Parade Hujan Rilis Album Perdana “Punar”, Tanda Kembalinya Personel Payung Teduh dalam Satu Entitas Baru

Rindu punya cara tersendiri untuk menemukan jalan pulang. Dan bagi Mohammad Istiqamah Djamad, Alejandro Saksakame, dan Ivan Penwyn Panjaitan — tiga nama yang selama ini dikenal sebagai bagian dari Payung Teduh — rindu itu akhirnya membawa mereka kembali ke satu titik yang sama.

Di bawah nama Parade Hujan, ketiganya resmi merilis album perdana bertajuk “Punar” — kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming, lengkap dengan tur album yang dimulai 31 Juli 2026.


Rujuk Rindu Tiga Personel Payung Teduh

Parade Hujan lahir dari sesuatu yang tidak bisa dibuat-buat: kerinduan. Setelah sempat terpisah beberapa tahun, Mas Is (guitar, vocal), Cito (drum), dan Ivan (guitalele) kembali berkarya bersama di bawah entitas baru yang mereka sebut sendiri sebagai Rujuk Rindu — pertemuan kembali yang tidak hanya menyatukan tiga musisi, tapi juga menyatukan kembali sebuah energi kreatif yang pernah ada.

“Punar” adalah karya pertama dari pertemuan kembali itu. Delapan lagu yang dikerjakan sejak mereka bersatu kembali, tersusun dalam urutan yang tidak sembarangan — sebuah komposisi yang merepresentasikan siklus kehidupan yang berulang-ulang, dari awal hingga akhir yang kembali menjadi awal.


“Punar” dan Filosofi Hujan yang Selalu Kembali

Nama album ini bukan dipilih tanpa makna. Punar — dan keseluruhan filosofi di baliknya — berbicara tentang siklus: bahwa segala sesuatu yang pergi akan kembali, bahwa rindu punya muaranya sendiri, dan bahwa pertemuan yang paling bermakna adalah yang datang setelah penantian yang panjang.

Parade Hujan menggambarkan jiwa album ini lewat sebuah prosa yang terasa seperti puisi — tentang hari yang panas, tentang aroma tanah basah yang tiba-tiba membawa ingatan, tentang hujan yang datang menepuk bahu seperti sahabat lama yang berkata: lama tidak bersua.

Dari percikan hujan itu, mereka merangkai cerita. Tentang perjalanan dan kerinduan. Tentang jatuh cinta untuk pertama kalinya, tentang sabar menanti, tentang ruang gelap dalam hati yang perlahan diterima — dan cahaya yang selalu ada, meski mata belum terbiasa melihatnya.

Dan ketika hujan berhenti, sinar matahari kembali mengintip dari balik awan. Sebuah siklus yang berulang — seperti rindu yang selalu tahu jalan pulang.

“Jangan khawatir. Aku akan kembali. Dan kita akan berjumpa lagi.”


Delapan Lagu, Satu Narasi yang Utuh

Album “Punar” berisi delapan lagu yang tidak berdiri sendiri-sendiri. Urutan lagu dalam album ini disusun dengan kesadaran penuh — mengibaratkan siklus kehidupan yang berputar, dari momen pertama hingga kembali ke titik awal yang terasa berbeda setelah semua yang dilalui.

Ini bukan sekadar kumpulan lagu. Ini adalah sebuah perjalanan yang harus didengarkan dari awal hingga akhir untuk benar-benar merasakan apa yang ingin Parade Hujan sampaikan.


Tur Album yang Intim, dari Kota ke Kota

Perilisan “Punar” tidak berhenti di platform digital. Parade Hujan menyiapkan tur album yang dikemas secara intim — sebuah perjalanan untuk merayakan album perdana ini bersama pendengar secara langsung.

Tur dimulai pada 31 Juli 2026 dengan sesi pertama di area Jawa Timur, menyambangi Malang, Bojonegoro, Kediri, dan Lamongan. Sesi berikutnya akan berlanjut ke Jawa Tengah pada September, sebelum kemudian menjangkau kota-kota di seluruh Indonesia — dengan rencana lima kota di setiap provinsi setiap bulannya.

Di setiap pertunjukan, album “Punar” juga hadir dalam format fisik CD yang bisa didapatkan langsung, disandingkan dengan merchandise Parade Hujan — menjadikan setiap momen tur bukan hanya konser, tapi pengalaman yang bisa dibawa pulang.


Undangan untuk Bernyanyi Bersama

Parade Hujan tidak merilis “Punar” untuk didengarkan dari kejauhan. Mereka merilis album ini untuk dikumpulkan bersamanya — untuk dihafal liriknya, untuk dinyanyikan bersama di ruangan yang intim, untuk bertukar cerita dan bercengkerama di setiap kota yang mereka singgahi.

Karena pada akhirnya, “Punar” adalah tentang pertemuan. Antara musik dan pendengar. Antara masa lalu dan masa kini. Antara rindu yang lama tersimpan dan momen ketika ia akhirnya menemukan pelepasannya.

Album “Punar” dari Parade Hujan kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital. CD fisik tersedia di setiap pertunjukan tur.

Scroll to Top