Girl group Indonesia no na merilis single “rollerblade” di bawah label 88rising pada 17 April 2026. Lagu ini menarik perhatian berkat perpaduan unsur musik tradisional Indonesia seperti gamelan dengan reggaeton Latin modern, ritme dangdut, serta semangat kehidupan malam Jakarta.
Lagu ini ditulis bersama oleh Stephanie Poetri dan diproduseri oleh Andrés Rebellón. Dengan empat personel — Christy, Esther, Baila, dan Shaz — no na menghadirkan lagu bernuansa pop yang energik sekaligus kental dengan identitas Indonesia.

Sejak dirilis, lagu ini langsung menarik perhatian berkat lirik dan iramanya yang catchy dan unik. Popularitasnya semakin melejit setelah banyak digunakan sebagai sound di TikTok dan media sosial lainnya. Popularitasnya semakin meningkat setelah no na membawakan lagu ini di program THE FIRST TAKE pada Mei 2026 dalam satu pengambilan vokal tanpa edit.
Lirik Lagu “rollerblade” – no na
[Intro: Esther, Christy]
Ring-a-ding-ding like a Gamelan
And it ain’t a big thing, I’m the number one
(Gamelan, Gamelan, Gamelan)
(Gamelan, Gamelan, Gamelan)
(Gamelan, Gamelan, Gamelan)
(Gamelan, Gamelan)
Ayy, mari bergoyang
[Verse 1: Esther, Shaz]
Island girl from Indonesia
Body bombastic, bust the speaker
Demonstration, I’m the teacher
Simon says, “Follow the leader”
[Interlude: Baila, Christy]
Rollerblade, rollerblade
Rollerblade, rollerblade
Uh, udah siap belom?
[Verse 2: Christy, Baila, Esther]
Yeah, jalan-jalan dengan sepatu rodaku
Kiri, kanan, ikuti irama lagu
Semua mata hanya tertuju padaku
Terbiasa dari dulu
Boy, stop, hit ’em with the red light
Hot walk, swerve on ’em, I just might
Ride on my dump truck, my girls’ fuck it up
Gas on the pedal like, “Grrah, grrah, grrah”
[Pre-Chorus: Shaz]
On my roller, on my roll—
On my roller, on my rollerblades
[Chorus: All]
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade) On my rollerblades
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade) On my rollerblades
[Verse 3: Esther, Baila, Shaz, Christy]
You wanna berdansa? Jangan ragu-ragu
Put me in the center, the center of the room
Jedag-jedug, tiga, dua, satu
I set the mood like who the fuck are you?
Wheels on my shoes, so fresh, so baru
I’m a crazy girl, Senin, Selasa, Rabu
Every day of the week, so keren, so asik
Semua laki-laki, I’ll make ’em freak, freak, freak
[Pre-Chorus: Shaz]
On my roller, on my roll—
On my roller, on my rollerblades
[Chorus: All]
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade) On my rollerblades
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade) On my rollerblades
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade) On my rollerblades
(Blade, blade, blade, blade)
(Blade, blade, blade)
Makna Lagu “rollerblade” – no na
“rollerblade” bukan sekadar lagu tentang sepatu roda. Di balik energinya yang playful dan hook-nya yang langsung menempel, ada pernyataan identitas yang cukup kuat dari no na sebagai grup.
Sejak detik pertama, no na menempatkan diri mereka dengan jelas. Ring-a-ding-ding like a gamelan — bukan referensi yang dipilih sembarangan. Gamelan, sebagai instrumen yang paling ikonik dari Indonesia, langsung menjadi pintu masuk ke dalam dunia lagu ini. Sentuhan ini membuat “rollerblade” terasa lebih dekat dengan identitas para personelnya sekaligus memberi warna yang berbeda dibandingkan lagu pop pada umumnya. Ini adalah lagu pop global yang tahu persis dari mana ia berasal. Popmama
Island girl from Indonesia di verse pertama memperkuat posisi itu. no na tidak menyembunyikan asal usulnya di balik kemasan internasional — mereka justru menaruhnya di baris paling awal, paling depan, paling lantang.
Sebagian besar lirik “rollerblade” menggambarkan sosok perempuan yang percaya diri dan tidak takut menjadi pusat perhatian, terlihat dari lirik seperti “Semua mata hanya tertuju padaku” hingga “Put me in the center, the center of the room”. Ini bukan arogansi — ini adalah kepercayaan diri yang dirayakan dengan cara yang menyenangkan dan tidak meminta maaf. Popmama
Verse ketiga membawa momen yang paling Indonesia dari keseluruhan lagu. Jedag-jedug, tiga, dua, satu — frasa yang langsung membawa imaji lantai dansa lokal, hitungan mundur sebelum musik meledak. Perpaduan budaya Indonesia dengan nuansa pop internasional semakin memperkuat pesan bahwa seseorang dapat tetap menghargai akar budayanya sambil tampil modern dan mendunia. Kazelyrics
Secara keseluruhan, sepatu roda dalam lagu ini berfungsi sebagai metafora yang elegan. Makna lagu “rollerblade” terasa seperti perayaan kebebasan, kepercayaan diri, dan identitas yang meluncur ringan namun penuh kendali di atas roda kehidupan. Tidak terburu-buru, tidak terpeleset, tapi juga tidak bisa dihentikan. Lirikterjemahan
“rollerblade” adalah cara no na menyatakan: kami tahu siapa kami, kami tahu ke mana kami melangkah, dan kami melakukannya dengan gaya.


