Hampir Tiga Dekade Berkarya, ADA Band Rilis “Selalu Ada” — Bukti bahwa Perjalanan Panjang Bukan Sekadar Bertahan

Tidak banyak band Indonesia yang bisa bicara tentang hampir tiga dekade dengan cara yang terasa bukan hanya tentang angka. ADA Band adalah salah satunya. Dan “Selalu Ada”, music video terbaru yang dirilis pada 10 April 2026, bukan sekadar karya baru dari band veteran—ia adalah refleksi kedewasaan, ketulusan, dan konsistensi yang telah dijaga selama hampir 30 tahun tanpa terasa dipaksakan.


Kehadiran yang Bukan Sekadar Fisik

“Selalu Ada” berbicara tentang sesuatu yang sederhana namun dalam: makna kehadiran yang sejati. Bukan kehadiran yang bisa diukur dari seberapa sering seseorang ada secara fisik, melainkan rasa yang menetap, bertahan, dan tidak tergantikan—bahkan ketika orang itu sudah lama pergi.

Lagu ini diciptakan oleh Dika Satjadibrata, terinspirasi dari berbagai kisah nyata yang terjadi di sekitar kita. Tentang orang-orang yang datang dan pergi dalam hidup, yang tanpa disadari membentuk siapa kita hari ini. Ada benang merah yang terangkum dalam satu kalimat yang menjadi jantung lagu ini:

“Semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita.”

Kalimat itu tidak lahir dari udara kosong. Ia terinspirasi dari sebuah caption dan momen personal Naga saat berpisah dengan band sebelumnya—sebuah refleksi sederhana yang ternyata mewakili begitu banyak cerita tentang perpisahan dan perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar linear.


Modern dan Intim, Tanpa Kehilangan Diri

Secara musikal, “Selalu Ada” hadir dengan aransemen yang lebih modern dan intim dibandingkan banyak karya ADA Band sebelumnya. Namun identitas yang selama ini membuat mereka dikenal—melodi yang kuat dan lirik yang menyentuh—tetap terjaga dengan baik. Ini adalah keseimbangan yang tidak mudah dicapai, dan fakta bahwa ADA Band berhasil melakukannya setelah hampir tiga dekade justru membuktikan bahwa mereka tidak sekadar mengikuti zaman, melainkan menavigasinya dengan caranya sendiri.


Visual yang Dekat, Bukan yang Berlebihan

Music video “Selalu Ada” mengambil pendekatan yang terasa relevan dengan dinamika hubungan masa kini—tidak berlebihan, tidak dramatis demi dramatis, namun justru karena itulah ia terasa dekat. Ia menggambarkan bagaimana kehadiran seseorang bisa menjadi hal paling sederhana sekaligus paling berarti, karena kebersamaan yang kemudian berubah menjadi memori yang tidak mudah hilang.

Ada kepercayaan diri dalam pilihan visual seperti ini. Sebuah band yang sudah melewati hampir tiga dekade tidak perlu membuktikan dirinya dengan cara yang bising. Cukup dengan kejujuran—dan itu yang hadir di setiap frame.


Tiga Dekade yang Bukan Sekadar Bertahan

ADA Band telah melewati berbagai fase industri musik Indonesia—dari era fisik, digital awal, hingga streaming yang kini mendominasi cara orang menikmati musik. Setiap fase membawa tantangan berbeda, dan tidak semua nama bisa melewatinya dengan marwah yang terjaga.

“Selalu Ada” menjadi bukti bahwa perjalanan panjang bukan hanya tentang bertahan di industri yang terus berubah. Lebih dari itu, ia tentang tetap bermakna—untuk pendengar yang sudah ada sejak awal, maupun untuk mereka yang baru saja menemukan ADA Band hari ini.

Dalam setiap rasa yang datang dan pergi, selalu ada makna yang tertinggal. Dan selalu ada alasan untuk tetap melangkah.

Music video “Selalu Ada” kini dapat disaksikan di kanal YouTube resmi ADA Band dan tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top