50 ARMY Geruduk Kantor Jastip Tiket Konser BTS Setelah Diduga Tertipu, Rugi Hingga Rp500 Juta

Impian puluhan penggemar BTS untuk menyaksikan idola mereka di atas panggung Jakarta terancam sirna — bukan karena tidak kebagian tiket dalam perebutan yang ketat, melainkan karena uang yang sudah mereka titipkan kepada sebuah jasa titip (jastip) tiket diduga tidak pernah benar-benar digunakan untuk membeli tiket.

Sekitar 50 orang yang tergabung dalam komunitas ARMY Surabaya 21 menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh CV Uniality Tour and Travel, sebuah usaha jastip tiket yang dikelola oleh Kurnia Yulianti. Total kerugian dari seluruh korban ditaksir mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.

Berawal dari War Tiket BTS

Antusiasme ARMY Indonesia terhadap konser BTS WORLD TOUR ‘ARIRANG’ IN JAKARTA yang dijadwalkan berlangsung 26–27 Desember 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno memang luar biasa. Sejak penjualan tiket dibuka pada 9–11 Juni 2026, ratusan ribu penggemar bersaing dalam proses pembelian yang dikenal dengan istilah “war tiket”.

Tingginya persaingan membuat banyak penggemar memilih menggunakan jasa titip — membayar orang atau usaha tertentu untuk membantu mendapatkan tiket dengan imbalan biaya jasa. Di sinilah para korban bertemu dengan Uniality Tour and Travel.

Jenis tiket yang dipesan para korban melalui jastip ini beragam, mulai dari kategori reguler (CAT), Platinum, hingga VIP, dengan harga berkisar Rp2,1 juta hingga Rp5 juta per lembar, ditambah biaya jasa war sebesar Rp900 ribu per orang.

Janji Refund yang Tak Pernah Ditepati

Kurnia menjanjikan bahwa apabila tiket gagal didapatkan, uang para pembeli akan dikembalikan dalam waktu 3–4 hari setelah proses war tiket selesai. Namun hingga berminggu-minggu berlalu setelah war tiket pada awal Juni 2026, refund yang dijanjikan tidak kunjung datang.

“Dijanjikan seharusnya tiga sampai empat hari refund. Tapi nyatanya sampai hari ini belum ada refund sama sekali. Kita tidak pernah sekalipun diberikan surat perjanjian ataupun jaminan apa pun,” kata Sarah Naila, koordinator korban, dikutip dari Kompas.com.

Para korban sempat berinisiatif mendatangi rumah Kurnia untuk meminta kejelasan, namun tidak mendapatkan kepastian apa pun — hanya janji lisan bahwa refund akan dilakukan pada 31 Juli. Kurnia juga disebut mendadak sulit dihubungi.

Korban Lintas Kota hingga Luar Negeri

Yang membuat kasus ini semakin luas adalah sebaran korbannya. Para korban bukan hanya berasal dari Surabaya, melainkan dari Sidoarjo, Gresik, Jakarta, Papua, bahkan warga Indonesia yang berdomisili di Jepang.

“Anggotanya terdiri dari yang ikut jastip tiket di Jakarta, trip ke Jakarta, PO merchandise, hingga paket trip dan jastip se-Asia,” jelas Sarah.

Salah satu korban, Desi (28), mengaku tertipu hingga Rp24 juta untuk empat tiket VIP yang rencananya ia beli bersama adik dan dua temannya. “Aku beli VIP. Harga satu tiket VIP Rp5,2 juta, ditambah biaya jasa Rp900 ribu, jadi Rp6,1 juta per orang,” ujarnya, dikutip dari IDN Times.

Geruduk Kantor, Lapor Polisi

Senin, 13 Juli 2026, sekitar 50 korban menggeruduk langsung kantor Uniality Tour and Travel di Jalan Jagir Sidoresmo VII Nomor 35, Surabaya. Aksi ini didampingi langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang sebelumnya menerima laporan dari para korban di Rumah Aspirasi.

Armuji turut melakukan sidak ke kantor jastip tersebut bersama para korban, meminta klarifikasi langsung dari pihak Uniality. Dalam pertemuan tersebut, Kurnia disebut mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan bisnisnya.

Selain menggeruduk kantor, para korban juga resmi melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Penyelidikan atas dugaan penipuan ini kini sedang berjalan.

Peringatan untuk ARMY dan Penggemar Konser

Kasus ini bukan yang pertama terjadi dalam lingkungan konser BTS. Sebelumnya, kepolisian Singapura juga menerima setidaknya 14 laporan dugaan penipuan penjualan tiket konser BTS menjelang konser di negara tersebut, dengan total kerugian mencapai sekitar SGD 11.000 atau setara Rp154 juta.

Bagi yang masih ingin mendapatkan tiket konser BTS Jakarta, pembelian resmi hanya dapat dilakukan melalui platform tiket.com sesuai jadwal yang diumumkan penyelenggara. Hindari membeli dari pihak ketiga yang tidak memiliki kredibilitas jelas, dan jangan pernah melakukan pembayaran penuh tanpa jaminan tertulis.

Scroll to Top