KRTM Debut dengan “Pada Akhirnya”, Pertanyakan Arti dari Semua yang Dikejar

KRTM resmi memperkenalkan diri. Trio asal Jakarta yang dihuni oleh Klio Mathew (gitar, vokal), Rafi Sudirman (bass), dan Josafat Song dari Song Brothers (drum) merilis single debut bertajuk “Pada Akhirnya” pada 17 Juli 2026 — dan sejak lagu pertama ini, sudah jelas bahwa KRTM tidak datang hanya untuk memperkenalkan sound mereka. Mereka datang dengan pertanyaan.


Tiga Musisi, Satu Pertanyaan yang Berkembang Menjadi Lagu

Ketiganya bukan nama baru di dunia musik. Masing-masing sudah punya perjalanannya sendiri sebelum KRTM terbentuk — dan ketika tiga orang dengan pengalaman berbeda duduk bersama dan mulai ngobrol, pertanyaan sederhana pun muncul:

“Bagaimana jika seseorang memilih untuk terus mengejar lebih, tanpa pernah merasa cukup?”

Dari percakapan tentang kecenderungan manusia yang selalu merasa kurang itulah, “Pada Akhirnya” lahir. Obrolan itu berkembang menjadi skenario imajiner tentang sosok fiktif yang rela mengorbankan apa saja demi pengakuan — dan dari sanalah keseluruhan konsep lagu dibangun secara kolektif oleh ketiganya, dengan produksi dipimpin oleh Klio Mathew.


Tokoh Fiktif sebagai Cermin

“Pada Akhirnya” bercerita tentang seseorang yang membuat dunia di mana pengakuan menjadi tujuan utama. Integritas perlahan ditukar demi ambisi. Setiap pencapaian hanya melahirkan keinginan baru. Dan tanpa disadari, di tengah upaya memenuhi hasrat yang tidak pernah benar-benar selesai, ia kehilangan dirinya sendiri.

Tokoh itu fiktif — tapi pengalamannya tidak terasa asing sama sekali.

KRTM tidak hadir untuk menghakimi ambisi atau keinginan manusia untuk terus berkembang. Sebaliknya, lagu ini membuka ruang untuk mempertanyakan hal-hal yang sering luput dipikirkan ketika seseorang terlalu sibuk mengejar pencapaian:

“Pada Akhirnya bukan tentang mengatakan bahwa ambisi itu salah. Kami hanya ingin mengajak pendengar berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: kalau pada akhirnya tidak ada yang benar-benar abadi, apa sebenarnya yang layak kita kejar?”
— KRTM


Rock Alternatif yang Bertenaga, Lirik yang Reflektif

Kontras antara musik dan pesan adalah salah satu kekuatan terbesar “Pada Akhirnya”. Secara musikal, lagu ini hadir dengan energi rock alternatif yang dinamis dan groove yang intens — bukan lagu yang memintamu duduk diam dan merenung secara pasif, melainkan yang menggerakkan tubuhmu sambil memaksa pikiranmu bekerja.

Kontras itulah yang menjadi karakter utama KRTM sejak perkenalan pertama: musik yang bertenaga sebagai kendaraan bagi ide yang kontemplatif.


Artwork yang Sengaja Dibiarkan Terbuka

Semangat interpretasi yang terbuka dalam lagu ini juga diterapkan pada visualnya. Artwork “Pada Akhirnya” sengaja tidak memberikan satu makna yang pasti — setiap elemennya berbicara secara berbeda kepada masing-masing penikmat.

Wajah yang muncul dalam artwork bisa dimaknai sebagai diri sendiri, seseorang yang dikenal, atau representasi pergulatan manusia secara umum. Pasir yang menyelimutinya bisa diartikan sebagai ambisi, tekanan, ekspektasi, kehilangan, atau hal-hal lain yang perlahan membuat seseorang merasa tenggelam.

Bagi KRTM, setiap pengalaman hidup akan melahirkan pembacaan yang berbeda — dan mereka memilih untuk membiarkan itu terjadi.


Teman untuk Momen Jeda

Lewat “Pada Akhirnya”, KRTM berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang sedang mengambil jeda — di perjalanan, duduk sendiri di kamar, atau saat sedang dipenuhi berbagai pikiran yang belum tahu harus diletakkan di mana.

Sebuah pengingat bahwa mungkin yang paling berharga bukanlah apa yang berhasil dimiliki, melainkan bagaimana seseorang memilih menjalani hidupnya.

Dan ini baru permulaan. KRTM memastikan bahwa “Pada Akhirnya” adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang — dengan karya-karya baru yang sudah dipersiapkan untuk hadir dalam waktu mendatang.

Single “Pada Akhirnya” dari KRTM kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Scroll to Top