Empat Tahun Menanti, Tulus Kembali dengan “Teh Hijau” — Sebuah Lagu tentang Menerima Hampa

Tulus tidak terburu-buru. Dan ketika ia akhirnya kembali, ia membawa sesuatu yang tidak banyak orang berani tulis: lagu tentang merayakan hampa.

“Teh Hijau” resmi dirilis hari ini, 30 Juni 2026 — mengakhiri penantian lebih dari empat tahun sejak karya terakhirnya. Tapi ini bukan sekadar comeback. Ini adalah pernyataan tentang bagaimana seseorang memilih untuk berdamai dengan perasaan yang paling sulit diterima.


Bukan Tentang Sembuh, Tapi Tentang Menerima

Di industri musik yang kerap menawarkan lagu sebagai pelarian atau penawar, “Teh Hijau” memilih jalan yang berbeda. Lagu ini tidak datang dengan janji kesembuhan yang cepat, tidak juga dengan kesenangan yang dipaksakan agar terasa baik-baik saja.

Tulus menulis sesuatu yang lebih jujur dari itu.

“Lagu ini tentang rasa hampa yang tidak didesak hilang, melainkan diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup.”
— Tulus

Ada keberanian yang tersembunyi dalam kalimat itu. Di saat banyak orang berlomba untuk move on lebih cepat, Tulus memilih berdiam sebentar — dan menemukan bahwa hampa pun bisa menjadi bagian dari perjalanan yang sah.


Hari-Hari Berulang dan Saran yang Belum Jadi Penawar

Dalam “Teh Hijau”, Tulus menggambarkan sesuatu yang terasa sangat familiar bagi siapa pun yang pernah melewati fase kekosongan: hari-hari yang terasa berulang tanpa tahu harus dimulai dari mana, saran-saran dari orang sekitar yang datang dengan niat baik tapi belum tentu menyentuh, dan pencarian rasa senang yang entah ke mana perginya.

Bukan dramatis. Bukan melodramatik. Hanya jujur — dan justru di situlah lagu ini terasa begitu dekat.


Secangkir Teh Hijau sebagai Pegangan

Di tengah semua itu, Tulus menemukan satu hal kecil yang cukup untuk jadi pegangan. Bukan solusi besar, bukan jawaban final — hanya secangkir teh hijau di tangan, dan keyakinan sederhana bahwa esok akan lebih elok.

Sudah garis jalannya.

Dalam kesederhanaan itulah “Teh Hijau” menemukan kekuatannya. Tulus tidak mencoba menyelesaikan rasa hampa itu — ia hanya mengajakmu duduk bersamanya, satu tegukan dalam satu waktu, dan percaya bahwa segalanya akan menemukan waktunya sendiri.


Empat Tahun, dan Hasilnya Adalah Ini

Empat tahun adalah waktu yang panjang dalam industri musik. Tapi Tulus membuktikan bahwa diam bukan berarti berhenti — kadang diam adalah cara untuk menemukan sesuatu yang benar-benar layak untuk dikatakan.

“Teh Hijau” adalah bukti dari proses itu. Sebuah lagu yang tidak lahir dari tekanan untuk mengisi kekosongan, melainkan dari kebutuhan yang tulus untuk bercerita ketika cerita itu sudah benar-benar siap.

Dan kini ia hadir — hangat, jujur, dan terasa seperti percakapan yang sudah lama ingin dimulai.

Single “Teh Hijau” dari Tulus kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Scroll to Top