BTS ARIRANG: Enam Hari Setelah Comeback, Rekor Masih Terus Berjatuhan

Enam hari setelah ARIRANG resmi dirilis, dunia masih belum selesai membicarakannya. Album comeback BTS yang ditunggu selama hampir empat tahun ini bukan hanya memenuhi ekspektasi—ia melampaui hampir semua standar yang pernah ada sebelumnya, dari streaming hingga penjualan fisik, dari Seoul hingga ke seluruh penjuru dunia.


Kembali Seperti Tidak Pernah Pergi

ARIRANG adalah album studio Korea keenam sekaligus album kesepuluh BTS secara keseluruhan, dirilis pada 20 Maret 2026 oleh Big Hit Music—album pertama mereka sejak menyelesaikan wajib militer, dan studio album pertama dalam hampir enam tahun setelah Be (2020).

Album ini sebagian besar ditulis di Los Angeles, di mana ketujuh member tinggal selama dua bulan sesi penulisan lagu di musim panas 2025, tak lama setelah member terakhir menyelesaikan masa dinasnya. Hasilnya adalah sebuah album yang terasa seperti pernyataan—bukan sekadar comeback, tapi deklarasi ulang tentang siapa BTS di tahun 2026.


Angka yang Berbicara Sendiri

Sejak hari pertama, ARIRANG langsung mencetak sejarah. Album ini meraih 110.005.265 streams Spotify pada hari pertama rilisnya secara global—debut terbesar sepanjang sejarah untuk album K-pop di platform tersebut, sekaligus menjadi angka streaming harian terbesar di Spotify sepanjang 2026, dan menempatkan BTS di posisi ke-12 hari streaming terbesar untuk album mana pun dalam sejarah Spotify.

Dominasinya tidak berhenti di satu lagu. Keempat belas lagu dari ARIRANG secara bersamaan menduduki 14 posisi teratas Spotify Daily Global Chart—sebuah pencapaian yang hampir mustahil dibayangkan sebelumnya.

Di sisi penjualan fisik, angkanya sama mencengangkan. Album terjual 3,98 juta kopi dalam 24 jam pertama, dengan 1 juta kopi terjual hanya dalam 10 menit pertama berdasarkan data Hanteo Chart—rekor kecepatan penjualan baru dalam sejarah industri musik.


Musik yang Berakar, Melangkah ke Depan

Di balik angka-angka itu, ada sebuah album yang secara musikal juga tidak main-main. Dengan judul yang terinspirasi dari lagu rakyat Korea berusia 600 tahun tentang kerinduan, duka, dan ketangguhan, BTS menempatkan identitas dan akar budaya mereka di tengah-tengah kolaborasi global yang masif—termasuk dengan Mike WiLL Made-It, Flume, El Guincho, Diplo, dan Ryan Tedder.

Album dibuka dengan “Body to Body” yang menyampel melodi tradisional “Arirang”, sementara “Hooligan” menampilkan aransemen gesek yang dramatis dengan vokal V dan Jimin. “FYA” membawa elemen pop rap dan Jersey club, sementara “No. 29” berisi rekaman lapangan lonceng Raja Seongdeok, pusaka nasional Korea ke-29.

RM mendapat kredit di 13 dari 14 lagu, sementara Suga dan J-Hope berkontribusi di beberapa track termasuk “Body to Body” dan “Merry Go Round”. Jungkook terlibat kunci di empat lagu termasuk “Hooligan”.


Dari Seoul ke Layar Netflix, ke Seluruh Dunia

Perilisan album diikuti dengan serangkaian momen yang semakin memperkuat skalanya. BTS menggelar konser comeback bertajuk BTS The Comeback Live | ARIRANG di Gwanghwamun Square, Seoul—dan siaran langsung di Netflix dari konser tersebut menjadi nomor satu di 77 negara dan wilayah.

BTS juga dijadwalkan tampil di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada 29 dan 30 Maret 2026, sebelum dokumenter BTS: The Return tentang proses pembuatan ARIRANG tayang perdana di Netflix pada 31 Maret 2026.

Dan semua ini baru pembukaan. Tur dunia ARIRANG dijadwalkan mencakup lebih dari 82 pertunjukan di 34 kota di 23 negara dari April 2026 hingga Maret 2027.

ARIRANG kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top