Costive kembali. Unit emo muda asal Malang ini merilis single terbaru bertajuk “Where the Ashes Hide” melalui Haum Entertainment pada akhir Oktober 2026 — sebuah lagu alternatif-rock yang menggambarkan suasana getir ketika sebuah hubungan berakhir dan hanya menyisakan jejak-jejak kenangan yang perlahan memudar.

Perpisahan yang Tidak Diucapkan, tapi Terasa di Mana-Mana
Yang membuat “Where the Ashes Hide” terasa berbeda dari banyak lagu tentang perpisahan adalah cara Marcellino, penulis lagu ini, memilih untuk menceritakannya — bukan melalui konfrontasi atau air mata, melainkan melalui detail benda dan suasana yang ditinggalkan.
Ponsel yang tertelungkup. Meja yang kosong. Mantel yang tertinggal. Aroma bensin yang menggantung di udara.
Costive menggunakan metafora perubahan musim, api yang padam, dan abu yang tersembunyi untuk merepresentasikan kenangan yang perlahan memudar — tapi tidak pernah benar-benar bisa dihapus sepenuhnya. Memasuki bagian interlude, suasana lagu menjadi semakin gelap dan sunyi, seiring gambaran bara yang menghilang dan langkah seseorang yang pergi.
Dan lagu ini ditutup dengan satu kesadaran yang paling menyakitkan: seseorang yang dahulu begitu dekat kini telah menjadi “a stranger I used to know” — orang asing yang dulu pernah sedekat udara.
Marcellino menjelaskan inti dari apa yang ingin ia sampaikan:
“Inti dari lagu ini sebenarnya memaparkan bahwa ada masa ketika kita mengenal seseorang begitu dekat, sampai akhirnya harus menerima bahwa dia kini hanya menjadi orang asing yang pernah kita kenal.”
— Marcellino
Dari H4ze Studio ke W8 Project Studio
Diproduksi pada pertengahan Juli 2026, “Where the Ashes Hide” dikerjakan sepenuhnya oleh Marcellino bersama Costive di H4ze Studio miliknya — sebuah proses yang mandiri namun tidak sendirian. Bagian drum direkam oleh Ivan di Virtuoso Music Studio Malang, sementara proses mixing dan mastering dibantu oleh Yudhistiro Lilo P. di W8 Project Studio. Dari Juli hingga September 2026, keseluruhan proses berlangsung dalam tiga bulan, sebelum memasuki tahap pasca produksi di Oktober.
Lima Orang, Satu Band, dan Usaha Kuliner di Sela-selanya
Costive terdiri dari Aldy (vokal), Poteh (lead guitar), Marcellino (rhythm guitar), Reyhan (bass), dan Ivan (drum) — lima personel muda yang menjalankan band ini di sela-sela kehidupan dan tanggung jawab masing-masing, termasuk beberapa anggota yang juga menjalankan usaha di bidang kuliner.
Tapi musik tetap berjalan. Dan setelah “Where the Ashes Hide”, rencana ke depannya sudah jelas.
“Untuk rencana selanjutnya setelah perilisan single ini, kami akan masih meneruskan produksi lagu lainnya di studio. Kami juga mungkin akan mengusahakan tampil di gigs-gigs lokal di sela-sela kesibukan kewirausahaan beberapa anggota kami di bidang kuliner.”
— Aldy
Abu dari Sesuatu yang Pernah Membara
Melalui “Where the Ashes Hide”, Costive berharap pendengar bisa ikut merasakan atmosfer emosional yang mereka bangun dalam lagu ini — tentang perasaan ketika sebuah hubungan benar-benar berakhir, kenangan yang perlahan memudar, seseorang yang berubah menjadi asing, dan aroma hangus abu dari sesuatu yang pernah membara.
Tidak semua akhir datang dengan drama. Kadang ia datang perlahan — seperti bara yang padam, seperti abu yang tersembunyi di tempat yang tidak lagi ada yang mencarinya.
Single “Where the Ashes Hide” dari Costive kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital melalui Haum Entertainment.


