Ali Lesmana Hadirkan Refleksi Kesendirian Lewat Single “Lebaran”

Di tengah riuhnya kehidupan kota besar, kesendirian kerap dianggap identik dengan rasa sepi. Namun melalui single terbarunya berjudul “Lebaran”, Ali Lesmana justru menawarkan sudut pandang yang berbeda: bahwa dalam kesendirian, seseorang dapat menemukan kejernihan pikiran sekaligus makna hidup yang lebih dalam.

Single ini menjadi karya yang sarat refleksi, menghadirkan cerita personal tentang perjalanan batin seorang individu yang mencoba memahami hidup di tengah hiruk pikuk kota. Melalui pendekatan musik yang hangat dan kontemplatif, Ali Lesmana mengajak pendengar untuk melihat kesendirian bukan sebagai kekosongan, melainkan sebagai ruang untuk berdialog dengan diri sendiri.


Perjalanan Mencari Makna Hidup

Music video “Lebaran” turut memperkuat pesan yang dibawa oleh lagu ini. Video tersebut menggambarkan perjalanan Ali di tengah dinamika kota Jakarta, yang perlahan membawanya pada sebuah titik perenungan mendalam.

Kisah visual dimulai dari sebuah studio musik—ruang yang merepresentasikan dunia tempat manusia berkarya dan menjalani kehidupan—hingga berujung pada kunjungan ke makam sang ayah. Alur tersebut menjadi simbol perjalanan hidup manusia yang pada akhirnya bermuara pada hubungan spiritual dengan Tuhan.

Elemen personal dalam video ini terasa semakin kuat karena makam yang ditampilkan memang merupakan makam asli ayah Ali Lesmana. Kehadiran detail ini menjadikan narasi yang disampaikan terasa lebih jujur, intim, dan autentik.


Kolaborasi Bersama Komposer “Cinta Rasul”

“Lebaran” juga memiliki makna penting dalam perjalanan karier Ali Lesmana karena menjadi single pertama yang dirilis di bawah label Swara Sahabat, bagian dari Haddad Alwi Production.

Lagu ini diciptakan secara khusus oleh Alwi Husin, komposer yang dikenal sebagai sosok di balik karya-karya fenomenal dalam seri “Cinta Rasul.” Melalui kolaborasi ini, tercipta sebuah karya yang tidak hanya musikal, tetapi juga sarat pesan spiritual dan refleksi kehidupan.

Karya ini didedikasikan untuk Ali Lesmana, seorang musisi yatim yang kini berjuang membantu keluarganya di tengah kerasnya kehidupan kota besar. Cerita personal tersebut menjadi fondasi emosional yang membuat lagu ini terasa dekat dan menyentuh.


Proses Syuting yang Intim dan Sederhana

Proses produksi music video “Lebaran” juga memiliki cerita tersendiri. Pengambilan gambar dilakukan saat Jakarta berada dalam kondisi siaga hujan lebat, yang membuat sejumlah lokasi biasanya ramai—seperti area KRL dan kawasan Kota Tua—terlihat lebih lengang dari biasanya.

Seluruh proses syuting diselesaikan hanya dalam satu hari dengan menggunakan satu kamera, yaitu DJI Osmo Pocket 3. Pendekatan produksi yang sederhana ini justru menghadirkan nuansa visual yang intim dan natural, memperkuat atmosfer reflektif yang ingin disampaikan oleh lagu tersebut.


Kesendirian yang Menemukan Makna

Melalui “Lebaran,” Ali Lesmana tidak hanya menghadirkan sebuah lagu, tetapi juga sebuah perjalanan batin tentang kehilangan, penerimaan, dan pencarian makna hidup. Lagu ini menjadi pengingat bahwa dalam kesendirian, seseorang justru bisa menemukan kejelasan yang selama ini tersembunyi di tengah kebisingan dunia.

Single “Lebaran” dari Ali Lesmana kini telah resmi dirilis dan dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming musik digital, lengkap dengan music video yang menghadirkan pengalaman visual yang intim dan penuh refleksi.

Scroll to Top