Hunian Rilis Album Debut “Untuk Perjalanan”, Sepuluh Lagu tentang Proses yang Tidak Selalu Mudah namun Selalu Bermakna

Ada yang percaya bahwa sebuah album adalah foto wisuda yang dipajang di ruang tamu—membanggakan, haru, dan penuh kenangan. Bagi Hunian, trio asal Yogyakarta yang terdiri dari Ghozi Daffa, Elang Nuraga, dan Anshar Aziz (Ancal), album debut “Untuk Perjalanan” adalah lebih dari itu. Ia adalah pertanggungjawaban—atas lebih dari satu tahun proses kreatif, atas kejujuran yang dijaga di setiap baris lirik, dan atas kepercayaan bahwa karya yang dikerjakan dengan matang dan genuine selalu akan menemukan nilainya sendiri. Album ini resmi dirilis pada 29 April 2026.


Kontemplasi yang Diberi Nyawa

Hunian memiliki cara yang sangat spesifik dalam memaknai “Untuk Perjalanan”—bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan hasil kontemplasi atas tahun-tahun yang telah dilalui. Proses yang berlangsung dari lahir, hidup, sampai mati; bagaimana seseorang menghadapi masalah, berhasil, dan bahkan tidak menjadi apa-apa—semuanya hadir dalam sepuluh lagu yang mengisi album ini.

“Saat menulis lirik untuk album ini, saya berusaha memotret perasaan manusia yang seringkali tidak terucap. Saya ingin kata-kata di dalamnya terasa jujur,” kata Ghozi. “Seperti sedang bercerita kepada diri sendiri. Ini adalah tentang bagaimana kita berdamai dengan proses dan tetap berjalan meski hari terasa melelahkan.”

Bukan sentimentalisme yang berlebihan—melainkan kedekatan yang tulus. Hunian ingin pendengarnya merasa lebih dekat, bukan terkagum dari jauh.


Tiga Musisi, Tiga Latar, Satu Arah

Ghozi, Elang, dan Ancal datang dari perjalanan musikal yang berbeda-beda sebelum akhirnya bertemu di Hunian. Ghozi sebelumnya telah merilis album bersama The Halfseason pada 2023. Elang dikenal sebagai gitaris The Finest Tree sekaligus gitaris sesi Sheila On 7, yang sebelumnya hanya memproduksi single dan EP. Ancal pernah berproses bersama Kazzmir dan KRANS, juga hanya sampai di level EP dan single.

“Untuk Perjalanan” menjadi album pertama sekaligus terpanjang dalam perjalanan Elang dan Ancal sebagai musisi.

“Album pertama menurut saya pribadi pastinya sangat berkesan karena termasuk salah satu wishlist dalam pengalaman juga pencapaian berkarier di musik,” jelas Elang. Baginya, sebuah album adalah buku petunjuk—cara pendengar memahami warna dan mindset sebuah band secara utuh.

Sementara bagi Ancal, proses produksi dari hulu ke hilir yang untuk pertama kalinya ia jalani secara penuh menjadi pengalaman yang kompleks sekaligus mengharukan. “Berhubung ini album pertama yang saya proses dari nol, sangat menyenangkan, terharu, semua perasaan jadi satu, karena pertanggungjawaban yang cukup kompleks,” ungkapnya.

Bagi Ghozi—yang sudah pernah merasakan proses album sebelumnya—Hunian memberi sesuatu yang berbeda. “Album ini rasanya seperti pulang ke rumah dengan cerita yang lebih matang. Proses bersama Hunian punya energi yang berbeda. Album ini tetap punya ‘nyawa’ yang spesial.”


Gitar yang Menjadi Teman Bicara

Secara musikal, “Untuk Perjalanan” dibangun di atas fondasi gitar yang bekerja di dua level sekaligus—teknis dan emosional. Elang dan Ancal, dengan pengalaman bertahun-tahun mereka masing-masing, menerjemahkan kerentanan lirik menjadi melodi yang terasa intim.

“Ada bagian gitar yang saya isi dengan sangat sederhana agar pesannya sampai, dan ada yang lebih emosional,” kata Elang. “Bagi saya, gitar di album ini harus bisa menjadi teman bicara bagi pendengar, terutama bagi mereka yang sedang melewati hari-hari berat.”

Processed with VSCO with m5 preset

Adam Subarkah, Bounty Ramdhan, dan Tangan-Tangan yang Melengkapi

“Untuk Perjalanan” bukan hanya karya tiga orang. Ada beberapa musisi yang turut memberi warna pada album ini—dan dua di antaranya adalah nama-nama yang sangat dikenal dari lingkaran Sheila On 7.

Adam Subarkah, bassis Sheila On 7, turut mengisi seksi bass dalam lagu “Berlayar”—track keenam dalam album. “Diajakin sama Hunian, untuk ngisi bass di lagu mereka yang ‘Berlayar’. Lagunya saya suka. Mereka juga benar-benar membebaskan,” cerita Adam.

Sementara Bounty Ramdhan, drummer sesi Sheila On 7, hadir dalam lagu “Suara-Suara” dengan tabuhan drum yang intens dan berenergi. “Awal prosesnya simple, Elang ngajak ngisi dan aku pengen support. Aku pengen terlibat dalam suatu movement yang dibangun oleh Hunian,” kata Bounty.

Adik Bounty, Anaking Ramdhan, juga terlibat dalam pengerjaan artwork untuk “Suara-Suara” yang sebelumnya sempat dirilis sebagai single—dan hasil karyanya pun diwujudkan sebagai merchandise berbentuk kaos.

Album ini juga didukung oleh Denting Sanitya Merdu, Audira Putri, dan Wedhar Pranata Jati sebagai penyanyi latar, Zikri Aufarrahman di bass, Risky Alan di drum, serta Elkado Pamor di keyboard dan synth. Keseluruhan lagu diselaraskan akhir oleh Ardha Buzzbanditz di Neverland Studio, dengan sebagian proses pengerjaan juga berlangsung di Lahaneross.


Sampul yang Bercerita Sebelum Lagunya Dimulai

Desainer grafis Pandu Saputra dipercaya untuk merancang sampul album—dan ia menemukan konsep yang terasa sangat pas dengan spirit “Untuk Perjalanan”: foto ketiga personel di depan pagar, sebagai simbol keberangkatan.

“Dari mana pun asal mereka, meski mereka bertiga berasal dari background musik yang berbeda, langkah pertama dari perjalanan mereka tetap sama: begitu keluar dari halaman rumah,” kata Pandu.

Logo Hunian dalam sampul ini terinspirasi dari siluet rumah yang familiar—namun diputar secara vertikal. Simple shift, namun maknanya berubah menjadi penunjuk arah. Gradasi warna oranye dipilih untuk menghadirkan kesan yang nyaman dan nostalgik, namun tetap berenergi.

Processed with VSCO with a10 preset

Perjalanan yang Baru Saja Dimulai

“Untuk Perjalanan” adalah album yang tidak berusaha terdengar lebih besar dari pengalaman yang melahirkannya. Ia hadir sebagaimana adanya—jujur, matang, dan penuh nilai—sebuah pernyataan bahwa Hunian bukan sekadar band baru yang ingin didengar, melainkan kolektif yang ingin dirasakan.

“Album ini adalah bukti pendewasaan musik kami bertiga yang diramu dengan perspektif yang lebih luas,” tutup Ghozi.

Album “Untuk Perjalanan” dari Hunian kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top