Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” dari Idgitaf tengah ramai diperbincangkan dan viral di media sosial. Dengan lirik yang sederhana namun emosional, lagu ini menyentuh banyak pendengar yang pernah berada dalam posisi mencintai tanpa banyak diminta, tetapi selalu siap hadir kapan pun dibutuhkan.

Lirik Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” – Idgitaf
Jadi waktu itu dingin
Kuberi kau hangat
Walaupun ku juga beku
Tapi ku aman saat kau nyaman
Jadi waktu itu panas
Kuberi kau angin
Walaupun ku juga gerah
Tapi ku penuh saat kau teduh
Sudah paham ‘kan sejauh ini?
Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan
Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
Jika tak setara, kumaafkan
Memang sebegitunya aku
Ku tak punya pilihan
Yang dikendali pikiran
Ada namamu disebutkan
Ke situlah arahku berjalan
Sudah paham ‘kan sejauh ini?
Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan
Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
Jika tak setara, kumaafkan
Memang sebegitunya aku
Soal cinta, aku jatuh, yeah-hey
Ini janjiku
Untuk hadir dan mencintaimu
Di hari baikmu
Dan di hari burukmu
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan
Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan
Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
(Jika tak setara) kumaafkan
Memang sebegitunya aku
Soal cinta, aku jatuh, hey
sedia aku sebelum hujan
(Yang siapkan bekalmu di peperangan)
Sedia aku sebelum hujan

Makna Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan”
Cinta yang Hadir Sebelum Diminta
Melalui lagu ini, Idgitaf menggambarkan sosok yang selalu hadir lebih dulu sebelum masalah datang. “Sedia aku sebelum hujan” menjadi simbol kesiapan emosional—tentang seseorang yang memilih berjaga, melindungi, dan menopang pasangannya bahkan sebelum rasa sedih atau kesulitan muncul.
Pengorbanan Tanpa Banyak Suara
Lirik-liriknya memperlihatkan bentuk cinta yang tenang namun berat. Saat pasangan merasa dingin, ia memberi hangat. Saat pasangan merasa panas, ia memberi teduh. Namun di saat bersamaan, ia juga ikut merasakan dingin dan gerah tersebut. Lagu ini menyoroti pengorbanan yang sering kali tidak terlihat, tetapi terus dilakukan demi orang yang dicintai.
Hubungan yang Tidak Selalu Setara
Salah satu kekuatan lagu ini terletak pada pengakuan akan ketimpangan dalam hubungan. Kalimat tentang memaafkan ketidaksetaraan menunjukkan kesadaran bahwa cinta tidak selalu berjalan seimbang. Meski demikian, tokoh dalam lagu memilih bertahan karena rasa cinta yang lebih besar dari keinginan untuk menuntut.
Janji untuk Tetap Bertahan
Di bagian akhir, lagu ini menegaskan komitmen untuk hadir di hari baik maupun hari buruk. Cinta digambarkan bukan sebagai sesuatu yang indah setiap waktu, melainkan sebagai keputusan untuk tetap tinggal, menemani, dan mencintai secara utuh—bahkan saat tidak selalu mendapat hal yang sama kembali.

Kenapa Lagu Ini Banyak Dirasakan Pendengar
“Sedia Aku Sebelum Hujan” terasa dekat karena mewakili perasaan banyak orang yang pernah mencintai dengan sepenuh hati. Lagu ini bukan tentang cinta yang ramai, melainkan tentang cinta yang setia, sabar, dan sering kali berjalan dalam diam.


