Ada perasaan yang tidak memiliki tempat di kehidupan yang sedang dijalani — dan Eas.y memilih untuk tidak berpura-pura bahwa perasaan itu tidak ada.

Band sophisti-pop ini kembali dengan single terbaru bertajuk “To Saturn and Beyond”, kali ini menghadirkan Bima Geraldi dari Girl and Her Bad Mood sebagai kolaborator. Sebuah lagu tentang dua orang yang jatuh cinta pada waktu yang tidak memungkinkan — dan keputusan untuk menyimpan kemungkinan itu di suatu tempat yang jauh, jauh di luar jangkauan keadaan sekarang.
Cerita dari Pengalaman yang Nyata
“To Saturn and Beyond” berangkat dari pengalaman Erland Oktafaisal, gitaris Eas.y. Perasaan itu tumbuh di antara dua orang yang sama-sama sudah memiliki pasangan — ada kedekatan yang semakin dalam, ada perasaan yang tidak bisa begitu saja diabaikan, namun juga ada kesadaran penuh bahwa melangkah lebih jauh akan menyakiti orang lain.
Keputusan yang diambil bukan untuk mengikuti perasaan itu. Tapi perasaan itu tetap ada — dan dari sana muncul sebuah harapan yang terasa sangat manusiawi: jika memang tidak bisa sekarang, mungkin di kehidupan yang lain.
Dari harapan sederhana itulah, judul “To Saturn and Beyond” menemukan maknanya. Sebuah perjalanan ke ruang imajiner — tempat di mana dua orang itu bisa bertemu kembali, tanpa keadaan yang sama seperti sekarang menghalangi mereka.
Lirik yang Datang Sebelum Studio
Bastya Indrawan, kibordis sekaligus vokalis Eas.y, bercerita tentang bagaimana proses penulisan lagu ini berlangsung dengan cara yang tidak biasa:
“Liriknya tercipta sangat cepat, bahkan sudah terngiang di kepala saat sebelum rekaman di studio. Kami match the vibe dengan topik di lagu ini jadi liriknya pun seakan langsung muncul di kepala.”
— Bastya Indrawan
Ada juga detail kecil yang baru ditambahkan sebulan sebelum rilis — sebuah insert call di bagian intro — yang justru menjadi elemen penting dalam mempertegas emosi keseluruhan lagu.
Sophisti-Pop yang Hangat dan Sedikit Melankolis
Secara musikal, Eas.y tidak bergerak jauh dari jalur yang sudah mereka bangun — dan itu disengaja. Lapisan synth, permainan keyboard, gitar, drum, dan vokal Karima Sasiseptiana membentuk suasana yang hangat sekaligus menyimpan melankolia di bawah permukaannya. Referensi dari HONNE, Everything But The Girl, dan Scritti Politti masih terasa dalam lanskap musikal lagu ini, tapi tetap diolah dengan pendekatan yang khas Eas.y.
Formasi yang mengisi lagu ini masih sama: Karima Sasiseptiana (vokal), Bastya Indrawan (keyboard), Yogie Satya (drum), dan Erland Oktafaisal (gitar). Produksi kembali ditangani oleh Bastya, dengan proses mixing dan mastering dikerjakan di Haum Studio.
Dua Suara untuk Dua Sisi Perasaan
Kolaborasi dengan Bima Geraldi dari Girl and Her Bad Mood bukan sekadar tambahan warna. Kehadiran dua karakter vokal dalam satu lagu mencerminkan apa yang memang ada dalam ceritanya — dua sisi dari satu perasaan yang sama, yang masing-masing punya bobotnya sendiri.
Dan ketika dua suara itu bertemu dalam “To Saturn and Beyond”, cerita yang ingin disampaikan terasa lebih utuh dari yang bisa disampaikan oleh satu suara saja.
Kemungkinan yang Memilih untuk Tetap Tinggal
Pada akhirnya, “To Saturn and Beyond” adalah catatan tentang sebuah perasaan yang memilih untuk tidak pergi — tapi juga tidak merusak. Tentang seseorang yang mungkin datang di waktu yang salah, namun meninggalkan sesuatu yang tetap ingin dikenang.
Bastya menutupnya dengan kalimat yang terasa seperti pesan personal sekaligus universal:
“Semoga orang-orang nggak nyalahin cinta walaupun dia datang di waktu yang kurang tepat, semoga orang-orang nggak takut jatuh cinta karena masih ada kehidupan selanjutnya untuk bisa bareng.”
— Bastya Indrawan
“To Saturn and Beyond” dari Eas.y kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital. Video lirik hadir pada 26 September 2026 di YouTube.


