Ada jenis luka yang paling berat bukan karena tiba-tiba—melainkan karena sudah lama dirasakan, namun tetap memilih untuk tidak percaya. Sampai akhirnya kenyataan itu datang dan tidak ada lagi ruang untuk menghindar. Lyodra menangkap momen tepat setelah titik itu dalam single terbarunya, “Pura Pura”—sebuah pop ballad emosional yang ditulis oleh Andmesh Kamalaeng, dan kini tersedia di seluruh platform musik digital beserta music video resminya di YouTube.

Pengkhianatan yang Tersembunyi di Balik Sikap Manis
“Pura Pura” mengisahkan sesuatu yang terasa sangat dekat dengan banyak orang—tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang yang paling ia percaya ternyata menyimpan kebohongan di balik semua kemanisannya. Kecurigaan yang selama ini dipendam, yang berkali-kali ditekan karena rasa sayang lebih besar dari keraguan—akhirnya terbukti.
Bukan pengkhianatan yang tiba-tiba mengejutkan. Melainkan pengkhianatan yang perlahan-lahan dikonfirmasi—dan itu yang membuatnya jauh lebih menyakitkan.
“Lagu ini jujur dan deep banget. Ceritanya mungkin sederhana, tapi perasaannya dalam. Banyak orang pernah ada di situasi di mana mereka sudah merasa ada yang salah, tapi tetap memilih percaya sampai akhirnya kenyataan itu datang dan menyakitkan,” ujar Lyodra.
Andmesh di Balik Kata-Kata, Lyodra di Balik Emosi
Kolaborasi antara Lyodra dan Andmesh Kamalaeng bukan pertama kalinya menghasilkan sesuatu yang kuat—dan “Pura Pura” membuktikan mengapa perpaduan ini selalu bekerja. Andmesh membawa cerita yang sederhana secara premis namun sangat dalam secara emosi, sementara Lyodra mengambilnya dan menyampaikannya dengan cara yang tidak ada duanya.
Vokal Lyodra di lagu ini bergerak seperti perjalanan—lembut dan sedikit rapuh di awal, semakin dalam saat cerita berkembang, dan powerful tepat di momen yang paling dibutuhkan. Setiap transisi terasa disengaja: dari keterkejutan, ke kekecewaan yang menghantam, hingga perlahan mencoba menerima bahwa luka itu nyata dan harus dihadapi.

“Aku Banget” yang Paling Dalam
Lyodra tidak menulis lagu ini. Tapi cara ia membawakan “Pura Pura” membuat siapa pun yang mendengarnya merasa bahwa lagu ini ditulis untuk mereka secara personal.
“Aku ingin setiap orang yang dengar lagu ini bisa merasa ‘aku banget’. Karena patah hati itu kadang bukan cuma sekali, dan rasanya bisa berulang. Tapi di saat yang sama, lagu ini juga tentang belajar menerima dan bangkit,” lanjutnya.
Di situlah kekuatan “Pura Pura” yang paling utama—ia tidak berhenti di luka. Ia melanjutkan satu langkah lebih jauh, ke tempat di mana seseorang mulai belajar untuk melewatinya. Bukan dengan mudah, bukan dengan cepat—tapi dengan kesadaran bahwa rasa sakit itu bisa dilewati.
Visual yang Memperkuat Cerita
Music video “Pura Pura” hadir sebagai elemen yang memperkuat narasi lagu, bukan sekadar pelengkap. Dengan pendekatan visual yang direct, video ini merepresentasikan konflik dan emosi lagu secara jelas—dari kecurigaan yang mulai tumbuh, momen pengkhianatan yang terungkap, hingga proses menerima kebenaran yang tidak bisa lagi dihindari.
Tidak ada yang berlebihan. Hanya cerita yang disampaikan dengan jujur—persis seperti lagunya.
Konsistensi yang Berbicara Sendiri

“Pura Pura” menjadi bukti terbaru dari konsistensi Lyodra dalam menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang terasa nyata. Di tengah industri yang terus bergerak cepat, kemampuannya untuk menyampaikan emosi yang kompleks dengan cara yang paling sederhana namun paling mengena tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar yang ia miliki.
“Semoga ‘Pura Pura’ bisa jadi teman untuk siapa pun yang lagi ngerasain hal yang sama. Kadang kita nggak bisa menghindari rasa sakit, tapi kita bisa belajar untuk melewatinya. Jadi aku harap lagu ini bisa ada di proses itu,” tutup Lyodra.
Single “Pura Pura” dari Lyodra kini tersedia di seluruh platform musik digital, lengkap dengan music video resminya di YouTube.


