Tentang Lagu dan Inspirasi

Lagu “Bergema Sampai Selamanya” resmi dirilis pada 31 Januari 2025 oleh Nadhif Basalamah, sebagai refleksi atas momen cinta yang penuh kehangatan dan syukur. Liriknya ditulis saat Nadhif berada di pinggir Danau Kawaguchi—momen di mana teriakan namanya dan kekasihnya bergema di alam terbuka, menumbuhkan inspirasi untuk menciptakan lagu tersebut. Lagu ini juga hadir bersamaan dengan momen spesial ketika ia melamar kekasihnya dengan latar megah Gunung Fuji.
Lirik Lagu “Bergema Sampai Selamanya”
Aku ingin jadi teman nyamanmu
Tempat kau hilangkan keluh kesahmu
Kita berbincang tak karuan, tanpa beban
Dan juga khayalan tentang masa depan
Ku tak ingin cepat berlalu (berlalu)
Waktu yang kupunya denganmu
Kita berdansa dan tertawa, gandeng tangan
Semoga bergema sampai selamanya
Dunia pasti ada akhirnya
Bintang-bintang pun ada umurnya
Maka tenang saja, kita di sini berdua
Nikmati sementara yang ada
Bersandar padaku, taruh di bahuku
Relakan semua, bebas semaumu
Percayalah, ini sayang terlewatkan
Kusampaikan dalam nyanyian, bergema sampai selamanya
Dunia pasti ada akhirnya
Bintang-bintang pun ada umurnya
Maka tenang saja, kita di sini berdua
Nikmati sementara yang ada
Dunia pasti ada akhirnya
Bintang-bintang pun ada umurnya
Maka tenang saja, kita di sini berdua
Nikmati sementara yang ada
Semoga bergema selamanya
Makna Lagu – Analisis
1. Cinta yang Menenangkan & Mendalam
Lagu ini menggambarkan keinginan Nadhif untuk menjadi sosok pelindung dan pendengar yang nyaman bagi kekasihnya. Lewat baris “Aku ingin jadi teman nyamanmu, tempat kau hilangkan keluh kesahmu”, tergambar rasa cinta yang tidak hanya romantis, tapi juga penuh pengertian dan kehangatan.
2. Makna Waktu yang Berharga
Ada keinginan kuat untuk menghargai setiap detik kebersamaan: “Ku tak ingin ini cepat berlalu…” menunjukkan kesadaran bahwa momen bersama sangat berharga dan patut dinikmati penuh.
3. Kesadaran Akan Kefanaan
Chorus lagu menghadirkan falsafah universal: segala sesuatu pasti memiliki akhir, termasuk cinta dan kehidupan. Namun, justru karena terbatas, momen inilah yang membuatnya berharga:
“Dunia pasti ada akhirnya, bintang pun ada umurnya… nikmati sementara yang ada.”
4. Harapan Abadi
Nadhif menutupnya dengan pesan kekal: “Semoga bergema sampai selamanya.” Ini bukan sekadar ungkapan romantis, tapi doa dan janji agar cintanya terus bergaung, meski waktu terus berjalan.
5. Simbol Gema dan Cinta yang Menggema
Di balik narasi liriknya, lagu ini memuat metafora tentang gema — suara yang dipancarkan dan kembali terdengar — sebagai cerminan harapan agar cinta bisa resonan hingga waktu tak lagi membeda-bedakan.


