notyourwife Rilis Album Debut “Aphrodite Blues”, Surat Cinta untuk Semua Bentuk Kasih Sayang yang Pernah Ada

Ada album yang lahir dari ambisi. Ada yang lahir dari eksperimen. Dan ada yang lahir dari cinta—dalam segala bentuknya yang tidak selalu indah, tidak selalu berakhir baik, namun selalu meninggalkan sesuatu. “Aphrodite Blues”, album perdana notyourwife, adalah yang terakhir. Delapan lagu yang ditulis sebagai surat cinta untuk orang-orang spesial dalam hidup Lauren Karina—nama asli di balik proyek musik ini—kini resmi tersedia untuk didengar oleh siapa saja yang pernah mencintai, kehilangan, dan belajar untuk melanjutkan hidup.


Dari Dewi Cinta Yunani ke Realitas yang Tidak Pernah Sempurna

Nama “Aphrodite Blues” bukan dipilih secara kebetulan. Album ini terinspirasi oleh kisah tragis Aphrodite—dewi cinta Yunani yang jatuh cinta kepada seorang manusia bernama Adonis—sebagai metafora untuk lika-liku pengalaman berelasi yang tidak mungkin sepenuhnya indah.

“‘Aphrodite Blues’ adalah album yang kutulis sebagai ‘surat cinta’ untuk orang-orang spesial di hidupku dan beragam kisah yang kualami bersama mereka. Lagu-lagu di album ini mengangkat tema berbagai macam emosi: mulai dari patah hati, kasmaran, nostalgia, bahkan duka. Aku yakin semua pasti bisa relate dengan emosi yang dibawakan setiap lagu di sini. Mari kita menangis, tersenyum, dan tertawa bersama,” tulis notyourwife.

Kasih sayang antara pasangan, keluarga, dan sahabat—semuanya hadir dalam delapan lagu yang masing-masing membawa ceritanya sendiri.


Delapan Lagu, Delapan Wajah Cinta

Album ini dibuka dengan “Pretend We’re Fine”—lagu yang penuh penyangkalan akan realita hubungan yang perlahan runtuh, mengkhayal terus akan masa ketika cinta masih baru dan indah. Single yang dirilis Agustus 2025 ini sudah lebih dulu menembus pasar Amerika Serikat dan masuk ke Top 40 Chart Radio Hits You Love asal Chicago.

Track kedua, “Ecstasy”, membawa nuansa yang berbeda jauh—sebuah lagu electro-pop dengan beat techno yang menggebu dan alunan synth yang memperkuat sensasi fast pace, mengajak pendengar untuk secara lepas mengikuti segala impuls gairah menuju euforia.

“te amo, pero” hadir sebagai penurun suhu—terinspirasi dari puisi yang diterima notyourwife dari mantan terindahnya, lagu ini menceritakan rasa sakit harus berpisah dengan seseorang yang sangat dicintai karena tidak mendapat restu keluarga. Sebuah momen ketika dua orang harus saling menatap mata dan memutuskan untuk pergi.

“Ivana” adalah salah satu momen paling intim dalam album ini—ditulis untuk adik notyourwife sendiri. Tentang seseorang yang begitu mandiri hingga tidak lagi bisa melihat betapa banyak orang yang peduli padanya. Ketika Ivana yang asli pertama kali mendengar lagu ini, ia menangis.

“Fish”, yang sudah dirilis sejak Maret 2025, adalah slow rock yang membayangkan skenario antara seorang ayah dan anak perempuannya yang berlayar bersama sambil saling bercerita dengan jujur—sebuah lagu tentang pengampunan dan kesempatan kedua yang berlaku untuk segala jenis hubungan.

“Bullet Train” bercerita tentang dua insan yang memang tidak berjodoh—seperti dua kereta cepat yang selisipan karena bergerak di dalam dua takdir yang berbeda. Tentang betapa cinta tidak bisa dipaksakan, meski semua orang di sekitar mengira keduanya akan cocok.

“Aphrodite Blues, Part 1” mengangkat dua legenda tragis Yunani sekaligus—Aphrodite yang jatuh cinta dengan Adonis, dan Icarus yang terbakar oleh matahari yang ia kejar sendiri. Dua kisah yang menjadi perumpamaan bagi cinta notyourwife yang juga berakhir tragis, pekat dengan melankolia dan angan untuk kembali ke masa yang indah.

Dan album ditutup dengan “Aphrodite Blues, Part 2″—focus track yang menjadi secercah harapan dari keseluruhan narasi album ini. Merepresentasikan tahapan berduka di mana seseorang akhirnya bisa menerima tragedi tanpa beban dan rasa sakit, dibungkus dalam musik upbeat dan ceria dengan sentuhan synth britpop yang mengundang untuk sing along dan berjoget.


Produksi yang Melibatkan Nama-Nama Kuat

Album ini utamanya diproduseri oleh Clemens Goldan Divembryan dari Biru Baru, dengan bantuan dari Rama Harto—produser band .Feast—dan Theodore Galih, alumni X Factor Indonesia. Perpaduan tiga nama dengan latar belakang musikal yang berbeda menghasilkan album yang punya keragaman warna sonik, namun tetap terasa kohesif sebagai satu kesatuan narasi.


Musisi Yogyakarta yang Sudah Menembus Chicago

notyourwife adalah nama panggung Lauren Karina, musisi alternatif dari Yogyakarta yang kini berbasis di Jakarta—yang juga dikenal luas sebagai content creator platform pendidikan bahasa di Instagram dan TikTok melalui akun @indonesianwithlauren.

Meski baru mulai serius bermusik sejak 2024, perjalanannya sudah melampaui batas geografis yang tidak banyak musisi Indonesia capai secepat ini. “Pretend We’re Fine” berhasil menduduki posisi #16 di Top 40 Pop Chart Radio Hits You Love, Chicago pada Juli 2025. Majalah asal Chicago, Scrilla Guerillaz, mendeskripsikannya sebagai musisi dengan global potential yang layak mendapat perhatian pecinta musik di seluruh dunia.

Pendengar teratas notyourwife saat ini tersebar di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, Filipina, dan Malaysia—sebuah jangkauan yang luar biasa untuk album perdana.

Album “Aphrodite Blues” dari notyourwife kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top