Wirastika Rilis “Tanpa Batas Waktu”, Lagu Pertama yang Disimpan Lama dan Akhirnya Menemukan Momennya

Ada lagu yang tidak bisa dipaksakan untuk hadir sebelum waktunya. “Tanpa Batas Waktu” adalah salah satunya. Single ketiga dari duo suami istri Wirastika ini resmi dirilis pada 18 April 2026—bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-2 putri mereka, Malika Diandra Wirastika. Dan ada ironi yang indah di balik urutan perilisannya: meski hadir sebagai single ketiga, lagu ini sebenarnya adalah karya musik pertama yang pernah Wirastika ciptakan.


Karya Pertama yang Menunggu Momen yang Tepat

Tidak semua lagu langsung menemukan jalannya ke telinga pendengar. “Tanpa Batas Waktu” memilih untuk menunggu—tersimpan, diam, hingga akhirnya momen yang paling tepat itu tiba. Dan momen itu adalah ulang tahun kedua Malika, sang buah hati yang menjadi inspirasi utama lagu ini sejak pertama kali ditulis.

Ada sesuatu yang terasa sangat manusiawi dalam keputusan itu. Sebuah lagu tentang cinta orang tua yang tidak dilepaskan terburu-buru, melainkan dibiarkan matang hingga makna di baliknya benar-benar bisa dirasakan—baik oleh penciptanya maupun oleh pendengarnya.


Melankolis, bukan Ceria—dan Itu Justru Kekuatannya

Wirastika membuat keputusan artistik yang tidak biasa untuk sebuah lagu yang didedikasikan kepada anak. Alih-alih mengambil pendekatan yang identik dengan musik anak-anak—ceria, ringan, penuh warna—mereka memilih melodi yang syahdu dan harmonisasi yang cenderung menyentuh, bahkan melankolis.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. “Tanpa Batas Waktu” tidak mencoba menggambarkan kebahagiaan yang terlihat dari luar. Ia menggambarkan kedalaman rasa yang sesungguhnya dari seorang orang tua—sisi emosional yang tidak selalu terucap, tentang menjaga, melindungi, dan membesarkan anak dengan kasih sayang yang tidak pernah bisa sepenuhnya dijelaskan dengan kata-kata biasa.

“Lagu ini kami dedikasikan untuk bayi kecil kami. Kami tidak ingin membanding-bandingkan dengan karya lain, namun kami ingin memberikan sesuatu yang tulus tentang bagaimana cinta orang tua itu bekerja, sebuah cinta yang universal dan abadi,” ungkap Wirastika.


Setiap Detik yang Tidak Bisa Diulang

Melalui melodinya yang mengalir pelan, “Tanpa Batas Waktu” mengajak siapa pun yang mendengarnya untuk berhenti sejenak—merenungi betapa berharganya setiap detik dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Momen-momen kecil yang sering berlalu begitu saja tanpa disadari betapa berartinya.

Lagu ini menjadi pengingat yang lembut namun kuat: bahwa komitmen kasih sayang orang tua tidak akan pernah luntur oleh waktu, tidak peduli seberapa cepat waktu itu berlari. Dan justru karena cinta itu tidak terbatas waktu, ia layak diabadikan dalam musik yang tidak terburu-buru untuk selesai.


Surat Cinta yang Akan Selalu Ada

“Tanpa Batas Waktu” adalah surat cinta—dari dua orang tua kepada putri kecil mereka yang baru saja memasuki tahun keduanya. Sebuah karya yang mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh Malika hari ini, namun suatu saat nanti, ketika ia lebih besar, lagu ini akan selalu ada untuk memberitahunya: betapa dalam cinta itu bekerja, bahkan sebelum ia menyadarinya.

“Tanpa Batas Waktu” dirilis bersama Res Publica Music dengan pengelolaan hak cipta oleh 9IANT Music & Publishing, dan kini tersedia di seluruh platform streaming digital.

Scroll to Top