Rifki Soeria Tulis Lagu Pertama dalam Bahasa Indonesia, “Arunika” Jadi Titik Balik yang Penuh Makna

Ada momen dalam perjalanan seorang musisi ketika sebuah karya terasa lebih dari sekadar lagu — ketika ia menjadi penanda, sebuah titik balik yang tidak bisa diabaikan. “Arunika” adalah momen itu bagi Rifki Soeria. Dirilis pada 22 Mei 2026, single terbaru penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia ini bukan hanya karya baru — ia adalah awal dari babak yang sama sekali berbeda.


Cahaya yang Perlahan Meredup

Arunika berarti cahaya. Tapi seperti banyak hal yang tampak bercahaya, ada sisi lain yang tidak selalu terlihat dari jauh.

Lagu ini bercerita tentang sosok perempuan yang tampak begitu sempurna dan memikat — namun perlahan memperlihatkan sisi aslinya sedikit demi sedikit, hingga cinta yang awalnya hangat mulai meredup dan menghilang. Sebuah analogi tentang harapan dalam dualitasnya yang paling jujur: harapan yang bisa membuat seseorang terpana oleh cinta, namun pada akhirnya juga mampu mengecewakan.

“Arunika” lahir dari sesuatu yang personal. Ditulis pada Februari 2025, lagu ini merupakan bentuk pelampiasan emosi dan keresahan pribadi Rifki yang sulit diungkapkan secara langsung — perasaan yang hanya bisa keluar lewat kata-kata dan melodi, bukan percakapan biasa.


Perpaduan Genre yang Tidak Biasa

Secara musikal, “Arunika” adalah petualangan tersendiri. Rifki memadukan Indonesian Jazz, Folk Pop, Bolero, Keroncong, dan Jazz Standards dalam satu karya yang terasa kohesif — hangat, nostalgik, dan reflektif sekaligus.

Bersama co-producer Abraham Song dan Dava Giustizia, Rifki menggabungkan pendekatan puitis dalam penulisan lirik dengan nuansa jazz, bossa nova, bolero, dan keroncong. Hasilnya bukan sekadar eksperimen genre — melainkan sebuah ruang suara yang terasa hidup dan penuh karakter, di mana setiap lapisan musiknya membawa pendengar lebih dalam ke dalam cerita yang ingin disampaikan.


Lagu Pertama dalam Bahasa Indonesia

Di antara semua hal yang membuat “Arunika” istimewa, satu fakta ini mungkin yang paling signifikan: ini adalah lagu pertama Rifki Soeria yang ditulis sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia.

Setelah EP perdananya “Surely, Someday”, perpindahan bahasa ini bukan hal kecil. Ia mencerminkan sebuah keputusan artistik yang disengaja — untuk lebih dekat, lebih akar, dan lebih jujur dalam bercerita. Bahasa Indonesia membuka dimensi baru dalam cara Rifki mengekspresikan diri, dan “Arunika” menjadi bukti bahwa pilihan itu menghasilkan sesuatu yang kuat.

Lebih dari sekadar karya musik, Rifki sendiri menyebut lagu ini sebagai awal perjalanannya sebagai seorang pendongeng dan pujangga — seseorang yang tidak hanya membuat musik, tapi membangun dunia lewat kata-kata.


Visual yang Berbicara Tanpa Kata

Narasi “Arunika” tidak berhenti di audio. Artwork single ini turut memperkuat cerita lewat simbolisme yang terasa tepat: seorang penari yang perlahan memudar dari terang menuju gelap — representasi visual dari harapan yang kehilangan cahayanya sedikit demi sedikit.

Dengan pendekatan yang sederhana namun estetis, desain artwork ini terinspirasi dari nuansa sampul album jazz klasik — bersih, sistematis, dan penuh makna. Sebuah pilihan visual yang selaras dengan karakter musik lagu ini, dan memperkuat kesan bahwa setiap elemen dalam “Arunika” dirancang dengan niat yang jelas.


Awal dari Perjalanan yang Lebih Panjang

Untuk saat ini, belum ada rencana perilisan album maupun EP lanjutan. Tapi Rifki memastikan bahwa akan ada lebih banyak karya yang hadir dalam waktu dekat. Dan dengan “Arunika” sebagai pijakan, ekspektasi terhadap apa yang akan datang terasa semakin tinggi.

“Arunika” bukan titik akhir — ia adalah awal. Sebuah cahaya kecil yang mungkin akan terus menyala, dalam bentuk-bentuk yang belum sepenuhnya terungkap.

Single “Arunika” dari Rifki Soeria kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Scroll to Top