Ada lagu yang lahir dari momen paling sederhana—sebuah senandung di atas motor, kata-kata yang berulang tanpa sadar, dan tiba-tiba sebuah ide lagu sedang tercipta sebelum sempat disadari. “Coba Lagi”, single terbaru kidunghara, lahir persis seperti itu. Dan mungkin justru karena kejujuran momen itulah, lagu ini terasa begitu alami dan mudah menempel di hati.

Dirilis di bawah naungan Dumeca Records dan kini tersedia di seluruh platform musik digital, “Coba Lagi” menjadi rilisan terbaru dari Fiko Nainggolan—sosok di balik nama panggung kidunghara yang konsisten membangun identitas Pop Retro-nya sejak bertahun-tahun lalu.
Dari Senandung di Pinggir Jalan ke Lagu yang Utuh
Proses lahirnya “Coba Lagi” adalah cerita yang terasa sangat manusiawi. Fiko sendiri menceritakannya dengan cara yang jujur dan tidak dibuat-buat:
“Ide ini tercetus ketika saya sedang naik motor, entah kenapa saya bernyanyi berulang-ulang pake kata ‘coba lagi’. Mungkin itu tanpa saya sadari kalo sebenarnya sebuah ide lagu sedang tercipta. Terus saya menepi dan langsung merekam dengan voice recorder.”
Dari voice recorder di pinggir jalan, lagu itu kemudian berkembang bersama orang-orang yang sudah terbiasa bekerja sama dengannya. Gearda Dewantara mengawal proses produksi dari guide lagu, aransemen, hingga rekaman. Dakara Albanna dan Gentama Semeru menangani mixing dan mastering. Sebuah proses yang, menurut Fiko, berjalan cepat justru karena chemistry yang sudah terbangun lama.
Bossanova yang Dibalut Sound Kekinian
“Coba Lagi” adalah evolusi—bukan perubahan. Fiko dengan sadar menjaga identitas Pop Retro yang selama ini menjadi DNA kidunghara, namun kali ini menghadirkan sentuhan yang sedikit berbeda.
“Ada sedikit nuansa Bossanova di lagu ini, namun kita balut dengan sound yang agak kekinian. Karena saya tidak ingin menghilangkan jati diri musik kidunghara, tetap mempertahankan Pop Retro-nya sebagai identitas kidunghara,” ungkap Fiko.
Hasilnya adalah lagu yang terasa hangat dan chill—melodi yang tidak rumit, lirik repetitif yang justru menjadi kekuatan, dan hook yang mudah sekali menempel di telinga tanpa harus dipaksakan. Sebuah karya yang easy listening dalam pengertian yang paling tulus: bukan karena tidak punya kedalaman, melainkan karena kedalaman itu disampaikan dengan cara yang paling mudah dijangkau.
Selama Masih Bernafas, Jangan Menyerah
Tema “Coba Lagi” tidak terasa asing—tentang bangkit dari kegagalan, tentang tidak berhenti mencoba. Namun cara Fiko menyampaikannya melalui lirik yang sederhana dan repetitif justru membuat pesannya terasa lebih kuat, bukan lebih lemah.
“Lagu ini bisa menjadi mantra untuk diri sendiri. Pesan lagunya bahwa selama kita masih bernafas, kita tidak boleh menyerah. Kita harus mencoba lagi dan bangkit perlahan dari kegagalan itu,” jelas Fiko.
Kata “mantra” yang ia pilih terasa sangat tepat. Ada sesuatu dalam cara lirik repetitif bekerja—pengulangan yang bukan karena kehabisan kata, melainkan karena beberapa hal memang perlu diucapkan berkali-kali sebelum benar-benar meresap ke dalam diri.
Perjalanan Panjang Menuju kidunghara
Untuk memahami posisi “Coba Lagi” dalam perjalanan Fiko, perlu dilihat dari mana semuanya dimulai. Debut single “Nirmala” hadir pada 2019, diikuti “Debar Asmara” (2021) dan “Semoga Jumpa Lagi” (2022). Pada 2023, kolaborasi dengan Noh Salleh dari Malaysia dalam “Dewi Pelita” menjadi lompatan besar—membawa karya Fiko melewati batas negara. Masih di tahun yang sama, “Apakah Aku Untukmu” dan “Sunyi Sepi” hadir sebagai materi terakhir dengan nama Fiko Nainggolan.
Pada 2025, transformasi itu resmi terjadi: nama kidunghara diperkenalkan bersama album perdana Persembahan Vol.1, diikuti kolaborasi dengan Gloria Jessica dalam “Kanvas Abadi”.
“Coba Lagi” adalah langkah berikutnya—dan dari nada yang sudah diperdengarkan, kidunghara sedang dalam perjalanan yang tidak akan berhenti di sini.
“Semoga lagu ini bisa didengar banyak orang dari berbagai kalangan. Bisa menyelamatkan banyak orang dari keputusasaan untuk terus berjuang dan coba lagi,” harap Fiko.
Single “Coba Lagi” kini tersedia di seluruh platform musik digital. Video liriknya dapat disaksikan di kanal YouTube Dumeca Records.


