Gimana Cara Bikin Lagu yang “TikTok-Friendly” Tanpa Kedengeran Murahan

TikTok sudah jadi etalase utama musik hari ini. Banyak lagu meledak bukan karena diputar di radio, tapi karena dipakai ribuan video berdurasi 15–30 detik. Masalahnya, tidak sedikit musisi yang akhirnya terlalu mengejar rumus viral sampai lagunya terdengar instan dan kehilangan identitas. Padahal, lagu bisa tetap TikTok-friendly tanpa harus terasa murahan.

Berikut beberapa pendekatan kreatif yang bisa jadi pegangan.


1. Pahami Cara Orang Memakai Lagu, Bukan Cuma Cara Lagu Viral

Di TikTok, lagu jarang didengar utuh. Yang dipakai justru potongan tertentu: satu bar lirik, satu hook, atau bahkan satu emosi spesifik. Karena itu, penting untuk memikirkan fungsi lagu, bukan sekadar strukturnya.

Alih-alih bertanya “bagian mana yang bisa viral?”, coba pikirkan:

  • Potongan mana yang paling mewakili perasaan lagu ini?
  • Bagian mana yang paling mudah dipakai ulang untuk konteks berbeda?

Lagu yang fleksibel secara emosi biasanya lebih awet di TikTok.


2. Fokus ke Momen, Bukan Formula

Banyak lagu TikTok gagal karena terlalu jelas ingin viral. Hook dipaksakan, lirik dibuat generik, dan beat mengikuti tren yang sedang panas. Pendekatan seperti ini sering berumur pendek.

Sebaliknya, lagu yang terasa jujur justru sering menemukan jalannya sendiri. Satu bar lirik yang spesifik, bahkan terdengar personal, sering kali lebih kuat daripada kalimat yang terlalu umum. TikTok menyukai momen yang relatable, bukan formula yang kebaca sejak detik pertama.


3. Biarkan Produksi Tetap Bernapas

TikTok tidak menuntut lagu terdengar penuh sejak awal. Justru, ruang kosong sering memberi kesempatan bagi pendengar untuk masuk. Drop yang terlalu cepat atau aransemen yang terlalu padat bisa membuat lagu terasa cepat habis.

Pendekatan minimalis, dinamika naik-turun yang wajar, dan sound yang tidak berlebihan justru memberi kesan matang. TikTok-friendly bukan berarti harus ramai, tapi harus punya ruang untuk dipakai ulang.


4. Jangan Takut Tidak Terlihat “TikTok Banget”

Ironisnya, banyak lagu yang viral di TikTok justru bukan lagu yang diciptakan khusus untuk TikTok. Lagu-lagu ini bekerja karena identitasnya kuat dan tidak terdengar mengejar siapa pun.

Saat sebuah lagu punya karakter yang jelas, TikTok hanya menjadi medium, bukan tujuan utama. Dan di titik itu, lagu tidak hanya berumur viral, tapi juga punya peluang hidup lebih panjang di luar algoritma.


Kesimpulan

Membuat lagu TikTok-friendly tidak harus berarti menurunkan standar artistik. Kuncinya ada pada pemahaman konteks, keberanian menjaga identitas, dan kesadaran bahwa viral adalah efek samping, bukan tujuan utama.

Lagu yang baik akan selalu menemukan pendengarnya. TikTok hanya mempercepat prosesnya.

Scroll to Top