MV “shoot” no na Berlatar Sawah Dikomentari Kasar Netizen Korea dan Picu Amarah Warganet Asia Tenggara

MV lagu “shoot” milik girl group no na, yang seluruh personelnya berasal dari Indonesia, menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang netizen Korea meninggalkan komentar bernada merendahkan di platform X (sebelumnya Twitter).

Video musik tersebut menampilkan konsep visual modern dengan latar alam terbuka, termasuk hamparan sawah. Visual itu justru dijadikan bahan komentar oleh akun tersebut.


Awal Mula Kontroversi

Dalam unggahannya di X, netizen tersebut menulis:

“Can’t borrow the set cuz no money, this pic taken in the rice paddy is hilarious af, on the way to transplant rice seedlings or what?”

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, komentar itu bermakna:

“Nggak mampu sewa set foto gara-gara nggak punya duit, foto di sawah begini kocak banget dah, lagi otw nanem bibit padi apa gimana?”

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu reaksi dari warganet, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.


Respons Warganet Asia Tenggara

Sejumlah pengguna media sosial membalas komentar tersebut dengan nada pembelaan terhadap NO NA maupun terhadap latar sawah yang dianggap sebagai bagian dari identitas budaya dan lanskap alam di banyak negara Asia Tenggara.

Beberapa balasan yang beredar di linimasa antara lain:

“Eh brngsk, ini batas kesabaran gue. Asia Tenggara (SEA) itu kemungkinan pengekspor beras terbesar di dunia; kita lah alasan kenapa lo bisa makan bibimbap si*lan itu.”

“ingat sikit eh ko makan nasi pun sampai kerak kerak rendam air tau”

“your own artist always have to fly overSEAs just to find real nature for their mv concept”

“idol lo noh palsu semua, dari set, muka, tingkah laku aja dipalsuin”

“orang korea terbiasa dengan yang palsu palsu, dikasih set asli, dia kaget”

Sebagian balasan tersebut juga mengandung kata-kata kasar dan serangan personal. Perdebatan pun meluas, tidak hanya membahas video musik, tetapi juga menyentuh isu stereotip, representasi budaya, serta sensitivitas lintas negara di media sosial.


Isu Representasi dan Sensitivitas Budaya

Latar sawah dalam MV “Shoot” menjadi titik perdebatan karena dianggap diremehkan dalam komentar awal. Bagi banyak warganet Asia Tenggara, lanskap pertanian seperti sawah bukan sekadar latar visual, melainkan bagian dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat.

Kontroversi ini menunjukkan bagaimana visual dalam karya musik dapat memicu respons lintas negara, terutama ketika dikaitkan dengan persepsi dan stereotip terhadap kawasan tertentu.

Hingga saat artikel ini ditulis, perbincangan di X masih berlangsung dengan berbagai sudut pandang dari pengguna media sosial di berbagai negara.

Scroll to Top