Setelah debut lewat “Terlepas Terjebak”, Fadhal kembali. Penyanyi, penulis lagu, dan musisi asal Aceh yang kini menetap di Jakarta ini merilis single kedua dalam perjalanan solo karier-nya bertajuk “Ke Arah Mimpi” — sebuah anthem bagi siapa pun yang sedang merantau, bertumbuh, dan berjuang menghadapi kerasnya dunia nyata.

Untuk yang Jauh dari Rumah dan Belum Sampai di Tujuan
“Ke Arah Mimpi” tidak bercerita tentang kesuksesan yang sudah diraih. Ia bercerita tentang perjalanan menuju ke sana — dengan segala ketidakpastian, kegagalan, dan rasa ragu yang menemani di sepanjang jalan.
Lagu ini lahir dari pengalaman yang terasa sangat personal bagi Fadhal sendiri: meninggalkan kota asal, membawa ambisi, dan menguji sejauh mana diri bisa bertahan di gempur waktu. Tapi justru karena itu, ia terasa universal. Setiap orang yang pernah merantau — yang pernah merasa dunia tidak berpihak dan rencana berantakan — akan menemukan dirinya di dalam lagu ini.
Lirik verse-nya berbicara langsung:
“Jauh dari kota asal / ambisi tuk menguji / seberapa lama kau mampu / bertahan di gempur waktu”
Dan di bagian bridge, ada jeda yang terasa bijak di tengah semua tekanan itu:
“Saat dunia tak berpihak / kacaukan rancangan / menepilah sejenak / lihat sisi lainnya, cari celah tuk lewatinya”
Bukan menyerah. Hanya berhenti sebentar untuk mencari celah — lalu melanjutkan langkah.
Anthem yang Tidak Berpura-pura Mudah
Yang membuat “Ke Arah Mimpi” terasa berbeda dari anthem motivasi pada umumnya adalah kejujurannya. Lagu ini tidak berpura-pura bahwa perjalanan mengejar mimpi itu mudah atau selalu menyenangkan. Ia mengakui bahwa ada momen ketika dunia terasa tidak berpihak, ketika rancangan kacau berantakan, ketika rasa ragu datang lebih kuat dari semangat.
Tapi di atas semua itu, chorus-nya tetap berdiri tegak:
“Terus melaju ke depan / terjang apa yang kau takutkan / mungkin selangkah lagi kau ‘kan sampai / di akhir tujuan”
“Yakinkan diri tuk / pompa semangat lagi / bersiap berlari / ke arah mimpi yang kau cari”
Kalimat “mungkin selangkah lagi” adalah pilihan kata yang paling jujur di sini — tidak menjanjikan kepastian, tapi cukup untuk memberi alasan untuk terus melangkah.
Ditulis dari Pengalaman, Dikomposisi dengan Niat
“Ke Arah Mimpi” ditulis oleh Fadhal Muhammad dan dikomposisi oleh Khoirul Altakim — sebuah kolaborasi yang menghasilkan lagu yang terasa kohesif antara lirik dan musik. Fadhal membawa cerita dan keresahan personalnya, sementara Altakim membantu membentuknya menjadi karya yang bisa dirasakan oleh pendengar yang lebih luas.
Sebagai single kedua setelah “Terlepas Terjebak”, “Ke Arah Mimpi” mempertegas arah yang sedang Fadhal bangun dalam kariernya: musik yang sarat makna, personal, dan dekat dengan pengalaman nyata generasi muda yang sedang menapaki jalannya masing-masing di kancah musik independen Indonesia.
Merawat Harapan di Tengah yang Serba Tak Pasti
Pada akhirnya, “Ke Arah Mimpi” adalah ajakan — untuk merawat harapan meski hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Untuk terus berlari ke arah mimpi yang dicari, bahkan ketika belum tahu persis di mana ujungnya.
Karena beranjak usia, kita semua akan punya cerita. Antara luka dan tawa. Dan masing-masing punya jalannya.
Single “Ke Arah Mimpi” dari Fadhal kini telah tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan seluruh platform streaming digital.


