MadameToean kembali. Dan kali ini, mereka datang dengan sesuatu yang terasa seperti undangan — untuk masuk ke dalam dunia mereka yang khas, dan untuk sejenak mengingat bahwa hidup, seperti permainan masa kecil yang paling sederhana sekalipun, punya iramanya sendiri.
“Jungkat Jungkit” resmi hadir di seluruh platform streaming digital pada 22 September 2026 — sebuah single French Gypsy Jazz yang playful, hangat, dan penuh karakter.

Dinamika Hidup dalam Dua Kata
Judul “Jungkat Jungkit” terdengar sederhana dan akrab. Tapi di balik dua kata itu tersimpan gambaran yang sangat dekat dengan pengalaman manusia: naik dan turun, datang dan pergi, mendekat lalu menjauh. Dinamika yang tidak bisa dihindari siapa pun.
Seperti permainan masa kecil yang paling sederhana, jungkat-jungkit mengingatkan bahwa untuk bisa bergerak, ada kalanya kita harus bergantian berada di atas dan di bawah. MadameToean mengambil gagasan itu dan menerjemahkannya bukan menjadi sesuatu yang berat, melainkan sebaliknya — ringan, jenaka, dan penuh warna.
Sebuah pengingat bahwa hidup tidak harus selalu dijalani dengan terlalu serius. Kadang kita hanya perlu menikmati iramanya.
French Gypsy Jazz yang Tidak Terjebak di Masa Lalu
MadameToean mengusung French Gypsy Jazz dengan sentuhan vintage, swing, dan theatricality — terinspirasi dari atmosfer French café, Gypsy Jazz, dan budaya vintage Eropa. Musiknya terasa hangat, organik, dan penuh karakter yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Tapi MadameToean tidak ingin sekadar menjadi band yang terdengar “vintage”. Mereka membawa spirit itu ke dalam perspektif yang lebih playful dan relevan dengan kehidupan hari ini. Bagi mereka, vintage bukan hanya tentang masa lalu — melainkan tentang bagaimana sebuah rasa dari masa lalu bisa kembali terasa hidup sekarang.
Di tengah industri musik yang semakin dipenuhi produksi digital dan formula yang seragam, MadameToean memilih untuk mempertahankan sesuatu yang lebih human: interaksi antar-musisi, karakter permainan, groove, dan rasa. French Gypsy Jazz menjadi fondasi, sementara karakter masing-masing personel memberikan warna yang membuat identitas MadameToean tidak bisa ditiru begitu saja.
Ketika Musik Bertemu Visual
Bagi MadameToean, musik dan visual adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karakter vintage yang mereka bawa hadir bukan hanya melalui suara, tapi juga melalui fashion, warna, ekspresi, dan konsep visual yang playful.
MadameToean ingin menciptakan satu dunia yang terasa seperti French vintage postcard bertemu dengan playground masa kecil — nostalgik, colorful, sedikit quirky, namun tetap sophisticated. Dan “Jungkat Jungkit” adalah bagian dari dunia itu — sebuah undangan bagi siapa pun untuk kembali menemukan sisi playful dalam dirinya.
Formasi yang Kembali dengan Semangat Baru
MadameToean dibentuk oleh Rahma Savitri sebagai lead vocal pada tahun 2016. Setelah sempat hiatus hampir satu tahun, band ini kembali hadir dengan penyegaran nama dan formasi terbaru: Madame Rahma Savitri (vocalist), Madame Indira (violinist), Toean Frank Pattinasarany (guitarist), Toean Dwi Prayoga (percussionist), dan featuring Arini Kumara pada doublebass.
Perpaduan instrumen yang tidak biasa — vokal, biola, gitar, perkusi, dan doublebass — menjadi fondasi dari sound MadameToean yang organik dan kaya tekstur. Setiap personel membawa warnanya masing-masing, dan hasil pertemuannya adalah sesuatu yang hanya bisa lahir dari interaksi antar-musisi yang nyata.
Babak Baru yang Semakin Mengenal Diri Sendiri
Melalui “Jungkat Jungkit”, MadameToean membuka babak baru dalam perjalanan mereka. Bukan dengan mencoba menjadi sesuatu yang lain — melainkan dengan semakin mengenal dan semakin berani menjadi diri mereka sendiri: vintage, playful, colorful, sophisticated, dan unapologetically MadameToean.
Single “Jungkat Jungkit” dari MadameToean kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.


