Peraukertas kembali. Dan kali ini, band rock motivasi asal Indonesia ini datang dengan sesuatu yang lebih ringan, lebih playful, dan lebih siap menemani hari-hari pendengarnya — apapun yang sedang mereka lakukan.

Single terbaru bertajuk “Joki Cinta” resmi hadir di seluruh platform streaming musik mulai 28 Juli 2026, lengkap dengan visualizer lirik di YouTube. Ini menjadi karya kedua Peraukertas di tahun 2026 — dan juga bagian dari rangkaian menuju perayaan satu dekade perjalanan mereka pada September mendatang.
Lagu yang Sudah Ada Sejak 2010
Yang membuat “Joki Cinta” menarik bukan hanya soniknya yang segar. Di balik lagu ini ada cerita yang jauh lebih panjang dari yang terdengar.
“Joki Cinta” bukan lagu baru. Ia sudah ada sejak 2010 — ketika masih dibawakan oleh Aerob, band yang digawangi oleh Candra Kim dan Dimensi Hardi sebelum keduanya membentuk Peraukertas. Dan ada satu detail yang menarik: Manjoy, yang kini menjadi drummer Peraukertas, saat itu berperan sebagai soundman Aerob — sehingga sudah sangat familiar dengan lagu ini jauh sebelum ia bergabung sebagai personel.
Setelah 16 tahun, “Joki Cinta” akhirnya dibawakan kembali — kali ini diaransemen ulang oleh Peraukertas dengan warna retrowave yang sama sekali baru.
Makcomblang, Disco Ball, dan Tidak Perlu Mikir Terlalu Dalam
Secara tema, “Joki Cinta” bercerita tentang sosok pendamping yang membantu seseorang mendekati orang yang disukainya — atau yang lebih akrab disebut makcomblang. Dikemas dalam tempo mid-up yang energik, lagu ini sengaja diposisikan berbeda dari karya-karya Peraukertas sebelumnya yang lebih mengandalkan kedalaman lirik.
Candra Kim menjelaskan filosofi di balik lagu ini dengan cara yang paling jujur:
“Kami percaya tidak semua lagu harus relate lewat makna liriknya. Lewat Joki Cinta, kami pengennya bukan pendengar yang harus relate ke lagu ini, tapi lagunya yang masuk dan nemenin keseharian mereka, mau lagi ngapain aja, naik sepeda, nyetir mobil, nyapu, ngopi, galau, demo, main bola, biar fun aja. Ga usah mikir dalem-dalem, dengerin aja sambil ngapain aja.”
— Candra Kim, vokalis & gitaris Peraukertas
Sebuah pendekatan yang berbeda — dan sangat disengaja.
Retrowave dengan Energi Rock yang Tetap Ada
Diproduseri oleh Wawan Eliawan, “Joki Cinta” menghadirkan warna retrowave yang terasa lebih segar dan playful dibanding karya-karya Peraukertas sebelumnya. Tapi di balik lapisan synthwave dan groove yang ringan itu, energi rock yang selama ini menjadi DNA Peraukertas tidak kemana-mana.
Ini adalah arah yang akan terus Peraukertas eksplorasi. “Joki Cinta” menjadi bagian dari rangkaian menuju EP baru yang tengah digarap — mengusung konsep retrowave secara penuh, namun tetap dengan energi rock yang menjadi fondasi band ini sejak pertama kali terbentuk pada 9 September 2016.
Peramal Cinta di Bawah Disco Ball
Perilisan “Joki Cinta” juga hadir lengkap dengan visualizer lirik yang menampilkan performa ketiga personel dalam balutan visual retrowave. Konsep artwork-nya sendiri terasa sangat sesuai dengan tema lagu: “Peramal/Konsultan Cinta di Bawah Disco Ball” — menampilkan Candra Kim, Dimensi Hardi, dan Manjoy berperan sebagai konsultan asmara, dengan disco ball menggantikan bola kristal. Semuanya dikerjakan bersama fotografer Gesit Mutiarta.
Menuju Satu Dekade Peraukertas
“Joki Cinta” hadir di momen yang tepat. Setelah “13 Tahun” sebagai single pertama di 2026, lagu ini melanjutkan momentum menuju satu hal yang besar: perayaan 10 tahun Peraukertas pada September 2026. Dan setelah “Joki Cinta”, masih ada satu single lagi yang menunggu — sebelum EP baru mereka akhirnya hadir secara utuh.
Perjalanan 10 tahun yang tidak pernah benar-benar berhenti bergerak.
Single “Joki Cinta” dari Peraukertas kini telah tersedia di seluruh platform streaming musik dan visualizer lirik di YouTube.


