Nowela Mikhelia punya cara tersendiri untuk mencintai Indonesia. Bukan hanya lewat kata-kata, tapi lewat lagu yang ia tulis sambil berdiri di tengah momen-momen paling bersejarah yang pernah dialami bangsa ini dalam satu rentang waktu yang berdekatan.

Bersama Bennett A.K., Nowela merilis “Semangat Maju” — sebuah persembahan cinta untuk Indonesia yang lahir dari pengalaman langsung, bukan sekadar inspirasi dari kejauhan.
Dari Nagoya hingga Gelora Bung Karno
Perjalanan menuju lagu ini dimulai di Asian Games 2026 di Nagoya, ketika Nowela hadir dalam resepsi penyambutan kontingen Indonesia dan pembukaan Rumah Indonesia — termasuk menyaksikan langsung upacara pembukaan yang dipimpin Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako.
Sepulang ke tanah air, ia langsung berdiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026, laga Indonesia versus Malaysia.
“Saya berdiri tidak hanya membawa nama saya dan Papua, tetapi juga nama Indonesia di dalam pertandingan internasional ini. Sungguh sebuah momen yang tidak bisa saya lupakan.”
— Nowela Mikhelia
Puncaknya datang ketika Indonesia mengangkat trofi juara FIFA ASEAN 2026 setelah puluhan tahun menunggu — dan Nowela ada di sana, di tengah 70.000 penonton yang bersorak dan menangis bersama.
“Wah rasanya campur aduk antara terharu, bangga, dan merinding. Sungguh momen yang luar biasa.”
— Nowela Mikhelia
Lagu yang Menunggu Momentumnya
“Semangat Maju” sebenarnya sudah lama dipersiapkan — jauh sebelum trofi itu diangkat. Tapi Nowela percaya bahwa setiap hal punya momentumnya, dan momen itu akhirnya datang.
“Dalam waktu yang berdekatan saya banyak dipercaya untuk perform di event olahraga nasional maupun internasional, terkhusus sepak bola. Ini mungkin sulit terulang lagi. Kami merasa ini momen terbaik untuk mempersembahkan ‘Semangat Maju’ sebagai lagu perayaan kemenangan bagi bukan hanya pecinta bola, tapi semua rakyat Indonesia yang memimpikan Indonesia menjadi juara.”
— Nowela Mikhelia
Dan mimpi itu tidak berhenti di ASEAN Cup. Lagu ini terinspirasi dari harapan yang lebih jauh — hingga memenangkan Piala Dunia yang menjadi impian semua orang.
Ketika Rap Masuk dan Segalanya Terasa Tepat
Awalnya “Semangat Maju” digarap sebagai lagu solo Nowela. Di tengah proses kreatif, tim Passion Vibe merasa lagu ini membutuhkan elemen rap untuk menambah energi — dan masuklah Bennett A.K., yang menuangkan kecintaannya pada Indonesia langsung ke dalam lirik.
“Bennett punya kecintaan yang dalam terhadap Indonesia yang dituangkan pada lirik lagu ini. Bagi saya Bennett sosok yang sangat inspiratif. Dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri dan begitu mudah untuk menyatu dengan lagu ini.”
— Nowela Mikhelia
Chemistry keduanya terbentuk dengan cepat karena keduanya memang sudah saling mengenal sebelumnya. Verse rap Bennett A.K. berbicara tentang ketahanan yang bukan mitos:
“Maju maju semangat maju / Setiap hari semangat baru / Merah putih menolak jatuh / Satu hati semakin melaju.”
Anthem yang Dirancang untuk Diserukan Bersama
“Semangat Maju” ditulis dengan bahasa yang sengaja dibuat sederhana — bukan karena kekurangan kata, tapi karena Nowela ingin lagu ini bisa dinyanyikan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dari tribun stadion hingga ruang keluarga.
Di bagian bridge, ada ajakan yang memang dirancang untuk disorakan bersama:
“Angkat tanganmu untuk Indonesia / Serukan suaramu untuk garuda / Hentakkan kakimu dan katakan / Satu suara kita juara.”
“Kami mau lagu ini merupakan statement yang semua orang bisa serukan: INDONESIA PASTI BISA! Sehingga energi ini dapat dirasakan oleh tim Garuda dan menjadi extra energy untuk memberi yang terbaik dalam setiap pertandingan.”
— Nowela Mikhelia
Harapannya satu: bahwa “Semangat Maju” bisa menjadi anthem yang dinyanyikan sepanjang masa.
“Semangat Maju” dari Nowela Mikhelia feat. Bennett A.K. kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.


