Sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi di tengah acara bertajuk Amal untuk Karhutla yang digelar di Kalimantan Tengah. Seorang vokalis perempuan dari band R.A.S.Y.A mengaku mengalami pelecehan seksual di atas panggung saat band mereka baru saja mulai tampil. Kejadian ini pertama kali diungkapkan sang vokalis melalui akun TikTok resmi band mereka dan langsung mendapat perhatian luas dari publik.

Baru Dua Bulan Terbentuk, Tampil di Acara Amal
R.A.S.Y.A adalah band yang baru terbentuk sekitar dua bulan lalu. Penampilan di acara Amal untuk Karhutla di Kalimantan Tengah merupakan salah satu penampilan awal mereka — dan mereka bahkan membayar sendiri biaya partisipasi untuk tampil di acara tersebut. Momen itu seharusnya menjadi momen bersejarah bagi band yang baru memulai perjalanan musik mereka, sekaligus ajang memperkenalkan single pertama yang sebentar lagi akan dirilis.
Kronologi Kejadian
Tepat saat sang vokalis baru mulai menyanyikan lagu, seseorang yang tidak ia kenal mendatangi area panggung dan menyodorkan celana dalam wanita di hadapannya — di depan banyak penonton yang hadir.
“Pikiran dan perasaan saya sudah tidak terkontrol, mau melempar stand book itu ke dia. Untungnya otak saya masih bisa berfungsi untuk berpikir dengan kondisi yang ada,” tulis sang vokalis dalam keterangannya di TikTok.
Ia mengaku berhasil menahan diri dan tetap melanjutkan penampilan, meski secara emosional sudah sangat terguncang.
Pelaku Disebut Masih Membela Diri
Yang membuat kejadian ini semakin memprihatinkan adalah respons pelaku setelah insiden terjadi. Menurut sang vokalis, pelaku masih membela diri dan menyebut mereka “baperan” atas reaksi yang ditunjukkan.
“Sorry to say, kalau mau gimmick paham situasi dan kondisi. Karena di sini saya tidak kenal sama sekali dengan orang tersebut untuk briefing. Kalau ada gimmick pun tidak ada, kocak,” tulisnya.
Sang vokalis juga menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan acara maupun band lain yang terlibat dalam penyelenggaraan. Yang ia persoalkan murni perilaku pelaku yang dinilai merendahkan dan melecehkan perempuan secara terang-terangan di depan umum.
“Jika bagi anda perempuan itu sangat sehina itu, lalu dari mana anda lahir?” tulisnya.
Ruang Panggung Bukan Ruang untuk Pelecehan
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa pelecehan seksual di ruang publik — termasuk di panggung musik — masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas. Musisi perempuan, khususnya yang baru memulai perjalanan berkarya, berhak mendapatkan ruang yang aman dan penuh rasa hormat untuk berekspresi.
Sang vokalis menutup pernyataannya dengan pesan yang sederhana namun kuat: “Sudah ya, sampai sini saja. Bingung mau nulis apa lagi.”
Indomusikgram belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak penyelenggara acara maupun dari pelaku terkait insiden ini.


