Unit rock baru asal Bandung, Matasona, resmi memperkenalkan diri. Single debut mereka bertajuk “Meraki” dirilis pada 30 Juni 2026 melalui Res Publica Music — sebuah perkenalan pertama yang langsung menetapkan karakter: rock alternatif yang syahdu, lirik yang kontemplatif, dan pesan yang terasa sangat relevan dengan kehidupan hari ini.

“Meraki” dan Keberanian untuk Memperlambat Langkah
Kata meraki — yang secara konsep dimaknai sebagai melakukan sesuatu dengan sepenuh hati — menjadi titik berangkat yang tepat untuk sebuah debut. Di tengah dunia yang serba kompetitif dan penuh tekanan untuk terus bergerak lebih cepat, Matasona justru memilih untuk datang dengan ketenangan.
“Meraki” hadir sebagai pengingat bahwa kompetisi dan pencapaian kerap bersifat semu, sementara hidup terus berjalan dan perlu dikhidmati dengan lebih sadar dan bermakna. Sebuah sudut pandang yang tidak datang menggurui — melainkan menawarkan ruang untuk berhenti sejenak dan merefleksikan apa yang benar-benar penting.
Lirik lagu ini menyampaikan pesan itu dengan cara yang paling sederhana dan langsung:
“Dunia kan terasa lebih indah / Redam emosi kita bersama / Hidup hanyalah sementara / Berikan makna yang berharga”
Tidak ada diksi yang berlebihan, tidak ada metafora yang terlalu rumit. Hanya kejujuran yang disampaikan dengan cara yang mudah dicerna — dan justru itulah kekuatannya.
Rock yang Energik, tapi Tetap Hangat
Secara musikal, “Meraki” memadukan energi rock alternatif dengan melodi yang hangat dan atmosfer yang kontemplatif. Bukan lagu yang datang menghantam dari awal, melainkan sesuatu yang tumbuh dan mengembang secara perlahan — membawa pendengar masuk ke dalam suasana yang tenang namun tetap punya bobot.
Karakter itu lahir dari formasi kuartet yang solid: Keniro Albirr (vokal/gitar), Ghani Prawira (gitar/vokal), Taufik Juliansyah (gitar), dan Gren Rain (bass). Tiga gitaris dalam satu band membuka kemungkinan tekstur yang kaya — dan “Meraki” menjadi gambaran awal dari bagaimana Matasona akan memanfaatkan potensi itu ke depannya.
Dari Pencarian Identitas ke Debut yang Meyakinkan
Matasona terbentuk pada pertengahan 2025 — dan bukannya terburu-buru merilis sesuatu, mereka memilih untuk melewati proses pengembangan materi dan pencarian identitas musikal terlebih dahulu sepanjang tahun sebelumnya. Hasilnya adalah debut yang tidak terasa prematur: sebuah lagu yang sudah tahu persis apa yang ingin disampaikan.
Berjalan secara independen, Matasona membuktikan bahwa kesabaran dalam proses bisa menghasilkan sesuatu yang jauh lebih solid dari sekadar ingin cepat terdengar.
Awal dari Perjalanan yang Lebih Panjang
“Meraki” bukan akhir dari perkenalan — ia adalah awal. Matasona tengah mempersiapkan EP perdana sebagai lanjutan dari langkah pertama ini, meski detail lebih lanjut masih akan diumumkan menyusul.
Yang jelas, dengan “Meraki” sebagai pijakan pertama, arah yang sedang dibangun Matasona sudah terasa: musik yang tidak ikut-ikutan tren, yang tidak terburu-buru, dan yang percaya bahwa sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati — dengan meraki — selalu menemukan pendengarnya.
Single “Meraki” dari Matasona kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital melalui Res Publica Music.


