Bertahun-tahun, Seche ada di balik suara orang lain. Melatih, mengarahkan, membentuk. Dan kini, untuk pertama kalinya, ia berdiri di depan — dengan ceritanya sendiri.

Single debut bertajuk “Apa Adanya” resmi dirilis pada 30 Agustus 2026 di bawah naungan Indomusik Records. Sebuah lagu yang tidak lahir dari ambisi untuk membuktikan sesuatu, melainkan dari keberanian untuk akhirnya jujur kepada diri sendiri.
Berkenalan dengan Keikhlasan
“Apa Adanya” dimulai dari sebuah keberanian yang tampak sederhana namun tidak selalu mudah dilakukan: berkenalan dengan keikhlasan. Dari titik itu, lagu ini membawa pendengar menyusuri perjalanan emosional yang sangat manusiawi — rasa kehilangan, suara-suara bising dunia yang perlahan dilepaskan, hingga momen ketika seseorang berdiri di depan cermin dan memilih untuk menerima dirinya apa adanya.
Baris yang menjadi jantung dari lagu ini terasa seperti sesuatu yang banyak orang rasakan namun jarang bisa diucapkan:
“Mulut tak bisa berkata / menikmati usia”
Hal-hal yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata, namun tetap dijalani hari demi hari. Sesuatu yang tidak selalu terlihat dari luar, namun sangat nyata dirasakan dari dalam.
Dan lagu ini ditutup dengan cara yang paling jujur:
“Ternyata ujungnya / tiada kecewa / sederhana / berjalan apa adanya”
Tidak ada resolusi yang dramatis. Tidak ada kemenangan yang besar. Hanya penerimaan yang tulus — dan ternyata, itulah yang paling membebaskan.
Dari Balik Layar ke Depan Panggung
Seche bukan nama baru di industri musik Indonesia. Lahir dan tumbuh di Bali, ia merantau ke Jakarta sebagai performer dan singing guitarist, membangun karakter musikalnya melalui berbagai panggung sebelum kemudian berkembang menjadi vocal coach bagi nama-nama besar: Rendy Pandugo, Manohara, Anji Dunia Manji, dan Tatjana Saphira.
Pada 2023, kepercayaan itu mencapai titik yang lebih tinggi ketika Seche dipercaya sebagai Penata Musik dalam konser Musik Eraku — pertunjukan yang menghadirkan deretan penyanyi papan atas Indonesia: Mayangsari, Atiek CB, Ronnie Sianturi, dan Ita Purnamasari.

Seluruh perjalanan itu adalah fondasi. Dan “Apa Adanya” adalah momen ketika fondasi itu akhirnya digunakan untuk membangun sesuatu yang benar-benar miliknya sendiri — bukan sebagai orang yang bekerja untuk artis lain, melainkan sebagai artis yang bercerita untuk dirinya sendiri.
Kolaborasi yang Lahir dari Kepercayaan
“Apa Adanya” adalah buah dari kolaborasi yang hangat dan penuh rasa saling percaya. Lagu ini ditulis oleh Secherazade Annisa dan Venessa Adverta Fortunata, dengan lirik yang dikerjakan bersama Christian Bong dan Frisella Asimi Martina Ully — sebuah proses kolektif yang memastikan setiap lapisan cerita tersampaikan dengan tepat dan penuh perasaan.
Produksi dan aransemen dipercayakan kepada Muhammad Haekal, yang membangun atmosfer lagu dengan pendekatan hangat dan tidak berlebihan — memberi ruang bagi vokal Seche dan permainan gitar Keren Christina untuk menjadi elemen yang paling dekat dengan pendengar. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Abror Samdya, memastikan setiap detail terdengar bersih, intim, dan siap menemani momen-momen reflektif.

Keindahan dari Berjalan Apa Adanya
Melalui “Apa Adanya”, Seche mengajak pendengar untuk menikmati perjalanan hidup dan belajar mencintai diri sendiri — bahwa segala hal, baik maupun buruk, yang pernah ada di masa lalu adalah bagian dari proses yang membawa kita tiba di hari ini.
Bahwa berjalan apa adanya pun adalah sebuah bentuk keindahan tersendiri.
Single “Apa Adanya” dari Seche kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital melalui Indomusik Records.


