Hiladies Rilis “Adilkah”, Lagu Tentang Cinta Beda Keyakinan yang Masih Releva

Perasaan yang Sama, Keyakinan yang Berbeda — Haruskah Diperjuangkan?

Di pertengahan tahun 2025, grup musik Hiladies kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru berjudul “Adilkah”, sebuah lagu yang lahir dari pengalaman pribadi vokalis mereka, Bayu Mahendra, tentang hubungan cinta yang terhalang perbedaan keyakinan. Lagu ini dirilis pada 1 Agustus 2025 melalui toko musik digital dan radio seluruh Indonesia, di bawah naungan label Hits Records.

Lirik yang Dekat, Aransemen yang Dalam

Ditulis oleh Bayu Mahendra bersama Angga Febrianto, “Adilkah” memadukan melodi pop yang melankolis dengan lirik yang menyentuh dan mudah dikenali oleh banyak orang yang pernah mengalami hal serupa. Aransemen lagu ini diperkuat oleh keterlibatan banyak musisi dan tenaga profesional, seperti Rangga Azkha (gitaris Hiladies), Rama Pranida (produser musik), Ari Rinaldi (mixing), dan Dimas Pradipta (mastering). Proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari Reno Fahreza selaku Executive Producer.

Dengan kombinasi elemen-elemen tersebut, “Adilkah” menghadirkan nuansa emosional yang dalam, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merenungkan kembali makna keadilan dalam cinta yang tak selalu bisa disatukan oleh keyakinan.

Diperkuat dengan Visual dan Proyek Kreatif Lainnya

Tak berhenti di rilisan audionya, Hiladies juga tengah menyiapkan rangkaian produk kreatif pendukung, seperti video lirik, video musik, dan konten visual lainnya. Proses kreatif ini turut melibatkan Rosna Putra sebagai sutradara dan Deonny Christ sebagai Director of Photography, bersama tim produksi mereka.

Cinta Beda Keyakinan Masih Jadi Realita

Melalui lagu ini, Hiladies ingin menyuarakan keresahan yang masih banyak dirasakan oleh pasangan beda keyakinan di Indonesia. “Adilkah” bukan sekadar lagu patah hati, tapi juga pengingat bahwa perasaan tidak selalu bisa memperjuangkan semuanya sendirian.

Hiladies berharap, “Adilkah” bisa diterima oleh para pencinta musik Indonesia dan menjadi ruang refleksi bagi siapa pun yang pernah bertanya-tanya—“seberapa adil cinta dalam perbedaan?”

Scroll to Top