Cema tidak hanya merilis lagu baru. Ia kembali dengan cara yang lebih dalam dari itu — merentangkan tangan ke arah versi dirinya yang lebih muda, dan mengajaknya berdialog.
Single terbaru bertajuk “Seperti Baru Kemarin” kini resmi hadir di seluruh platform musik digital, menandai babak baru setelah perjalanan panjang dari Surabaya ke Jakarta dan segala yang berubah di antaranya.

Bukan Nostalgia Biasa
“Seperti Baru Kemarin” bukan lagu tentang kerinduan yang pasif. Ia adalah fragmen naratif yang sangat personal — sebuah dialog terbuka antara sosok Cema hari ini dengan versi dirinya di masa lalu.
Keputusan untuk merantau dari Surabaya ke Jakarta setelah merilis album “The Reasons Why” (2024) menjadi titik balik yang krusial dalam perjalanan ini. Bukan semata-mata demi karier musik, melainkan sebuah proses pendewasaan yang memaksa Cema untuk membedah memori lama dan menjahitnya menjadi penerimaan yang utuh.
“Meskipun terinspirasi dari memori personal bersama orang-orang terdekat, lagu ini sengaja dibiarkan tumbuh dengan narasi terbuka. Ada ruang yang disediakan bagi siapa saja untuk memberikan tafsir mereka sendiri, mengubah cerita yang tadinya personal menjadi milik bersama secara universal.”
— Cema
Pertama Kalinya dalam Bahasa Indonesia
“Seperti Baru Kemarin” menyimpan satu penanda yang terasa signifikan dalam perjalanan Cema sebagai musisi: ini adalah pertama kalinya ia menulis lirik dalam Bahasa Indonesia — setelah dua album penuh dan beberapa single sebelumnya dilesatkan dalam Bahasa Inggris.
Perpindahan bahasa ini bukan keputusan kecil. Ia mencerminkan kedekatan yang lebih dalam dengan cerita yang ingin disampaikan — bahwa beberapa memori dan perasaan hanya bisa diucapkan dengan tepat dalam bahasa yang paling dekat dengan akar.
Lagu berdurasi hampir 5 menit ini pun menjadi ruang yang cukup luas untuk membiarkan cerita itu mengalir tanpa terburu-buru.
Pop Ballad 2000-an Bertekstur Vintage 80-an
Secara musikal, “Seperti Baru Kemarin” mempertemukan dua era dalam satu pengalaman mendengarkan yang terasa akrab sekaligus baru. Kemegahan pop ballad 2000-an berpadu dengan tekstur vintage khas 80-an — atmosfer sendu yang dibangun memberikan ruang bagi vokal Cema untuk bercerita tanpa sekat.
Arah ini juga menjadi penanda perkembangan musikal Cema yang kini terasa jauh lebih eksploratif dalam balada sebagai garis besar gaya pop-nya — sebuah evolusi yang terasa organik dan tidak dipaksakan.
Artwork dari Core Memory, Ilustrasi dari Tangan Sendiri
Totalitas Cema dalam menyambut fase baru ini tidak berhenti di audio. Untuk cover artwork, ia memilih sebuah foto yang sangat bermakna secara personal:
“Artwork foto itu mewakili salah satu core memory selama hidupku. Di antara banyaknya kenangan manis dan pahit, kenangan baik itulah yang akhirnya dipilih untuk mewakili lagu ini.”
— Cema
Di luar itu, sisi artistiknya juga dituangkan ke dalam ilustrasi yang ia kerjakan sendiri — yang nantinya akan hadir secara eksklusif dalam bentuk merchandise bagi para pendengar.
Fase 1 dari Perjalanan Menuju Album Ketiga
“Seperti Baru Kemarin” bukan karya yang berdiri sendiri. Ia adalah pembuka dari fase 1 dalam rangkaian perjalanan menuju album penuh ketiga Cema — yang akan dilanjutkan oleh fase-fase berikutnya, masing-masing berisi tiga lagu.
Sebuah struktur yang menunjukkan bahwa Cema sudah memandang lebih jauh ke depan, dan “Seperti Baru Kemarin” hanyalah undangan pertama untuk masuk ke dalam dunia yang sedang ia bangun.
Pasca “Being Okay” (2021) dan “The Reasons Why” (2024), babak ketiga Cema telah dimulai — dengan bahasa yang berbeda, arah yang lebih jelas, dan kejujuran yang semakin dalam.
Single “Seperti Baru Kemarin” dari Cema kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.


