The Panturas dan Sikap Tegas di Pestapora 2025
Polemik kehadiran PT Freeport Indonesia sebagai sponsor utama Pestapora 2025 membuat puluhan musisi memilih mundur dari festival tersebut, termasuk unit surf rock asal Jatinangor, The Panturas. Total ada 41 musisi yang resmi menarik diri di hari pelaksanaan.
Dalam pernyataannya di Instagram, The Panturas menyebut keberadaan PT Freeport membuat mereka merasa asing dengan atmosfer festival yang selama ini lekat dengan semangat komunitas. Mereka menilai keterlibatan perusahaan tambang itu bertolak belakang dengan nilai yang mereka junjung.

“Dengan adanya PT Freeport dalam gelaran ini, entah kenapa membuat kami (entah kawan-kawan musisi lain bagaimana), merasa asing. Arus pinggir tempat kami berasal dan tumbuh, kini mendadak tak kami kenali,” tulis The Panturas.
Mereka menambahkan, kehadiran sponsor tersebut membuat posisi musisi menjadi sulit karena seolah dipaksa mengorbankan prinsip demi keberlangsungan acara.
Setelah mempertimbangkan, The Panturas memutuskan batal tampil di hari kedua Pestapora (6 September 2025) dan mengumumkan seluruh keuntungan penjualan merchandise di festival tersebut akan didonasikan untuk masyarakat Papua melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Dukungan dan Kritik Warganet
Meski mendapat apresiasi atas keputusan mundur dari Pestapora, langkah The Panturas juga memunculkan kritik. Beberapa warganet mempertanyakan konsistensi mereka, mengingat band tersebut sebelumnya tampil di Perantara Fest 2025 di Yogyakarta pada Mei lalu, yang juga mencantumkan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor.
“The Panturas ngasih statement tajam ke Pespor soal Freeport dan akhirnya beneran batalin tampil. Tapi nyatanya, mereka main di acara lain yang jelas-jelas di posternya mencantumkan Freeport. Kalo begini tuh ceritanya beneran idealis apa gimana sih?,” tulis akun @aimaspuri di Thread.
Ada pula yang menyoroti keberadaan sponsor tambang lain di acara tersebut, sehingga memunculkan perdebatan tentang seberapa konsisten sikap idealis band ini.

Konsistensi Jadi Pertaruhan
Kasus The Panturas mencerminkan dilema yang dihadapi banyak musisi di industri musik saat ini. Di satu sisi, keputusan mundur dari Pestapora menunjukkan upaya menjaga idealisme. Namun di sisi lain, rekam jejak keterlibatan mereka di acara lain dengan sponsor serupa membuat publik mempertanyakan konsistensi sikap tersebut.
Di era digital, setiap langkah musisi mendapat sorotan luas dari penggemar maupun warganet. Kredibilitas mereka tidak hanya ditentukan oleh satu keputusan, melainkan bagaimana prinsip itu diterapkan secara konsisten di berbagai kesempatan.


