi inti dari keseluruhan lagu ini diucapkan Kartika dengan sangat jelas:
“Ada atau tidaknya rahim di tubuh aku, aku akan tetap sama sebagai Kartika.”
Bukan pernyataan yang datang dengan mudah. Ia adalah kesimpulan dari proses yang panjang — dari rasa kehilangan yang nyata, menuju penerimaan yang tidak berarti menyerah, melainkan menjadi titik awal untuk menemukan kekuatan baru dan memberi ruang untuk mencintai diri sendiri.
Karya yang Lahir dari Kejujuran
Ditulis oleh Kartika Ong sendiri dan dikomposisi bersama Robbani Bio Satriowaskito yang juga bertindak sebagai produser sekaligus menangani proses mixing dan mastering, “Aku Bukan Yang Hilang” hadir dalam balutan pop yang hangat — musik yang tidak berlebihan, memberi ruang bagi kata-kata untuk berbicara dengan cara yang paling jujur.
Karena lagu ini memang tidak pernah ingin menjadi lebih dari apa adanya: sebuah pengakuan yang tulus, dari seseorang yang sudah melewati perjalanan panjang dan memilih untuk berbagi apa yang ditemukan di ujungnya.
Untuk Siapa pun yang Merasa Sendirian dalam Ceritanya
Kartika menyebarkan pesan ini jauh sebelum lagu ini ada. Di luar musik, ia aktif membagikan pengalaman hidup dan edukasi tentang MRKH melalui media sosial — membuka ruang bagi orang lain yang mengalami hal serupa untuk tidak merasa sendirian dalam proses penerimaan diri mereka.
Dan kini, melalui “Aku Bukan Yang Hilang”, pesan itu menemukan medium baru. Kartika berharap siapa pun yang mendengarkan lagu ini — apakah mereka mengenal MRKH atau tidak — bisa menemukan sesuatu yang bermakna di dalamnya: bahwa bagian dari cerita hidup yang tidak pernah dipilih pun tidak menghapus nilai seseorang. Bahwa setiap orang tetap berharga.
“Semoga ketika lagu ini didengar, ada seseorang di luar sana yang merasa ‘aku tidak sendirian.'”
— Kartika Ong
Single “Aku Bukan Yang Hilang” dari Kartika Ong kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.


