Dee Lestari Rilis “Kabarku”, Tentang Dua Kata yang Paling Sulit Diucapkan Setelah Hati Baru Saja Runtuh

“Kabar baik.”

Dua kata yang terdengar sangat biasa—namun di tangan Dee Lestari, ia menjadi salah satu momen paling menyayat dalam lanskap musik pop Indonesia tahun ini. “Kabarku”, single ketiga Dee Lestari, kini resmi hadir di seluruh platform streaming bersama video liriknya—sebuah lagu tentang situasi yang sangat spesifik, sangat familiar, dan sangat menyakitkan: ketika orang yang kita diam-diam cintai mengumumkan bahwa ia memilih orang lain, lalu dengan santainya bertanya, “Kalau kamu, apa kabar?”


Sudut Pandang yang Selalu Ada, Namun Jarang Diucapkan

Dee Lestari membuka catatannya tentang “Kabarku” dengan sebuah keyakinan yang sederhana: kita tidak pernah kelebihan lagu cinta. Bukan karena tema itu belum habis dieksplor—melainkan karena selalu ada sudut pandang baru, cara tutur yang berbeda, yang membuat setiap lagu cinta punya tempatnya sendiri.

“Kabarku” mengambil sudut pandang yang sangat spesifik: bukan tentang perpisahan yang diucapkan langsung, bukan tentang cinta yang ditolak terang-terangan, melainkan tentang memendam. Tentang mencintai seseorang dalam diam, berharap dalam sunyi—lalu dalam satu momen, semua harapan itu runtuh begitu saja ketika ia mengumumkan bahwa pilihannya bukan kamu.

Dan yang paling menghancurkan bukan pengumumannya. Melainkan pertanyaan yang menyusul setelahnya.

“Kalau kamu, apa kabar?”

Dunia baru saja runtuh. Tapi yang bisa kamu lakukan hanyalah menelan ludah dan berkata: “Kabar baik.” Walau sebenarnya tidak begitu.


Lirik Puitis yang Lugas, Melodi yang Menghunjam

Dee Lestari selalu punya cara untuk membuat yang kompleks terasa sederhana—dan yang sederhana terasa sangat dalam. “Kabarku” adalah contoh terbaiknya. Lirik-liriknya puitis namun tidak berjarak, indah namun tidak berpura-pura. Ada kejujuran yang terasa langsung mengenai karena ia lahir dari pemahaman yang sangat manusiawi tentang rasa patah hati dan cara kita menyembunyikannya.

Untuk menggarap lagu ini, Dee Lestari menggandeng Fellow Amateurs—kolektif empat produser muda: Mikha Angelo, Josua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra. Di tangan mereka, “Kabarku” mendapat aransemen yang soulful, modern, dan mampu membungkus keseluruhan cerita menjadi satu kesatuan yang terasa utuh dan menghunjam.


Pertemuan yang Sudah Punya Sejarah

Kolaborasi ini bukan yang pertama. Dee Lestari dan Mikha Angelo sebelumnya pernah berduet di “Before You”, lagu Book Soundtrack Rapijali. Sementara Fellow Amateurs dan Dee juga pernah bertemu dalam “Satu Langkah” yang dibawakan Maudy Ayunda di album terbarunya, Pada Suatu Hari.

Ada kepercayaan yang sudah terbangun di antara mereka—dan kepercayaan itu terasa dalam hasil akhir “Kabarku”. Ini bukan kolaborasi yang dipertemukan oleh kebetulan, melainkan oleh kecocokan artistik yang sudah teruji.

Ekspresi visual lagu ini hadir melalui video lirik yang digarap oleh Anthono Congor dan Arie Dagienkz—sebuah presentasi visual yang ikut memperkuat pengalaman emosional dari mendengarkan lagu ini.


Kembali, dan Semakin Konsisten

“Kabarku” adalah single ketiga Dee Lestari, menyusul “(Jangan) Jatuh Cinta” yang dirilis Desember 2025 dan “Perahu Kertas” pada Februari 2026. Tiga single dalam rentang waktu yang relatif singkat adalah pernyataan yang jelas: Dee Lestari serius dalam komitmennya untuk kembali ke dunia musik setelah lama tidak bernyanyi solo.

Dan setiap rilisan membuktikan bahwa jeda itu tidak membuat ketajamannya berkurang sedikit pun.

“Kabarku” akan menjadi bagian dari album solo Dee Lestari yang rencananya dirilis pada pertengahan 2026—sebuah karya penuh yang sudah sangat layak untuk ditunggu.

“Kabarku” kini tersedia di seluruh platform streaming digital beserta video liriknya.

Scroll to Top