The Puspas terus melangkah. Setelah “Prasangka” dan “Lelah” memperkenalkan trio ini kepada pendengar, kini mereka hadir dengan single ketiga bertajuk “Energi” — sebuah lagu tentang perjuangan, waktu yang terus berjalan, dan keyakinan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia.

Energi yang Tidak Pernah Hilang, Hanya Berubah Bentuk
“Energi” lahir dari refleksi terhadap sesuatu yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari: banyak orang punya mimpi dan tujuan, tapi di perjalanannya harus berhadapan dengan kegagalan, tekanan, dan penilaian dari lingkungan sekitar. Momen-momen itu bisa membuat seseorang berhenti dan bertanya — apakah semua usaha ini benar-benar berarti?
The Puspas menjawab pertanyaan itu dengan keyakinan yang menjadi pesan utama lagu ini:
“Energi itu tidak akan pernah hilang, ia hanya berubah bentuk. Karena di setiap usaha, waktu, dan perjuangan yang telah diperjuangkan, akan berubah bentuk menjadi sebuah arti hidup.”
Sebuah perspektif yang terasa seperti pengingat yang paling tepat untuk siapa pun yang sedang di tengah perjalanan dan mulai meragukan langkahnya sendiri.
Lirik yang Bicara Langsung ke Inti
Ditulis oleh Abraham Manalu, lirik “Energi” bergerak dengan cara yang tidak berputar-putar. Ia langsung ke inti dari apa yang ingin disampaikan:
“Jarum jam terus berdenting / hening tanpa bergeming / putaran nasib akan selalu menggiring / ingin berdiri atau hanya terbaring?”
Pertanyaan di baris terakhir itu bukan retorika — ia adalah tantangan yang nyata. Dan bagian refrain menjawabnya dengan cara yang paling tegas:
“Segala usahamu / semua waktumu / setiap teriakmu / akan menjadi arti”
Empat baris yang terasa seperti teriakan bersama di tengah keramaian — dan memang begitulah ia bekerja paling baik.
Nama yang Punya Filosofi
The Puspas bukan nama yang dipilih sembarangan. Ia diambil dari kata puspas dalam KBBI — yang berarti campur aduk atau terdiri dari berbagai unsur yang beragam. Sebuah nama yang menggambarkan perpaduan karakter, pengalaman, dan pengaruh musik dari ketiga personelnya: Abraham Manalu (vokal & bass), Irwan Sanjaya (gitar), dan Mario Abhimantra (drum) — yang melebur menjadi satu identitas musikal yang khas.
Dengan “Prasangka” dan “Lelah” sebagai fondasi, “Energi” menjadi langkah ketiga yang mempertegas arah The Puspas: musik yang reflektif, jujur, dan tidak takut untuk berbicara tentang hal-hal yang benar-benar dirasakan.
Karya Kolektif dari Awal hingga Akhir
“Energi” dikerjakan secara kolektif — musik dan aransemen ditangani bersama oleh Irwan Sanjaya dan The Puspas, direkam di Starlight Studio, dengan proses mixing dan mastering di tangan Jati Seno. Artwork lagu ini pun dikerjakan sendiri oleh Mario Abhimantra, menjadikan keseluruhan karya ini benar-benar lahir dari tangan para personelnya sendiri di bawah naungan limamilli records.
Single “Energi” dari The Puspas kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.


