Daun Jatuh melanjutkan perjalanannya. Setelah membuka babak baru sebagai band independen lewat single “bukan tentangmu”, duo yang terdiri dari Verrel Alvirizky (El) dan Timothy Gunung Tua kini kembali dengan single kedua bertajuk “permata hatiku” — bagian berikutnya dari rangkaian cerita yang sedang mereka bangun menuju album terbaru.
Ditulis Bergantian, Bercerita Bersama

Album mendatang Daun Jatuh punya pendekatan yang menarik: karya-karyanya ditulis secara bergantian oleh El dan Timothy, masing-masing membawa perspektif dan ceritanya sendiri, namun membentuk satu narasi yang saling melengkapi.
“permata hatiku” adalah bagian yang ditulis oleh El — dan ia membawa sesuatu yang berbeda dari single sebelumnya.
“Kalau sebelumnya kami bercerita tentang berdamai dengan sesuatu yang telah berlalu, kali ini kami ingin bercerita tentang seseorang yang membuat kami percaya bahwa pertemuan bisa menjadi salah satu bentuk anugerah.”
— Daun Jatuh
Jatuh Cinta yang Terus Berulang
“permata hatiku” menggambarkan perasaan yang mungkin hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah merasakannya: jatuh cinta pada orang yang sama, berulang kali, seolah rasa itu tidak pernah benar-benar mencapai titik jenuh.
“Kau permata hatiku, berulang kali ku jatuh kepadamu, berulang kali kutenggelam dalam hangat dekap tubuhmu”
Lebih dari sekadar ungkapan romantis, baris itu menangkap sesuatu yang lebih dalam — tentang rasa syukur atas kehadiran seseorang yang mengajarkan arti cinta tanpa harus banyak berkata-kata. Tentang keyakinan bahwa terkadang Tuhan menghadirkan sesuatu yang jauh lebih indah dari apa yang pernah kita doakan.
Pertanyaan tentang Takdir yang Tidak Butuh Jawaban
Salah satu momen paling personal dalam lagu ini hadir dalam satu kalimat sederhana yang menyimpan kompleksitas emosi yang tidak kecil:
“Jika kamu lah takdirku, apa ku juga takdirmu?”
El menggambarkan paradoks yang sangat manusiawi — bisa begitu yakin bahwa seseorang adalah bagian terindah dalam hidup kita, tapi tetap bertanya-tanya apakah kita memiliki tempat yang sama di hidupnya. Sebuah pertanyaan yang mungkin tidak pernah terjawab secara pasti, tapi justru karena itulah ia terasa begitu jujur.
Anugerah terbesar, seperti yang ingin disampaikan lagu ini, sering kali datang melalui pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan.
Langkah Kedua dari Perjalanan yang Masih Panjang
“permata hatiku” bukan titik tujuan — ia adalah langkah kedua dari sebuah perjalanan yang masih akan terus bergerak. Cerita El dan Timothy akan bergantian hadir dalam karya-karya berikutnya, membangun gambaran yang lebih utuh tentang apa yang ingin Daun Jatuh sampaikan dalam album yang sedang menunggu untuk selesai.
Single “permata hatiku” dari Daun Jatuh kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.


