verenathania Rilis “What Are We Now?”, Anthem untuk yang Sedang Di-ghosting Tanpa Alasan

Ada jenis kehilangan yang tidak datang dengan penjelasan—seseorang yang kemarin masih intens berkomunikasi, hari ini tiba-tiba menghilang begitu saja. Tidak ada tanda-tanda, tidak ada kata perpisahan, tidak ada penutup yang jelas. verenathania mengalaminya, dan memilih untuk menuangkannya menjadi lagu. “What Are We Now?” resmi tersedia di seluruh platform musik digital sejak 19 Mei 2026—sebuah trek melankolis dan penuh kejujuran yang lahir langsung dari luapan emosi yang belum sempat tersampaikan kepada siapa pun.


Dari Ghosting ke Lagu yang Lahir dalam Tiga Bulan

verenathania tidak membutuhkan banyak prolog untuk menceritakan asal-usul lagu ini. Semuanya bermula dari satu kejadian yang terlalu familiar bagi banyak orang:

“Ide lagu ini tuh muncul pas aku lagi deket sama seseorang, tapi tiba-tiba dia ghosting aku tanpa ngasih tanda-tanda apapun. Jadi hilang gitu aja,” ujar verenathania.

Intensitas komunikasi yang ada sebelumnya justru membuat kepergian itu terasa lebih nyesek. Tidak ada benang yang bisa ditarik untuk mencari sebabnya. Hanya kekosongan yang tiba-tiba ada di tempat yang sebelumnya penuh.

“Sebenarnya sih aku cukup clueless, soalnya sebelumnya kami cukup intens berkomunikasi. Tapi tiba-tiba dia ngilang dan itu bikin aku nyesek. Nah lagu ini lahir berkat luapan emosi yang aku tuangkan dalam bentuk notasi dan lirik,” lanjutnya.


Lirik yang Blurry, Perasaan yang Terlalu Jelas

“What Are We Now?” ditulis dalam bahasa Inggris dengan pendekatan yang lugas namun menyimpan kekaburan yang disengaja—mencerminkan mixed feelings yang memang tidak pernah bisa dirumuskan dengan tepat ketika sedang berada di tengah-tengahnya.

Lagu dibuka dengan detail yang sangat spesifik, seolah verenathania masih mengingat setiap sudutnya dengan jelas:

“Back on 5th September / You were walking out my door / Standing here all alone / Trying to find my way back home”

Dan kemudian, sebelum chorus meledak, ada satu baris yang terasa paling menghantam—kalimat yang siapa pun yang pernah di-ghosting akan merasakannya sebagai lowkey screaming:

“Hurt me with the truth / Hate me if it’s true / Why do I still stay right here?”

Tidak meminta untuk kembali. Tidak meminta maaf. Hanya meminta kebenaran—apapun itu—karena ketidakpastian jauh lebih menyakitkan dari jawaban yang pahit sekalipun.

Dan di bagian bridge, seluruh kompleksitas perasaan itu dirangkum dalam satu baris yang paling jujur:

“Tonight, I hate you for loving me.”


Surabaya ke Malang: Produksi yang Menempuh Jarak

Yang menarik dari proses pembuatan “What Are We Now?” adalah cara lagu ini berhasil diselesaikan dengan segala keterbatasan—waktu dan jarak. verenathania adalah pegawai kantoran yang menyempatkan rekaman di sela-sela kesibukannya. Vokal direkam di Studio Prapen Surabaya, sementara proses produksi hingga final mastering berlangsung di Koto House Studio Malang.

Keseluruhan proses tuntas dalam tiga bulan—melibatkan Oddi Satya Purnama, Bogi Prananda Satyagama, dan Hanafi Madu Wanandi sebagai produser dan arranger, sementara mixing dan mastering dikerjakan oleh Bogi Prananda Satyagama.

Sebuah proses yang tidak mewah secara kondisi, namun justru menghasilkan lagu yang terasa sangat personal—mungkin karena keterbatasan itu sendiri yang membuat semuanya terasa lebih jujur.


Single Kedua, Warna yang Berbeda

“What Are We Now?” menjadi materi kedua verenathania di 2026, mengikuti “Closer”—single bernuansa city pop yang dirilis Januari lalu bersama Dirga Tertadana. Jika “Closer” menunjukkan sisi verenathania yang lebih cerah dan groovy, “What Are We Now?” memperlihatkan dimensi yang berbeda—lebih gelap, lebih personal, dan lebih berani dalam menyampaikan emosi yang tidak nyaman.

Keluasan warna itu membuktikan bahwa verenathania tidak membatasi dirinya pada satu nada—dan sebagai musisi yang mengidolakan Fly By Midnight dan Rendy Pandugo, kemampuan untuk bercerita dengan jujur memang sudah menjadi fondasi dari cara ia berkarya.

Ke depannya, “What Are We Now?” juga akan hadir dalam format video lirik—memberikan visualisasi yang tepat sekaligus kesempatan untuk sing along bagi siapa pun yang ingin merasakan lagu ini lebih dalam.


Untuk yang Sedang Menunggu Penjelasan yang Tidak Akan Datang

verenathania menutup cerita tentang lagu ini dengan pesan yang terasa seperti pelukan:

“I feel you guys! Gapapa kok kalau kita emosional dan menikmati kesedihan ini, karena sometimes no closure is also a closure. Dan apapun yang terjadi, yakin aja kalau better days will come soon.”

Karena terkadang, tidak mendapat jawaban pun sudah menjadi sebuah jawaban. Dan lagu ini—dengan semua pertanyaan yang dibiarkan menggantung di dalamnya—adalah bukti bahwa dari kesedihan yang paling tidak nyaman pun, selalu bisa lahir sesuatu yang indah.

Single “What Are We Now?” dari verenathania kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top