Shenyliega Tulis Surat untuk Dirinya di 2021 Lewat “Tak Semua Harus Sempurna”

Shenyliega kembali dengan sesuatu yang paling personal yang pernah ia tulis sendiri. Single terbarunya bertajuk “Tak Semua Harus Sempurna” resmi dirilis pada 21 Agustus 2026 di bawah naungan Indomusik Records — sebuah lagu musim panas yang hangat di permukaan, namun menyimpan perjalanan batin yang jauh lebih dalam di dalamnya.


Berawal dari Rasa Iri yang Tidak Diakui

Shenyliega tidak memulai lagu ini dari tempat yang nyaman. Ia memulainya dari perasaan yang banyak orang simpan diam-diam namun jarang berani diakui: rasa iri.

“Sekarang kita hidup berdampingan dengan media sosial. Setiap hari kita melihat orang-orang membagikan pencapaian, kebahagiaan, atau kehidupan yang terlihat begitu berjalan mulus. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hidup kita dengan mereka. Mulai bertanya-tanya, ‘Kenapa mereka sudah sejauh itu, sementara aku rasanya masih di tempat yang sama?'”
— Shenyliega

Dari titik itu, rasa iri perlahan berubah menjadi kebiasaan menyalahkan diri sendiri — merasa kurang, merasa tertinggal, merasa harus terus mengejar sesuatu yang sebenarnya punya waktunya masing-masing.


Kesadaran yang Datang di Tepi Pantai

Yang menarik dari “Tak Semua Harus Sempurna” adalah bagaimana kesadaran itu akhirnya datang — bukan dari sesi terapi atau percakapan yang panjang, melainkan dari momen yang paling sederhana.

Shenyliega sedang duduk sendirian di pantai, melihat matahari terbenam. Di tengah suasana musim panas yang hangat, ia justru merasakan ketenangan yang tidak biasa. Dan dari ketenangan itulah, ia mulai menerima bahwa mungkin hidup memang tidak perlu selalu sempurna untuk tetap terasa indah.

Dari sana, lagu ini terasa sangat pas menjadi lagu musim panas-nya tahun ini. Di balik nuansanya yang hangat dan ringan, ada cerita tentang belajar berdamai dengan diri sendiri.


Surat untuk Diri Sendiri di Titik Terendah

“Tak Semua Harus Sempurna” menyimpan dimensi yang paling personal dari seluruh lagu ini: 2021 adalah salah satu titik terendah dalam hidup Shenyliega.

Dan ketika ia menulis lagu ini, ia merasa seperti sedang berbicara langsung kepada dirinya di masa itu.

“Seandainya aku bisa kembali, mungkin aku hanya ingin mengatakan, ‘Nggak apa-apa. Kamu nggak ketinggalan. Kamu cuma sedang berjalan di waktumu sendiri.'”
— Shenyliega

Kalimat itu menjadi inti dari seluruh lagu — dan juga menjadi pesan yang Shenyliega titipkan kepada siapa pun yang mendengarkannya.


Lagu yang Ditulis Sendiri, dari Hati yang Paling Jujur

“Tak Semua Harus Sempurna” adalah karya yang sepenuhnya lahir dari Shenyliega sendiri — ia bertindak sebagai penulis lagu sekaligus penulis lirik, menjadikan single ini sebagai ekspresi paling personal dalam perjalanan bermusiknya hingga saat ini.

Produksi dan aransemen dipercayakan kepada Muhammad Haekal, yang juga mengisi bagian gitar. Pendekatan musikalnya memilih jalan yang hangat dan tidak berlebihan — selaras dengan tema lagu, dengan nuansa musim panas yang hadir bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari cerita itu sendiri. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Abror Samdya.


Melangkah di Waktu Sendiri

Bagi Shenyliega, “Tak Semua Harus Sempurna” bukan ajakan untuk berhenti berusaha. Ia adalah pengingat bahwa setiap orang punya perjalanan dan timeline yang berbeda — bahwa apa yang datang lebih cepat untuk orang lain belum tentu terlambat untuk kita. Kadang kita hanya sedang bertumbuh dengan cara yang berbeda.

“Mungkin memang kita melangkah ga secepet mereka. Yang penting kita ga nyerah sama diri sendiri. Dan tetap tau pada tujuan awal.”

Sebuah pesan yang tidak menggurui, tidak memaksa optimisme. Hanya jujur — dan karena itulah ia terasa begitu dekat.

Single “Tak Semua Harus Sempurna” dari Shenyliega kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Scroll to Top