Single Pembuka Menuju Album Candramawa di 2026
Tidak semua hubungan berakhir dengan baik — sebagian justru menyisakan keheningan yang menyayat. Lewat single terbarunya berjudul “Lembar Biru”, yang dirilis pada 31 Desember di bawah label Laguland, Danilla merangkul luka yang lahir dari beragam relasi yang retak: bukan hanya kisah cinta, tetapi juga pertemanan yang berkhianat hingga ikatan keluarga yang tercabik.

“Diam-diam kita masih punya ‘harapan buruk’ untuk seseorang atas hubungan yang selesai secara tidak baik-baik,” ungkap Danilla.
“Lembar Biru sebenarnya lagi ngomongin fase itu — fase di mana kita masih ingin orang lain ikut merasakan sakit yang kita rasakan.”
Menyusuri Fase Gelap yang Jarang Diakui
“Lembar Biru” berbicara tentang momen ketika amarah belum sepenuhnya usai — ketika batin masih digelayuti keinginan balas rasa sakit, meski pada akhirnya kita tahu bahwa perasaan itu tak pernah benar-benar menyembuhkan.
Sebagaimana digambarkan Danilla, lagu ini seperti sebuah surat yang tak pernah dikirim:
ditulis dalam keadaan carut-marut, disimpan rapat-rapat, lalu dibaca kembali setelah hati menjadi lebih tenang — hanya untuk menyadari bahwa sumpahan dan emosi yang dulu terasa benar, ternyata terlalu kelam untuk diamini.
Produksi Musik: Lapisan Emosi yang Bernafas
Produser Lafa Pratomo menerjemahkan narasi personal-universal ini ke dalam aransemen penuh dimensi.
“Kami tidak ingin ini jadi lagu sedih biasa,” ujar Lafa.
“Ada rangkaian bass yang seperti denyut nadi yang tak beraturan, ada melodi synth berkilauan seperti ingatan yang mengganggu — lalu semuanya perlahan surut menjadi ruang kosong yang sunyi. Seperti saat amarahmu sudah habis dan yang tersisa hanya kelelahan yang dalam.”

Pendekatan tersebut menghadirkan atmosfer yang reflektif — sebuah ruang di mana emosi keras dan keheningan bertemu dalam satu tarikan napas panjang.
Rilis di Akhir Tahun: Menyelesaikan Masa Lalu
Tanggal 31 Desember dipilih bukan tanpa alasan.
Jika tahun baru kerap disambut dengan harapan, maka “Lembar Biru” mengajak pendengar untuk terlebih dahulu membereskan masa lalu — menatap jujur sisi gelap yang sering disembunyikan, sebelum benar-benar melangkah ke depan.
Gerbang Menuju Candramawa
Sebagai pembuka album penuh Candramawa — yang dalam filosofi Jawa merujuk pada dualisme hitam-putih — “Lembar Biru” menjadi refleksi tentang bagaimana manusia berdamai dengan bagian paling rapuh dalam dirinya.
Single ini menegaskan kembali posisi Danilla sebagai storyteller musik yang mampu memeluk luka, memberi ruang aman bagi mereka yang masih belajar melepaskan.
Album Candramawa akan dirilis oleh Danilla bersama Laguland pada tahun 2026.

Tentang Danilla
Danilla Riyadi dikenal sebagai salah satu sosok paling otentik dalam lanskap musik Indonesia. Sejak awal kariernya, ia konsisten menghadirkan karya yang kaya nuansa emosional, filosofis, dan naratif. Kemampuannya meramu cerita personal menjadi refleksi universal menjadikan setiap rilisan bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk direnungkan.


