Di tengah realitas yang makin sulit diajak berjoget, Pop Markotop justru menyalakan pesta. Single ketiga proyek musik satu orang besutan Nuris Sungkar ini hadir dengan judul yang sudah cukup bicara banyak: “Dan Kepalaku Berdisko Lagi”—sebuah lagu tentang biaya hidup, cicilan, pajak, dan kecemasan yang dikemas dalam ritme disko yang menghentak dan satir yang tajam.

Ironi yang Terlalu Akrab
“Dan Kepalaku Berdisko Lagi” berdiri di atas sebuah ironi yang sangat dikenal oleh kelas pekerja urban hari ini. Lagu ini tidak memilih untuk diam atau mengeluh—ia memilih untuk menari, tapi dengan sadar penuh bahwa lantai dansa itu dibangun di atas tumpukan kewajiban finansial dan tekanan sosial yang tidak pernah benar-benar pergi.
Pop Markotop menangkap satu fenomena yang terasa semakin relevan: kelas menengah yang lebih sering terasa seperti ilusi daripada pencapaian nyata. Gaji datang, gaji pergi. Tabungan ada, tapi tidak pernah cukup terasa aman. Dan di tengah semua itu, kepala tetap harus berdisko.
Lirik yang Lucu, Tapi Menusuk Tepat Sasaran
Kekuatan terbesar lagu ini ada pada cara Nuris Sungkar bermain dengan bahasa. Setiap baris liriknya terasa seperti lelucon yang baru sadar menyakitkan setelah selesai tertawa.
Ada harapan sederhana agar tabungan bisa berbunga—seperti hati yang sedang berbunga-bunga. Ada keinginan untuk berkembang yang berujung pada “berkembang biak kena pajak”. Ada “Melambung harga properti setinggi asam lambung pro party” yang dalam satu kalimat berhasil merangkum krisis properti dan gaya hidup yang saling bertabrakan. Dan ada “Ketika kelas pekerja serasa pekerja berkelas”—mungkin satu baris terbaik dalam lagu ini, yang merangkum generasi yang terlihat mapan di luar, tetapi hidup dari gaji ke gaji.
Melalui baris-baris ini, Pop Markotop tidak sekadar menulis lagu. Ia menulis catatan kaki tentang kehidupan kelas menengah urban hari ini—hanya saja dengan distorsi gitar dan ritme disko sebagai mediumnya.
Satu Orang, Semua Instrumen
Sebagai one-man band, Nuris Sungkar mengerjakan hampir segalanya sendiri. Ia menyanyi sekaligus memainkan bass, gitar, dan drum dalam lagu ini—sebuah proses yang mencerminkan semangat DIY yang selama ini menjadi fondasi Pop Markotop.
Dalam proses produksi, ia berkolaborasi bersama Rula Savira sebagai co-producer, yang membantu membentuk suara “Dan Kepalaku Berdisko Lagi” agar tetap ramai, tajam, dan berlapis—tanpa kehilangan sisi jenaka dan satir yang sudah menjadi ciri khas proyek ini sejak awal.
Hasilnya adalah lagu yang terasa seperti pesta yang diselenggarakan oleh seseorang yang tahu betul bahwa pesta itu sebenarnya tidak terjangkau—tapi tetap digelar, karena kadang itu satu-satunya cara untuk bertahan.
Dari Dua Single ke Identitas yang Makin Jelas
“Dan Kepalaku Berdisko Lagi” adalah single ketiga Pop Markotop, dan sekaligus yang paling tegas dalam memperjelas ke mana proyek ini bergerak. Setelah dua rilisan sebelumnya memperkenalkan identitas pop liar dengan energi rok alternatif, single ini membuktikan bahwa Pop Markotop bukan sekadar eksperimen—melainkan suara yang konsisten, tajam, dan tahu persis apa yang ingin disampaikan.
“Dan Kepalaku Berdisko Lagi” resmi dirilis pada 26 Maret 2026 dan kini tersedia di seluruh platform musik digital. Pop Markotop dapat ditemukan di Instagram melalui @popmarkotop dan di TikTok melalui @pop.markotop.


