Konser penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musiknya Israel & New Breed, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 dipastikan tidak bisa digelar. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memberikan izin penyelenggaraan, dan permohonan visa Israel Houghton akan ditolak.

Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Siapa Israel Houghton?
Israel Houghton adalah penyanyi dan penulis lagu gospel berkebangsaan Amerika Serikat yang lahir pada 19 Mei 1971. Ia dikenal luas lewat grup musiknya, Israel & New Breed, dan telah merilis banyak album serta meraih berbagai penghargaan di industri musik gospel internasional. Konser yang rencananya digelar di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian tur bertajuk “Til The Whole World Knows Tour 2026”, yang dijadwalkan berlangsung di Grha Pengharapan, Jakarta.
Dua Alasan Utama Pemerintah
Yusril menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait. Ada dua pertimbangan utama di balik penolakan ini.
Pertama, berdasarkan penelusuran pemerintah, konser gospel Israel Houghton di beberapa negara lain kerap dimanfaatkan sebagai ajang kampanye politik untuk mendukung Israel — termasuk dengan menggaungkan pernyataan “I stand with Israel” di sela kegiatan. Hal ini dinilai bertentangan dengan sikap Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
“Hal ini setelah kami melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga serta badan terkait sehubungan dengan rencana diadakannya pertunjukan musik yang berjudul ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’ tersebut,” kata Yusril.
Kedua, hingga pernyataan Yusril disampaikan, pihak panitia belum mengajukan permohonan izin penyelenggaraan maupun visa untuk penyanyi yang bersangkutan. Pemerintah juga menemukan bahwa event organizer yang menyelenggarakan konser ini berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia — bukan Indonesia — dengan nama Banyak Bagus Entertainment. Sementara itu, penjualan tiket masih terus berjalan di berbagai platform penjualan tiket daring.
“Kami mencoba untuk mencari sponsor kegiatan ini, tetapi tidak ditemukan di Jakarta, yang dapat kami temukan adalah kegiatan ini disponsori oleh event organizer bernama Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Yusril.
Seruan Boikot Sebelum Keputusan Pemerintah
Sebelum ada pernyataan resmi dari pemerintah, isu ini sebenarnya sudah lebih dulu ramai di media sosial. Sejumlah warganet menyerukan boikot konser Israel Houghton dengan alasan serupa — kekhawatiran bahwa konser akan dimanfaatkan untuk kampanye dukungan terhadap Israel. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sempat meminta agar konser diboikot apabila terbukti membawa agenda pro-Israel.
Pemerintah Minta Tiket Dikembalikan
Dengan tidak diberikannya izin dan akan ditolaknya visa Israel Houghton, pemerintah meminta seluruh agen penjual tiket untuk segera menghentikan penjualan dan memproses pengembalian tiket kepada pembeli yang sudah terlanjur membeli.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel Houghton maupun promotor terkait pembatalan konser ini.


