Taipei, Taiwan — Unit synth-pop kenamaan asal Korea Selatan, ADOY, turut memeriahkan deretan penampil di festival musik Jam Jam Asia 2026. Sejak debut pada tahun 2017 lewat EP Catnip—dan melahirkan berbagai karya hit lainnya—band ini telah memantapkan posisi mereka sebagai salah satu band indie asal Korea yang paling aktif berkeliling Asia.

Di sela-sela kesibukan mereka di Taipei, tim Indomusikgram berkesempatan untuk berbincang eksklusif dengan para personel ADOY mengenai pengalaman mereka di Jam Jam Asia, kecintaan mereka pada musisi indie Indonesia, hingga kenangan tak terlupakan saat manggung di Jakarta.
‘Home Court Advantage’ dan Atmosfer Konferensi di Jam Jam Asia
Meskipun ini adalah panggung perdana ADOY di festival Jam Jam Asia, mereka mengaku sama sekali tidak merasa asing. Pasalnya, mereka memiliki kedekatan tersendiri dengan venue serta penikmat musik di Taiwan.
“Jam Jam Asia ini memang pengalaman pertama bagi ADOY, tetapi tahun lalu kami menggelar konser tunggal di tempat yang sama,” ungkap perwakilan band. “Oleh karena itu, berada di ruang yang familier ini memberikan kesan layaknya kami sedang manggung di kampung halaman sendiri.”
ADOY juga menyoroti keunikan konsep Jam Jam Asia. Menurut mereka, acara ini tidak sekadar terasa seperti festival musik reguler, melainkan memiliki nuansa seperti sebuah konferensi musik. Hal ini membuat mereka sangat antusias untuk berkeliling venue dan menikmati rangkaian acara lainnya setelah turun minum dari panggung.
Kenangan Intim di Omah Jati dan Tragedi Panggung Jakarta
Ketika perbincangan beralih ke Indonesia, ADOY membagikan dua memori panggung yang sangat kontras namun sama-sama membekas. Sejauh ini, mereka tercatat pernah dua kali tampil di Indonesia.
Pengalaman pertama yang mereka soroti adalah saat tampil di sebuah venue privat bernuansa alam. “Kami pernah bermain di tempat bernama Omah Jati. Itu adalah tempat yang sangat privat dan terasa seperti di dalam hutan. Pengalaman tersebut sangat berkesan dan menyenangkan,” kenang mereka.
Namun, pengalaman di panggung festival lainnya meninggalkan sedikit rasa penasaran. ADOY menceritakan insiden tak terduga di mana setlist mereka harus dipangkas secara drastis. “Waktu itu sayangnya hujan turun sangat deras, dan kebetulan waktunya bersamaan dengan jam ibadah (waktu salat). Alhasil, kami hanya bisa membawakan tiga hingga empat lagu saja.”
Kecintaan pada Alam Sumatra, Bali, dan Musik Kurosuke
Ketertarikan ADOY terhadap Indonesia ternyata tidak berhenti di atas panggung. Secara personal, mereka memiliki ikatan yang cukup kuat dengan lanskap dan budaya populer Tanah Air. Mereka bercerita pernah melakukan perjalanan ke Bali dan Sumatra untuk keperluan syuting, yang membuat mereka semakin familiar dengan suasana di Indonesia.
Menariknya, sebagai sesama musisi, ADOY juga secara aktif mendengarkan musik-musik dari musisi lokal Indonesia. Secara spesifik, mereka menyebutkan nama Kurosuke, proyek solo indie-pop asal Jakarta, sebagai salah satu musisi Indonesia yang karya-karyanya sangat mereka nikmati.
Janji Kembali Lewat Tur Asia
Untuk mengobati rasa rindu para penggemar dan menebus penampilan singkat mereka di Jakarta sebelumnya, ADOY membawa sebuah kabar gembira. Mereka membocorkan bahwa album penuh (studio album) ketiga mereka akan segera dirilis pada akhir Oktober mendatang, setelah jeda hampir tiga tahun.
Tentu saja, perilisan album ini akan diikuti dengan rangkaian tur. “Karena album kami akan rilis akhir Oktober, kami sangat berharap manajer kami memasukkan Indonesia ke dalam daftar destinasi Tur Asia nanti,” harap mereka.
“Kami ingin kembali dan memberikan pertunjukan yang jauh lebih besar dan menyenangkan untuk menebus (panggung yang terpotong) sebelumnya. Semoga semuanya sehat selalu!” tutup ADOY mengakhiri wawancara.


