Hifdzi Khoir Rilis Album “Jalan Kaki”, Sebelas Lagu tentang Hidup yang Kadang Tersesat dan Akhirnya Pulang

Ada filosofi sederhana di balik judul album ini. Ketika seseorang berjalan kaki tanpa tujuan yang terlalu jelas, kadang ia mengalir begitu saja—sampai tiba-tiba mentok di gang buntu, tersesat, lalu perlahan mencari arah pulang. Hifdzi Khoir menjadikan pengalaman sehari-hari itu sebagai benang merah dari album penuh perdananya, “Jalan Kaki”, yang resmi dirilis pada 2 Mei 2026 dalam format digital.

“Aku kan lagi suka jalan kaki, terus kadang-kadang pas jalan kaki itu mengalir aja jalannya, gak tahu ke mana, terus tiba-tiba mentok di gang tertentu, tersesat. Nanti coba diarahin lagi sampe aku bisa pulang. Momen itu tergambarkan juga dari lagu-lagu di album ini,” ujar Hifdzi.


Sebelas Trek, Satu Perjalanan yang Utuh

“Jalan Kaki” menggabungkan empat single yang sudah lebih dulu dikenal dengan tujuh materi baru—total sebelas trek yang membentang melewati berbagai fase kehidupan: pencarian cinta, kehidupan keluarga, karier, pertemanan, hingga perenungan yang lebih luas tentang ke mana hidup sedang berjalan.

Daftar tracknya sendiri sudah memberi gambaran tentang betapa luasnya cakupan album ini: Ambigu, Terlambat (ft. Kicuy Aduy), Main Air YK (ft. Olski), Petrikor, Istri, Gemintang, Untukku Untukmu Juga (ft. Nadeen Pribadi), Banyak Mau (ft. Y*** B*****), Sahabat Lama (ft. Gusti Irwan Wibowo), Kembali ke Jogja (ft. Orkes Pensil Alis, Mukti Metronom, dan Lil Mamat), serta Takal.

Warna musiknya pun tidak berhenti di satu genre. Pop, oldies-melayu, city-pop 80-an, balada, dangdut, hingga rock alternatif—semuanya hadir dalam satu album yang terasa tidak mencoba membatasi dirinya pada satu kotak.


Ide yang Lahir Sambil Berjalan

Hifdzi menceritakan bahwa banyak ide lagu, lirik, dan nada dalam album ini memang lahir dari momen-momen berjalan kaki. Namun tidak hanya dari sana—beberapa lagu juga lahir dari improvisasi saat merekam konten podcast atau di atas panggung. Sebuah proses kreatif yang organik, yang terasa sangat selaras dengan spirit album ini sendiri: tidak memaksakan arah, membiarkan sesuatu tumbuh dari momen yang tidak terduga.

Sebagian besar proses produksi album dibantu oleh Dicki Mahardika dari Kitten Records—produser yang juga mengawal single-single Hifdzi sebelumnya. Dicki menggambarkan prosesnya dengan cara yang terasa sangat khas Hifdzi:

“Biasanya Hifdzi ngirim lirik atau voice note gitu sama referensinya mau dibuat kayak gimana. Terus aku garap di sini (Jogja), dibantu banyak temen yang di sini juga. Mixing mastering semuanya di Jogja juga, termasuk lagu yang sama Gusti dikirim ke sini,” cerita Dicki.


“Sahabat Lama” dan Legacy yang Tidak Terduga

Di antara sebelas lagu dalam “Jalan Kaki”, “Sahabat Lama” menyimpan cerita yang paling berat sekaligus paling bermakna. Lagu ini adalah kolaborasi dengan mendiang Gusti Irwan Wibowo—yang berpulang di tengah proses pengerjaan.

Awalnya, lagu ini akan dilanjutkan tanpa suara Gusti. Namun ketika laptop almarhum diperiksa, ditemukan rekaman vokal draft yang sudah ia simpan sendiri. Dari situlah lagu ini akhirnya dilanjutkan oleh Yehezkiel Petrus dari Konco Kongkow dan Kabar Burung.

“Mungkin ini legacy dari Gusti buat aku. Awalnya ini hasil improve dari konten di kedubes terus kita buat demonya. Nah, waktu itu Gusti juga lagi sibuk-sibuknya, kan, dan qadarullah berpulang. Ternyata waktu dicek laptopnya ada file lagu ini jadinya dilanjutin sama Bang Kiel, gitarisnya Gusti,” cerita Hifdzi.

“Sahabat Lama” bukan hanya lagu tentang persahabatan—ia adalah bukti bahwa karya yang dibuat dengan tulus bisa melampaui waktu, bahkan melampaui kehadiran fisik penciptanya.


Dari Podcast ke Panggung, dari Jogja ke Dunia

Sebelum album dirilis, Hifdzi lebih dulu menggelar hearing session dengan konsep live podcast bersama Sindikat Edgy pada 25 April 2026—dan mendapat respons positif yang cukup beragam. Sebuah cara yang terasa sangat sesuai dengan karakter Hifdzi sebagai musisi yang tidak memisahkan musik dari percakapan.

Ke depannya, Hifdzi sudah merencanakan showcase kecil di Jakarta dan Bandung, serta showcase yang lebih besar di Jogja bersama Orkes Pensil Alis dan Olski. Ada pula rencana dua video klip yang sedang disiapkan. Dan format fisik album ini pun masih dalam perencanaan—satu langkah lagi yang akan memperpanjang perjalanan “Jalan Kaki” ke tangan pendengar secara lebih nyata.

“Harapannya sih nanti mau buat showcase kecil-kecilan di Jakarta sama Bandung. Terus mau buat showcase yang lebih besar juga di Jogja, mau kolaborasi sama Orkes Pensil Alis sama Olski, tapi belum tahu kapan juga. Semoga nanti juga ada video klipnya, rencana ada 2 yang mau dibuat video klip,” tutup Hifdzi.

Album “Jalan Kaki” dari Hifdzi Khoir kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top