Penurunan drastis nilai royalti dangdut tengah menjadi sorotan di industri musik Indonesia. Rhoma Irama mengungkap bahwa jumlah royalti yang diterima melalui Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) mengalami penurunan signifikan.

Jika pada periode sebelumnya nilai royalti bisa mencapai miliaran rupiah, kini angka tersebut turun menjadi sekitar Rp25 juta. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, terutama terkait mekanisme distribusi kepada para anggota yang jumlahnya tidak sedikit.
“Nah ini kemarin cuma dapat Rp 25 juta. Ngebagiinnya gimana coba? Yang biasanya Rp 2 sekian M, Rp 2,5 M, tiba-tiba cuma Rp 25 juta,” ujar Rhoma.
Dengan jumlah anggota ARDI yang mencapai sekitar 300 orang, nilai tersebut dinilai sulit untuk dibagi secara proporsional. Terlebih, kondisi ini terjadi menjelang momen Lebaran, di mana banyak musisi bergantung pada pemasukan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
“300-an anggota. Ya bayangin saja ngebagiinnya gimana… sangat-sangat menyedihkan.”
Soroti Sistem dan Masa Transisi
Rhoma juga menyoroti proses perubahan sistem yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Menurutnya, penerapan sistem baru belum dibarengi dengan kesiapan yang matang, baik dari sisi sosialisasi maupun infrastruktur pendukung.
Ia menilai bahwa dalam masa transisi ini, seharusnya sistem lama tetap dijadikan acuan agar tidak menimbulkan kebingungan dalam proses distribusi royalti.
Ketidakjelasan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan permasalahan dalam pengelolaan dan pembagian royalti di kalangan musisi serta pencipta lagu.
Bentuk Empati untuk Sesama Musisi
Di tengah situasi tersebut, Rhoma Irama juga mengambil langkah pribadi dengan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan ini ditujukan sebagai bentuk empati terhadap para musisi yang terdampak kondisi tersebut.
“Ya sebagai rasa empati sajalah ya… Saya kan ketua umum. Jadi rasa prihatin saja.”
Langkah ini menjadi salah satu respons langsung atas kondisi yang dirasakan para pelaku musik dangdut, khususnya mereka yang bergantung pada sistem royalti sebagai sumber penghasilan.
Isu yang Lebih Besar di Industri Musik
Kasus ini kembali membuka diskusi lebih luas mengenai sistem royalti musik di Indonesia—mulai dari transparansi, mekanisme distribusi, hingga kesiapan implementasi sistem baru.
Di tengah perubahan yang terjadi, banyak pihak berharap adanya kejelasan regulasi dan sistem yang lebih matang, agar hak para musisi dan pencipta lagu dapat terdistribusi secara adil dan tepat waktu.


