Lirik dan Makna Lagu “Taguling Guling” — Silet Open Up feat. Jacson Zeran, Ecko Show & Diva Aurel

Setelah Sukses “Tabola Bale”, Silet Open Up Gandeng Jacson Zeran, Ecko Show & Diva Aurel Rilis “Taguling Guling”


Grup musik asal Indonesia, Silet Open Up, kembali meramaikan industri musik dengan merilis single terbarunya berjudul “Taguling Guling” pada 16 Januari 2026. Dalam lagu ini, Silet Open Up menghadirkan kolaborasi bersama sejumlah musisi yakni Jacson Zeran, Ecko Show, dan Diva Aurel, yang menghasilkan warna musikal unik dan nuansa Timur Indonesia yang kental. Lagu ini dirilis di kanal YouTube resmi Silet Open Up dan langsung menarik perhatian banyak pendengar berkat liriknya yang ringan, bahasa daerah yang khas, serta beat enerjik yang mudah diikuti.

Lirik Lagu “Taguling Guling” – Silet Open Up

Ade bikin kaka mo gila
Manis tarada dua
Itu muka ka gula

Ade nona ko makan apa
Suka tebar pesona
Kaka macam mo gila

Ade nona buat kaka taguling taguling
Kepala sakit taguling taguling
Macam mo mati taguling
Gara gara ade nona e

Manis sekali taguling taguling
Buat salting taguling taguling
Kaka ni jadi taguling karna ade nona e

Ala alamak, tergila gila orang pu anak
Mo dekat tapi pikir caranya bagaimana ah
Dulu Maimuna skarang terajana
Belis mahal karena su sarjana

Tapi sa takut sama tante, tante tara sante
Baru maso rumah dapa suruh dudu lante
Ooo macam tikus tagepe
Ooo hidup su aneh aneh

Rasa di hati su berbunga-bunga
Ade senyum kaka meninggal dunia
Taguling-taguling ko bikin tambah salting
Tabanting pontang panting dan pusing tujuh keliling (tujuh keliling)

Nan denai takuik dulu uda ka denai maele
Le le makin maleh dek uda mabuak maere ere
Caliak manih uda tapadayo denai di buek e
Kini lah cinto ndeh uda oi mati tande

Tolong lah bakareh kaka suka ade
Dulu denai diamkan
Ondeh kini den pajaleh

Eee Ecko Show

Tolong ade trima trima trima
Kaka punya cinta cinta cinta
Kalo sampe tidak tidak tidak
Kaka bisa gila gila gila

Kaka taguling kong tabanting
Lia ade sampe salting
Hati tagate tabola bale
Bikin susah tidur sampe

A aduh sialan
B begitu andalan
C paksa kenalan
D dengan sa pu gombalan

Aduh laki laki timur ini memang sudah jatuh
Mo tahan tapi talalu kepala batu
Su manis tambah ade lai ko pake gincu
Kaka pu hati jatuh di situ

Nona senyum talalu candu
Lirik tipis sambil stecu
Aduh du mama e
Sa mo dia jadi ana mantu

Ade bikin kaka mo gila
Manis tarada dua
Itu muka ka gula

Ade nona ko makan apa
Suka tebar pesona
Kaka macam mo gila

Ade nona buat kaka taguling taguling
Kepala sakit taguling taguling
Macam mo mati taguling
Gara gara ade nona e

Manis sekali taguling taguling
Buat salting taguling taguling
Kaka ni jadi taguling
Karna ade nona e


Makna Lagu “Taguling Guling”

1. Gambaran Rasa Kagum yang Berlebihan tapi Jujur

Secara garis besar, lagu ini bercerita tentang rasa kagum yang begitu kuat terhadap sosok perempuan, hingga digambarkan dengan istilah fisik yang hiperbolik seperti “taguling-guling”, kepala sakit, dan macam mau gila. Ungkapan-ungkapan ini tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan sebagai metafora atas emosi yang campur aduk saat jatuh cinta.


2. Bahasa Daerah sebagai Identitas dan Humor

Salah satu kekuatan utama lagu ini terletak pada penggunaan bahasa dan dialek daerah, khususnya dari Indonesia Timur, yang dipadukan dengan potongan bahasa Minang. Pendekatan ini membuat lagu terasa:

  • lebih personal
  • jujur secara budaya
  • dan menghadirkan unsur humor yang alami

Pilihan bahasa ini bukan sekadar gaya, melainkan bagian dari cara bercerita yang mencerminkan latar sosial dan keseharian tokoh dalam lagu.


3. Cinta, Gugup, dan Realitas Sosial

Di balik nuansa ringan dan lucu, lagu ini juga menyentuh realitas sosial dalam pendekatan romantis, seperti:

  • rasa minder,
  • ketakutan terhadap keluarga pasangan,
  • hingga persoalan ekonomi dan status pendidikan.

Semua elemen tersebut disampaikan tanpa nada menggurui, melainkan lewat cerita yang apa adanya, sehingga pendengar dapat menangkap dinamika cinta dari sudut pandang yang lebih manusiawi.


4. Karakter Maskulinitas yang Diekspresikan secara Santai

Tokoh “kaka” dalam lagu digambarkan sebagai figur laki-laki yang:

  • mudah jatuh hati,
  • gugup,
  • canggung,
  • namun tetap berusaha mengekspresikan perasaannya.

Pendekatan ini menghadirkan maskulinitas yang cair, tidak kaku, dan tidak dominan, melainkan penuh humor dan kerentanan.


5. Lanjutan Identitas Musikal Silet Open Up

Jika pada karya sebelumnya Silet Open Up dikenal lewat ungkapan emosional khas dan permainan bahasa daerah, “Taguling Guling” dapat dibaca sebagai kelanjutan eksplorasi tersebut. Lagu ini menegaskan posisi mereka sebagai musisi yang mengangkat cerita lokal dengan pendekatan pop yang mudah diterima pendengar luas.


Kesimpulan

“Taguling Guling” bukan sekadar lagu tentang jatuh cinta, melainkan potret ekspresi emosional yang dibungkus dengan humor, dialek daerah, dan cerita keseharian. Lewat lagu ini, Silet Open Up kembali menunjukkan bagaimana bahasa lokal dan pengalaman personal dapat diolah menjadi karya yang ringan, komunikatif, dan relevan bagi banyak pendengar.

Scroll to Top