Dennis Linggar, Vokalis Asal Jakarta yang Tampil di GRAMMY Museum Bersama Mosaic MSC

Panggung di Jantung Sejarah Musik Dunia

Program bertajuk “The Drop: Mosaic MSC” adalah agenda publik resmi yang dipresentasikan langsung oleh GRAMMY Museum — sebuah institusi yang didedikasikan untuk melestarikan sejarah musik dan memajukan pendidikan musik dunia. Program ini berpusat pada proses kreatif di balik album Mosaic MSC, “This Is How I Thank the Lord”, diikuti dengan penampilan live langsung di dalam museum.

Dennis Linggar hadir bukan sebagai tamu undangan biasa. Ia berperan sebagai vokalis dalam keseluruhan program — memberikan harmony vocals di berbagai bagian, sebelum akhirnya melangkah ke peran yang lebih besar: vokalis utama untuk lagu “Love of a Lifetime”.

Undangan itu datang langsung dari tim Mosaic MSC — yang sudah terlebih dahulu mengenal kemampuan dan kontribusi Dennis dalam komunitas musik Mosaic sebelumnya.

Dipilih karena Kemampuan, Profesionalisme, dan Karakter

Andres Figueroa, penulis lagu, musisi, dan vokalis utama Mosaic MSC, menjelaskan secara langsung mengapa Dennis dipilih untuk tampil di panggung bergengsi itu:

“We selected Dennis to perform at the GRAMMY Museum because of his vocal ability, professionalism, and understanding of Mosaic MSC’s sound. Dennis represents our community in a way that makes us proud, embodying the values, character, and spirit we believe in while also bringing distinctive talent and emotional depth to his performance.”

— Andres Figueroa, Mosaic MSC

Sebuah pengakuan yang tidak hanya berbicara tentang teknik vokal, melainkan juga tentang karakter — tentang seseorang yang tidak hanya bisa bernyanyi, tapi benar-benar memahami musik yang ia bawakan dan komunitas yang ia wakili.

Tercatat dalam Rekaman Resmi Mosaic MSC

Kontribusi Dennis dalam malam itu tidak berhenti di panggung. Ia juga tercatat sebagai performer dalam live recording “Love of a Lifetime” yang kemudian dirilis dalam deluxe edition album This Is How I Thank the Lord — sebuah kredit rekaman profesional yang mendokumentasikan kehadirannya dalam katalog karya Mosaic MSC secara permanen.

Bagi Dennis, penghargaan itu memiliki makna yang melampaui sekadar nama dalam liner notes:

“Being selected to perform in an official GRAMMY Museum program was an important milestone in my career. It gave me the opportunity to lead a song I had recorded with Mosaic MSC and present my artistry within an institution dedicated to preserving music history and advancing music education.”

— Dennis Linggar

Diakui Lebih dari Satu Pihak

Pengakuan terhadap kemampuan Dennis tidak hanya datang dari Mosaic MSC. Adan Castillo Jr., artis rekaman dan pelatih selebriti Hollywood, turut memberikan catatan tentang apa yang ia lihat dalam cara Dennis mendekati musik:

“As a recording artist, I have seen how Dennis approaches music with both technical discipline and emotional honesty. His vocal ability is matched by his willingness to serve the song and connect with the audience.”

— Adan Castillo Jr.

Dua hal yang disebutkan Castillo — disiplin teknis dan kejujuran emosional — adalah kombinasi yang tidak mudah ditemukan, dan keduanya hadir dalam diri Dennis.

Artis Jakarta yang Membangun Jejak di Los Angeles

Dennis Linggar adalah artis dan vokalis kelahiran Jakarta yang karyanya mempertemukan pengaruh R&B, neo-soul, gospel, dan faith-centered storytelling. Penampilannya di GRAMMY Museum bersama Mosaic MSC, disertai kredit vokal dalam rekaman resmi mereka, menjadi salah satu babak penting dalam perjalanannya sebagai musisi Indonesia yang berkarya di komunitas musik Los Angeles.

Karya orisinalnya mencakup single R&B dan neo-soul bertajuk “Siren Song” — sebuah penanda bahwa perjalanan Dennis tidak hanya tentang berkolaborasi dengan nama-nama besar, tapi juga tentang membangun suara dan identitasnya sendiri sebagai seorang artis.

Penampilan di GRAMMY Museum bukan puncak dari perjalanan Dennis Linggar. Ia adalah salah satu bab — dari sebuah cerita yang masih terus ditulis.

Scroll to Top