Sewa Stadion untuk Konser di Indonesia Disebut Capai 7–8 Miliar, APMI Soroti Perbandingan dengan Malaysia

Promotor musik kembali menyoroti tingginya biaya sewa stadion di Indonesia setelah APMI membeberkan perbandingan harga dengan negara tetangga. Dalam forum resmi bersama DPR, APMI menyebut biaya sewa stadion untuk konser di Indonesia dapat mencapai 7–8 miliar, sementara di Malaysia hanya sekitar 200 juta. Isu sewa stadion Indonesia ini kembali jadi perhatian pelaku industri musik.

Masalah Tingginya Sewa Stadion di Indonesia

Ketua Bidang Advokasi dan Perizinan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Novry Hetharia, menjelaskan bahwa tarif sewa stadion Indonesia terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura. Ia mengatakan bahwa promotor di dua negara tersebut mendapatkan subsidi dan kemudahan akses venue dari pemerintah, sementara promotor Indonesia menghadapi biaya produksi yang jauh lebih besar.

Isu sewa stadion konser ini dianggap menghambat pertumbuhan industri pertunjukan dalam negeri karena biaya awal sudah sangat besar sebelum konser berjalan.

Perbandingan Harga: Indonesia 7–8 Miliar, Malaysia Sekitar 200 Juta

Dalam pemaparannya, Novry menyampaikan bahwa sewa stadion Indonesia dapat menembus 7–8 miliar. Angka ini berbeda jauh dengan Malaysia yang tarif sewanya disebut hanya sekitar 200 juta. Ketimpangan harga tersebut memicu banyak promotor untuk mempertimbangkan menggelar konser di luar negeri.

Isu sewa stadion Indonesia menjadi perhatian karena langsung memengaruhi keputusan promotor dalam memilih lokasi penyelenggaraan konser.

Promotor Juga Kerap Terdampak Jadwal Bentrok

Selain harga, promotor mengeluhkan risiko jadwal yang bisa bergeser mendadak jika stadion diprioritaskan untuk pertandingan olahraga. Kondisi ini disebut tetap terjadi meski promotor telah melunasi biaya sewa. Hal ini menambah risiko besar bagi promotor jika artis tidak bersedia memundurkan jadwal atau menerima pembatalan.

Masalah sewa stadion konser dan bentrok agenda stadion ini makin menambah beban promotor dalam menggelar konser besar di Indonesia.

APMI Minta Pemerintah Hadir dan Tambahkan Venue Konser

Melihat kondisi ini, APMI meminta pemerintah ikut menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi promotor, mulai dari penataan ulang regulasi hingga penambahan ruang konser baru yang layak digunakan. Menurut APMI, ketersediaan venue yang terjangkau dan stabil akan membantu industri musik lokal bersaing dengan negara tetangga.

Penguatan infrastruktur dianggap penting agar industri konser Indonesia tetap berkembang dan tidak tertinggal.

Scroll to Top