Lugia Ungkap Rasa Cinta Tanpa Syarat Lewat Single Terbaru “Memberi Cinta”

Band asal Garut, Lugia, kembali hadir dengan karya terbaru mereka bertajuk “Memberi Cinta” — single keempat yang masih berada dalam bingkai “Butterfly Era” mereka. Kali ini, Lugia mengajak pendengar menyelami perasaan cinta yang tulus, ikhlas, dan penuh keyakinan bahwa semua kebahagiaan telah diatur oleh semesta.


Masih di “Butterfly Era”, Tapi dengan Cerita yang Berbeda

Sejak merilis “Menepi” pada September 2024, Lugia konsisten membangun narasi musikal mereka dalam satu era yang sama — Butterfly Era. Perjalanan itu berlanjut lewat “Menuju”, kemudian “Memikat”, dan kini bermuara pada “Memberi Cinta” sebagai single keempat mereka.

Jika ketiga single sebelumnya menjadi fondasi, maka “Memberi Cinta” hadir seperti puncak dari sebuah perasaan yang sudah lama ingin diungkapkan. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta sepenuhnya — yang ingin memberikan segalanya kepada orang yang dicintai, tanpa mengharap balasan, namun diiringi rasa ikhlas dan kepercayaan bahwa setiap kebahagiaan dalam kisah itu telah diatur oleh Sang Pencipta.

Sebuah sudut pandang yang sederhana, tapi justru karena itulah ia terasa begitu dalam.


Sentuhan Alexander Yoga dan Tim Yogyakarta

Dalam penggarapan “Memberi Cinta”, Lugia menggandeng Alexander Yoga — keyboardist dari band Fourtune asal Yogyakarta, lulusan ISI Yogyakarta — sebagai produser lagu ini. Kehadirannya membawa dimensi baru dalam warna produksi Lugia, mulai dari penggantian plugin VST hingga pengayaan aransemen musik secara keseluruhan.

Tak hanya Alexander Yoga, kolaborasi ini juga melibatkan Henoch, bassist dari Fourtune, yang mengisi instrumen bass dalam lagu ini. Sementara untuk backing vocal, Lugia mendapat bantuan dari Akhira Larasati asal Yogyakarta, yang turut memperkuat lapisan vokal dalam lagu ini.

Proses rekaman dilakukan secara mandiri lewat home recording di rumah salah satu personil Lugia, sebelum kemudian vokal direkam secara khusus di Studio Aru, Bandung.


Dari MIDI Piano, Menjadi Lagu Penuh Warna

“Memberi Cinta” bermula dari materi yang sangat sederhana: alunan MIDI piano dan vokal. Dari titik itulah seluruh personil Lugia — Ikhsan Taufik (vokal), Utari Berliani (keyboard), Ramdani Setiawan (gitar), dan Annas Maulana (drum) — mulai menuangkan ide masing-masing.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang kaya tekstur: hentakan drum yang groovy, piano elektrik yang manis mengikuti ritmik, warna gitar yang bersih, hingga bass dan synthesizer yang membawa nuansa khas era 80-an. Sentuhan perkusi tambahan pun dihadirkan untuk memperkuat groove secara keseluruhan.

Menariknya, di balik kesan lagunya yang terdengar ringan dan sederhana, “Memberi Cinta” menyimpan kerumitan musikal tersendiri. Terdapat modulasi pada bagian verse yang berbeda dari tonalitas awal, lalu kembali pada chorus, kemudian melewati rangkaian modulasi di bagian interlude — dari Do = E, ke Do = G, ke Do = C, dan kembali ke Do = E — sebelum akhirnya chorus penutup naik setengah nada ke Do = F. Sebuah perjalanan harmoni yang tidak terasa dipaksakan, justru mengalir dengan natural.


Tantangan di Balik Kesederhanaan

Salah satu hal yang menarik dari proses rekaman “Memberi Cinta” adalah tantangan yang justru datang dari kesederhanaan itu sendiri. Dengan tempo yang cukup cepat dan energik, seluruh personil Lugia harus bersabar menjaga tempo sekaligus menahan dorongan untuk tidak bermain secara berlebihan.

Pilihan ini disengaja — agar musik dan improvisasi vokal tidak mengalihkan perhatian dari esensi cerita yang ingin disampaikan. Sebuah pendekatan yang matang dari band yang masih relatif muda dalam perjalanannya.


Mixing & Mastering Bersama Billy Ramdhani

Setelah proses rekaman rampung, tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Billy Ramdhani di CLM Studio, Bandung. Nama Billy Ramdhani bukan nama sembarangan di industri musik Indonesia — ia dikenal sebagai salah satu saxophonist dari penyanyi Yura Yunita, sekaligus sudah kerap mengerjakan mixing dan mastering untuk musisi-musisi seperti Juicy Luicy dan Lalahuta.

Untuk sisi visual, Lugia menggandeng fotografer dan videografer Teguh Ramadhan dalam pembuatan video lirik serta artwork lagu ini — keduanya diperagakan langsung oleh para personil Lugia sendiri, menciptakan visual yang hangat dan personal sesuai dengan jiwa lagu ini.


Cinta yang Jujur, untuk Pendengar yang Merasa

Secara lirik, “Memberi Cinta” hadir dengan bahasa sehari-hari yang sederhana — seperti curahan hati yang tidak dibuat-buat. Tidak ada diksi yang berlebihan, tidak ada metafora yang terlalu jauh. Justru di situlah kekuatannya: siapa pun yang pernah merasakan jatuh cinta akan langsung menemukan dirinya dalam lagu ini.

Lugia menargetkan lagu ini untuk menjangkau anak-anak muda yang hatinya sedang berbunga-bunga — yang mengenal rasa bahagia dari mencintai tanpa syarat, dan percaya bahwa semua yang indah dalam kisah itu sudah ditakdirkan.

Single “Memberi Cinta” dari Lugia kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital. Dengarkan, dan biarkan lagu ini menjadi teman dari perasaan yang mungkin belum sempat kamu ungkapkan.

Scroll to Top