Melanjutkan Rangkaian Rilisan Produktif Sepanjang 2025
Solois pop asal Kota Malang, Cicilia Elsa, kembali melanjutkan tren produktifnya di tahun 2025 dengan merilis single terbaru berjudul “Halaman Terakhir”. Lagu ini menjadi kelanjutan dari deretan karya sebelumnya seperti “Missing You”, “Looping Lie”, dan “Perfect Lie” yang dirilis secara konsisten sepanjang tahun. “Halaman Terakhir” menandai bab baru dalam eksplorasi musikal dan ekspresi personal Cicilia Elsa, menghadirkan warna yang lebih emosional dan reflektif dibandingkan rilisan-rilisan sebelumnya.

Kompilasi Perasaan Patah Hati yang Paling Personal
“Halaman Terakhir” lahir dari kumpulan perasaan kekecewaan, pengkhianatan, dan ekspektasi yang tidak terpenuhi dalam sebuah hubungan. Setiap baris liriknya bersumber dari pengalaman pribadi yang secara jujur dituangkan oleh Cicilia Elsa. Ia menggambarkan lagu ini sebagai curahan amarah dan kelelahan emosional yang muncul ketika rasa percaya dikhianati. “Lagu ini sebenarnya kompilasi perasaanku pribadi, intinya sih hal sebel gini nggak bakal muncul kalau nggak dikhianati,” ungkap Elsa, menegaskan kedekatan emosionalnya dengan karya ini.
Perpaduan Lirik Emosional dan Semiotika Perasaan
Dalam penulisannya, Cicilia Elsa memadukan perasaan aktual yang ia alami dengan elemen semiotika yang merepresentasikan rasa kecewa dan luka batin. Proses kreatif “Halaman Terakhir” terjadi pada awal tahun 2025 dan menjadi pencapaian personal bagi Elsa, yang sebelumnya lebih nyaman menulis lirik dalam bahasa Inggris.

Kali ini, kata-kata berbahasa Indonesia justru mengalir secara natural. “Aku tuh lebih nyaman nulis lirik bahasa Inggris, nah pas ‘Halaman Terakhir’ ini justru yang keluar lirik bahasa Indonesia karena perasaanku saat itu tertuang secara langsung,” jelas musisi yang juga bergelar Magister Arsitektur ini.
Aransemen Pop Sendu dengan Sentuhan Dance-y
Nuansa emosional lagu ini dipadukan dengan aransemen pop bertempo sedang yang menghadirkan sedikit sentuhan dance-y, mencerminkan mixed-feelings yang dirasakan Cicilia Elsa saat proses penciptaannya. Untuk meramu formula produksi yang tepat, Elsa bekerja sama dengan musisi sekaligus kompatriot asal Malang, Fifan Christa atau yang dikenal dengan nama Atlesta. Kerja sama ini menjadi pengalaman produksi pertama mereka bersama. “Fifan mengerti visi yang ingin aku capai di lagu ini, dan dia menerjemahkan setiap perasaanku ke dalam tiap elemen secara sempurna — bener-bener bikin kita berdua lega,” tuturnya.

Anthem untuk Para Pejuang Hubungan
Melalui “Halaman Terakhir”, Cicilia Elsa berharap lagu ini dapat menjadi penguat bagi para pendengar yang pernah merasakan luka serupa dalam hubungan. Ia ingin karyanya menjadi ruang untuk berdamai dengan masa lalu, tanpa kehilangan harapan akan kebahagiaan di masa depan. “Baik-baik ya kalian semua yang relate sama lagu ini, semoga berbahagia dengan pasangannya dan bisa lupain rasa sakit di masa lalu. Salam cegil,” tutup Elsa.


